Bisakah Penyakit Hepatitis Menular Lewat Ciuman Bibir?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hepatitis adalah penyakit peradangan hati menular yang disebabkan oleh infeksi, baik infeksi bakteri, virus, atau parasit. Ada banyak jenis virus yang bisa menyebabkan hepatitis, yaitu hepatitis H, B, C, D, dan E. Lantas, apakah hepatitis menular lewat ciuman bibir? Cari tahu jawabannya dalam artikel ni.

Apakah hepatitis menular lewat ciuman bibir?

Virus hepatitis tidak ditularkan melalui air liur. Virus hepatitis A dan E hanya menular melalui rute fecal-oral. Dengan kata lain, Anda dapat tertular ketika Anda menelan makanan yang mengandung virus tersebut.

Di antara jenis virus hepatitis lainnya, hepatitis B adalah yang paling banyak ditularkan melalui seks. Bahkan kemungkinan penularan HBV, yaitu virus penyebab hepatitis B jauh lebih besar daripada penularan HIV. Hal ini karena virus HBV bisa ditularkan melalui kontak dengan darah, cairan vagina, air mani, air liur, dan mungkin saja melalui ciuman yang intens.

Saat berciuman begitu intens, mungkin saja muncul goresan luka pada lapisan bibir. Luka inilah yang dapat menjadi “gerbang masuk” virus HBV ke pembuluh darah orang lain. Meski belum ada contoh kasus penularan HBV melalui ciuman, risikonya tetap ada. Terutama kalau pengidap HBV sedang sariawan, memiliki luka terbuka dalam mulut dan bibirnya, serta jika salah satu pasangan mengenakan kawat gigi.

penularan meningitis adalah lewat ciuman

Selain itu, Anda juga berisiko tertular hepatitis jika melakukan ciuman panas dengan orang yang menghidap hepatitis C (HCV). Virus HCV menyebar melalui kontak langsung dengan darah orang yang terinfeksi. Apabila darah dari pengidap HCV masuk ke dalam tubuh pasangannya saat berciuman dengan intens, maka hal tersebut bisa saja menularkan virus hepatitis.

Jadi, melakukan ciuman panas saat pengidap HCV sedang sariawan ataupun memiliki luka terbuka di mulut dan bibirnya dapat meningkatkan risiko Anda terjangkit HCV. HCV pada umumnya dianggap sebagai infeksi yang paling serius dari segala jenis virus hepatitis.

Lantas, bagaimana cara aman agar tidak tertular hepatitis?

Hepatitis termasuk salah satu penyakit menular yang paling mematikan. Pasalnya, penyakit satu ini sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Banyak orang dengan penyakit hepatitis tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi sehingga semakin memudahkan penularan penyakit ini ke orang lain.

Jika Anda atau pasangan mencurigai mengidap hepatitis jenis tertentu, Anda harus segera mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan di antaranya:

1. Lakukan tes darah

tes darah deteksi kesehatan jantung

Cara terbaik untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi virus hepatitis atau tidak adalah dengan tes darah. Apabila setelah dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa pasangan Anda didiagnosis dengan hepatitis, sebaiknya Anda langsung melakukan vaksin hepatitis.

2. Pakai kondom saat berhubungan seksual

pakai kondom sesudah ereksi

Hubungan seksual bisa jadi pintu masuk utama penyebaran virus hepatitis. Meskipun Anda sudah divaksin, bukan berarti risiko penularan penyakit ini akan hilang sama sekali.

Anda dan pasangan tetap harus melakukan seks seaman mungkin dengan kondom, termasuk saat seks oral dan seks anal. Gunakan kondom lateks untuk segala jenis seks (penetrasi, oral, maupun anal).

Selain itu, gunakan pelumas berbasis air untuk mengurangi kemungkinan kondom robek. Penggunaan pelumas juga bertujuan untuk mengurangi kemungkinan luka akibat gesekan pada penis di dalam vagina.

3. Menghindari aktivitas seks yang berisiko

berhubungan seks

Ingatlah selalu bahwa virus hepatitis menular melalui kontak langsung dengan darah, air mani, cairan vagina, ataupun luka terbuka di kulit. Jadi, pastikan Anda menghindari segala macam bentuk aktivitas seksual yang dapat meningkatkan risiko penularan penyakit hepatitis, misalnya ciuman bibir ketika sedang sariawan, seks saat menstruasi, atau menyentuh bagian tubuh yang sedang ada luka terbukanya, dan lain sebagainya.

Hindari pula penggunaan mainan seks yang sama untuk dipakai bergantian dengan pasangan. Setelah digunakan, pastikan Anda selalu mencuci dan membersihkannya.

4. Setia pada satu pasangan

mewujudkan fantasi seksual

Jangan berhubungan seks tanpa kondom dengan bergonta-ganti pasangan atau dengan seseorang yang status kesehatannya tidak pasti. Dalam banyak kasus, gejala dan tanda dari penyakit hepatitis tidak mudah untuk dikenali.

Oleh sebab itu, apabila Anda terbiasa berganti pasangan seksual, Anda pun jadi lebih rentan terhadap bahaya penularan hepatitis melalui seks. Penularan penyakit kelamin lewat hubungan intim antara pasangan suami istri masih bisa terjadi, tetapi risikonya rendah.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Hati-hati, mata yang gatal bisa jadi disebabkan oleh kutu bulu mata. Wah, bagaimana bisa terjadi dan seperti apa cara mengobatinya? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Penyakit Mata 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara menghilangkan nyeri haid

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit