backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Kenapa Harus Bisa Kentut Setelah Operasi?

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 19/04/2024

Kenapa Harus Bisa Kentut Setelah Operasi?

Dokter maupun perawat biasanya akan mendorong setiap pasiennya agar langsung kentut setelah operasi. Meski beberapa orang merasa malu, sangat penting bagi Anda mengikuti petunjuk ini untuk menghindari risiko komplikasi atau risiko setelah operasi yang bisa terjadi.

Kenapa harus kentut setelah operasi?

kentut berlebih saat menstruasi

Dokter biasanya menganjurkan setiap pasiennya agar kentut setelah operasi, terutama setelah operasi besar yang mengharuskan pasien dibius total dengan anestesi umum.

Ketika Anda berada di bawah pengaruh bius total, sebagian besar fungsi tubuh Anda akan “dimatikan” untuk sementara.

Dengan begitu, Anda tidak dapat merasakan sensasi apa pun, tidak dapat bergerak, dan tidak akan menyadari apa saja yang tengah berlangsung selama prosedur.

Akan tetapi, efek anestesi tersebut juga akan memperlambat gerak usus. Bahkan, melansir dari Womans, pergerakan usus mungkin akan terhambat selama 4—5 hari setelah operasi.

Padahal, gerak peristaltik usus normal sangat diperlukan untuk memproses setiap makanan yang masuk dari mulut setelah Anda pulih dari operasi hingga akhirnya dibuang keluar lewat anus.

Namun, orang-orang sering tidak menyadari bahwa gerak ususnya masih lambat setelah pulih dari operasi dan terus saja makan.

Artinya, makanan akan dibiarkan terus menumpuk tanpa dicerna hingga akhirnya mengeras dan menyebabkan penyumbatan usus.

Hal ini dapat meningkatkan peluang terjadinya penyumbatan usus, yaitu komplikasi pascaoperasi yang paling diwaspadai dan disebut dengan post-operative ileus atau POI.

Maka dari itu, kemampuan untuk bisa kentut setelah operasi menjadi pertanda utama bagi tim dokter bahwa saluran pencernaan pasien sudah benar-benar pulih dan berfungsi baik, sehingga terhindar dari risiko komplikasi POI.

Dokter bahkan berhak untuk tidak membolehkan pasiennya langsung pulang ke rumah jika belum juga kentut setelah operasi rawat jalan.

Itulah sebabnya kentut menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu dalam beberapa jam setelah prosedur operasi.

Waspadai POI setelah operasi

Sembari menunggu datangnya kentut, perhatikan juga kemungkinan munculnya tanda-tanda dan gejala POI lainnya seperti di bawah ini.

  • Mual dan muntah.
  • Kembung.
  • Perut terasa sangat nyeri.
  • Tidak bisa kentut.
  • Sulit BAB.

Jika ada salah satu gejala di atas, segera laporkan ke dokter Anda. Pasalnya, penyumbatan usus (ileus) dapat berkembang menjadi situasi yang serius dan berpotensi mengancam jiwa. Tanpa perawatan, sumbatan tersebut lama-lama bisa melubangi atau merobek usus yang disebut sebagai perforasi usus. Adanya lubang akan menyebabkan isi usus yang mengandung banyak bakteri bocor ke area rongga tubuh Anda. Ini bisa berujung pada kematian organ dan infeksi yang mematikan.

Cara agar cepat kentut setelah operasi 

tips operasi caesar cepat sembuh

Kentut adalah tanda bahwa gas dalam perut sudah tidak terperangkap lagi karena fungsi sistem pencernaan Anda sudah kembali normal.

Maka, jangan pernah ragu atau bahkan malu jika ketahuan buang gas setelah operasi. Katakan secepatnya ke dokter jika Anda sudah berhasil kentut.

Jika Anda merasa kesulitan untuk kentut atau mengeluarkan gas setelah operasi, berikut adalah beberapa cara yang mungkin bisa membantu agar cepat kentut setelah operasi.

1. Berjalan atau bergerak

Berjalan secara teratur atau melakukan aktivitas fisik ringan dapat membantu merangsang pergerakan usus dan merangsang pengeluaran gas.

2. Bergeser posisi

Cobalah berbagai posisi tubuh seperti berdiri, duduk, atau berbaring dengan posisi yang berbeda. Cara ini dapat membantu gas bergerak melalui saluran pencernaan.

3. Pijat perut

Pijatan lembut pada area perut dapat membantu merangsang pergerakan usus dan memudahkan pengeluaran gas, sehingga Anda bisa mudah kentut saat pemulihan setelah operasi.

4. Teknik pernapasan

Gunakan teknik pernapasan dalam untuk membantu meredakan tekanan di perut dan mendorong pengeluaran gas.

Cobalah teknik pernapasan lambat dan dalam melalui hidung, tahan beberapa detik, kemudian hembuskan secara perlahan melalui mulut.

5. Konsumsi makanan dan minuman yang sesuai

Untuk menahan lapar sekaligus merangsang buang angin, kemungkinan dokter akan menganjurkan Anda makan makanan cair seperti jus atau mengunyah permen karet tiga kali sehari selama 15—30 menit.

Minumlah banyak air untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membantu dalam proses pencernaan.

6. Obat pencahar atau pembantu pencernaan

Jika diperlukan, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter Anda untuk mendapatkan rekomendasi obat pencahar atau suplemen pencernaan.

Obat ini dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman dan merangsang keluarnya gas kentut.

7. Kompres hangat

Mengompres daerah perut Anda dengan bantal pemanas atau kantong air hangat dapat membantu meredakan ketegangan dan merangsang pergerakan usus agar lebih cepat kentut.

Jika Anda terus mengalami kesulitan dalam mengeluarkan gas atau mengalami rasa tidak nyaman yang berkepanjangan setelah operasi, sangat penting untuk berkonsultasi kepada dokter Anda.

Dokter dapat menilai situasi Anda secara khusus dan memberikan saran atau perawatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bila Anda belum berhasil kentut, biasanya dokter tidak memperbolehkan Anda untuk makan setelah operasi. Tanyakan kepada dokter untuk info lebih lanjut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 19/04/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan