Apakah Masturbasi Bisa Menyebabkan HIV? Cek Faktanya di Sini!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Masturbasi termasuk ke dalam aktivitas seksual yang normal dan sehat dengan sedikit efek samping. Masturbasi dilakukan karena berbagai alasan, mulai dari mencari kenikmatan hingga melepaskan ketegangan. Meski begitu, beberapa orang tetap bertanya-tanya benarkah masturbasi aman dan apakah HIV termasuk efek masturbasi yang perlu dikhawatirkan?

Sekilas tentang masturbasi

Masturbasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk membangkitkan gairah seksual dengan menyentuh dan memberikan rangsangan pada alat kelamin. Baik pria maupun wanita sama-sama bisa melakukan masturbasi. Masturbasi juga bisa dilakukan sendiri ataupun bersama-sama dengan pasangan dengan saling memberikan rangsangan satu sama lain.

Apakah masturbasi bisa sebabkan HIV?

Efek masturbasi, baik yang dilakukan sendiri maupun dilakukan bersama pasangan, sama-sama cukup aman. Termasuk jika Anda atau pasangan dinyatakan positif HIV. Masturbasi tidak membahayakan, tidak mengurangi hasrat seksual seseorang, tidak menurunkan jumlah sperma dan sel telur, dan juga tidak menyebabkan penyakit kelamin dan penyakit menular seksual, dalam hal ini termasuk HIV/AIDS.

Jangan khawatir jika Anda dan pasangan pernah melakukan masturbasi berdua secara bersamaan dan salah satunya terinfeksi HIV. Pasalnya ,hal ini sangat aman dilakukan asalkan tidak ada pertukaran cairan tubuh yang terinfeksi HIV seperti air mani, cairan vagina, nanah, dan lainnya. Sedangkan bila Anda bermasturbasi seorang diri, Anda tidak akan tertular HIV dari apa pun.

Selain itu, masturbasi juga aman jika cairan yang terinfeksi HIV tidak terkena kontak langsung dengan luka terbuka yang Anda miliki. Jadi, kalau hanya kena tangan Anda (yang tidak ada lukanya), Anda tidak akan tertular.

Anda berisiko terkena HIV lewat masturbasi dengan pasangan hanya jika terjadi pertukaran cairan dan darah dengan orang yang terinfeksi. Misalnya, menyentuh alat kelamin pasangan Anda dengan tangan yang penuh dengan cairan mani atau cairan vagina yang terinfeksi.

Penularan juga bisa terjadi jika Anda dan pasangan yang terkena HIV melakukan masturbasi bersama-sama dan menggunakan mainan seks langsung secara bergantian (dalam kondisi sex toy-nya masih basah) tanpa dicuci terlebih dahulu. Akan tetapi, kasus ini sangat langka. Pasalnya, kuman HIV bisa mati di luar tubuh manusia alias di permukaan benda mati.

Selama Anda bisa menghindari hal tersebut, jangan khawatir akan efek masturbasi yang akan terjadi. Justru masturbasi berdua secara bersama-sama menjadi varian seks aman yang bisa Anda dan pasangan terapkan jika salah satunya mengidap HIV. Sehingga jangan takut untuk melakukannya selama Anda dan pasangan mendapatkan kepuasan seksual dari kegiatan ini.

Penularan HIV selain lewat masturbasi

HIV atau Human Immunodeficiency Virus pada dasarnya tidak mudah menyebar. Anda bisa terkena HIV jika terjadi pertukaran cairan dan darah antara orang yang terkena HIV ke orang yang sehat. Anda juga tidak bisa terkena HIV dari gigitan nyamuk, saling pinjam barang, berenang di kolam yang sama dengan orang yang HIV, atau berada di sebelah orang dengan HIV yang batuk atau bersin.

Untuk dapat menginfeksi seseorang, virus HIV harus melewati pertahanan tubuh seseorang yakni kulit dan air liur. Jika kulit Anda tidak sedang mengalami luka terbuka, maka virus tidak dapat masuk hanya dengan menempel di kulit yang sehat. Air liur juga mengandung zat yang dapat membantu membunuh HIV di mulut Anda.

HIV juga bisa ditularkan dari ibu pengidap HIV ke anaknya (penularan secara vertikal) yaitu selama masa kehamilan, persalinan (terutama jika persalinan normal), dan saat menyusui ASI.

Oleh karena itu, efek masturbasi terhadap penularan HIV tidak perlu dikhawatirkan asalkan tidak terdapat pertukaran cairan dan darah.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
apakah petting bisa hamil

Mungkinkah Hamil Akibat Saling Menggesekkan Alat Kelamin (Petting)?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit