home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Kita Harus Bisa Kentut Setelah Operasi?

Kenapa Kita Harus Bisa Kentut Setelah Operasi?

Dokter maupun perawat biasanya akan mendorong setiap pasiennya agar langsung kentut setelah operasi. Meski malu, sangat penting bagi Anda mengikuti petunjuk ini untuk menghindari risiko komplikasi yang tidak diinginkan muncul setelah operasi.

Yang terjadi pada tubuh selama Anda dioperasi

kentut berlebih saat menstruasi

Dokter biasanya menganjurkan setiap pasiennya agar kentut setelah operasi, terutama setelah operasi besar yang mengharuskan pasien dibius total dengan anestesi umum.

Ketika Anda berada di bawah pengaruh bius total, sebagian besar fungsi tubuh Anda akan “dimatikan” untuk sementara sehingga Anda tidak dapat merasakan sensasi apa pun, tidak dapat bergerak, dan tidak akan menyadari apa saja yang tengah berlangsung selama prosedur.

Efek anestesi tersebut akan memperlambat gerak usus. Hal ini dapat meningkatkan peluang terjadinya penyumbatan usus, sebuah komplikasi pascaoperasi yang disebut post-operative ileus atau POI.

Ileus POI adalah risiko komplikasi pascaoperasi yang fatal

Penyumbatan usus (ileus) adalah risiko komplikasi pascaoperasi yang paling diwaspadai karena dapat berkembang menjadi situasi yang serius dan berpotensi mengancam jiwa.

Gerak peristaltik usus normal sangat diperlukan untuk memproses setiap makanan yang masuk dari mulut setelah Anda pulih dari operasi hingga akhirnya dibuang keluar lewat anus. Namun, orang-orang sering tidak menyadari bahwa gerak ususnya masih lambat setelah pulih dari operasi dan terus saja makan. Padahal dibanding organ tubuh lainnya, usus membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa benar-benar pulih dari efek bius anestesi setelah operasi.

Artinya, makanan akan dibiarkan terus menumpuk tanpa dicerna hingga akhirnya mengeras hingga menyebabkan penyumbatan usus. Tanpa perawatan, sumbatan tersebut lama-lama bisa melubangi atau merobek usus. Kondisi ini disebut sebagai perforasi usus. Adanya lubang akan menyebabkan isi usus, yang mengandung banyak bakteri, bocor ke area rongga tubuh Anda. Ini bisa berujung pada kematian organ dan infeksi yang mematikan.

Kentut setelah operasi tanda Anda terhindar dari risiko POI

Kemampuan untuk bisa kentut setelah operasi menjadi pertanda utama bagi tim dokter bahwa saluran pencernaan pasien sudah benar-benar pulih dan berfungsi baik, sehingga terhindar dari risiko komplikasi POI.

Dokter bahkan berhak untuk tidak membolehkan pasiennya langsung pulang ke rumah jika belum juga kentut setelah operasi rawat jalan. Itulah sebabnya kentut menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu dalam beberapa jam setelah operasi.

Tidak usah malu atau panik jika belum kentut setelah operasi

Kentut adalah tanda bahwa gas dalam perut sudah tidak terperangkap lagi karena fungsi sistem pencernaan Anda sudah kembali normal.

Maka, jangan pernah ragu atau bahkan malu jika ketahuan buang gas setelah operasi. Katakan secepatnya ke dokter jika Anda sudah berhasil kentut. Begitu juga sebaliknya. Segera laporkan ke dokter jika Anda tidak kunjung buang gas. Jika Anda belum berhasil kentut, biasanya dokter tidak memperbolehkan Anda untuk makan setelah operasi.

Untuk menahan lapar sekaligus merangsang buang angin, kemungkinan dokter akan menganjurkan Anda makan makanan cair seperti jus atau mengunyah permen karet 3 kali sehari selama 15-30 menit.

Sembari menunggu datangnya kentut, perhatikan juga kemungkinan munculnya tanda-tanda dan gejala POI seperti di bawah ini.

  • Mual dan muntah
  • Kembung
  • Perut terasa sangat nyeri
  • Tidak juga kentut
  • Sulit BAB

Jika ada salah satu gejala di atas, segera laporkan ke dokter Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Flatulance or Passing Gas After Surgery. [Online] Tersedia pada: https://www.verywellhealth.com/passing-gas-after-surgery-3156880 (Diakses 10 September 2018)

Arora Debjani. 2017. Why Is It Important to Fart or Pass Gass After C-Section?. [ONline] Tersedia pada: http://www.thehealthsite.com/pregnancy/why-is-it-important-to-fart-or-pass-gas-after-a-c-section-d1017/ (Diakses 10 September 2018)

Miller Sara G. 2017. Why You Should Chew Gum Untill You Fart After a C-Section. [Online] Tersedia pada: https://www.livescience.com/59299-chewing-gum-c-section.html (Diakses 10 September 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 22/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x