backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

5 Tips Mudah Mencegah FLUTD pada Kucing Peliharaan

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Fatin Nur Jauhara · Tanggal diperbarui 5 hari lalu

5 Tips Mudah Mencegah FLUTD pada Kucing Peliharaan

Feline lower urinary tract disease (FLUTD) merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyerang kucing. FLUTD mencakup berbagai penyakit yang memengaruhi saluran kemih bagian bawah kucing. Kondisi ini dapat membahayakan kucing sehingga langkah pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin. Lantas, bagaimana tips mencegah FLUTD kucing? Berikut penjelasannya.

Tips mencegah FLUTD kucing

Ada berbagai macam penyebab FLUTD pada kucing, mulai dari stres, infeksi bakteri, penyumbatan saluran kemih, hingga kelainan anatomi. 

Meski demikian, sebagian kucing dapat memiliki penyakit ini tanpa adanya penyebab yang jelas. Kondisi ini disebut feline idiopathic cystitis (FIC).

Saat kucing terkena FLUTD, Ia akan menunjukan beberapa gejala, seperti buang air kecil sedikit tetapi sering, mengerang saat buang air kecil, menjilati area genital, BAK sembarangan, dan ada darah dalam urine. 

Nah, sebelum gejala tersebut terjadi, ada baiknya pemilik kucing mencegah FLUTD dengan beberapa tips berikut ini. 

1. Mencukupi asupan cairan

Sama seperti manusia, asupan cairan pada kucing sangat penting untuk berbagai fungsi vital tubuhnya, seperti pengaturan suhu, pencernaan makanan, pelumasan sendi, dan penyaluran nutrisi ke organ tubuh lainnya.

Mencukupi asupan cairan dapat menjadi tips mencegah FLUTD pada kucing yang pertama.

Berdasarkan studi terbitan Sage Journals, peningkatan asupan cairan dan volume urine bermanfaat menurunkan risiko urolithiasis (penyumbang 10–20% kasus FLUTD). Oleh sebab itu, pastikan kebutuhan asupan cairannya terpenuhi setiap hari.

Kucing membutuhkan asupan cairan sebanyak 118 ml untuk setiap 2 kg berat badan per hari. Bila kucing memiliki berat 4 kg maka Ia perlu asupan cairan sebanyak 236 ml atau satu cangkir air per hari.

Perlu diketahui, kucing yang diberikan makanan basah setiap harinya mungkin akan minum air kurang atau lebih sedikit dari jumlah asupan cairan tersebut. 

Hal ini karena 80% makanannya mengandung air. Sementara itu, kucing yang biasa konsumsi makanan kering, membutuhkan lebih banyak asupan cairan.

2. Mengelola Stres

Stres dapat menjadi penyebab utama terjadinya FLUTD. Pasalnya, kucing yang stres dapat menyebabkan kerusakan berkelanjutan pada lapisan kemihnya sehingga terjadi FIC. 

Tahukah Anda?

Berdasarkan studi yang dimuat dalam Frontiers in Veterinary Science, paparan jangka pendek atau panjang terhadap peristiwa eksternal yang tidak biasa dan tidak terduga dapat memicu stres sehingga membuat kucing merasa gugup dan takut. Akibatnya, terjadi FIC penyebab FLUTD.

Nah, untuk mencegah kucing alami FLUTD, pemilik perlu mengelola stres kucing dengan menghindari atau meminimalkan konflik antar kucing di rumah. 

Selain itu, pemilik perlu memberikan waktu untuk kucing istirahat dan bermain. Pemilik bisa membuatkan tempat khusus untuk kucing memanjat, menggaruk, dan bersembunyi.

Terakhir, perubahan apapun perlu dilakukan secara bertahap, misalnya mengganti jenis makanan atau adanya binatang peliharaan baru. Berikan waktu secara perlahan agar kucing beradaptasi dengan lingkungan dan menghindari stres.

3. Menjaga Berat Badan

Berat badan dapat menjadi faktor risiko terjadinya FLUTD pada kucing. Pasalnya, kucing yang memiliki berat badan berlebih dan memiliki gaya hidup sedentary berisiko lebih tinggi untuk terkena FLUTD. 

Selain itu, kucing yang memiliki terlalu kurus juga bisa menjadi tanda terkena FLUTD. Hal ini karena FLUTD dapat menyebabkan penurunan nafsu makan hingga membuat berat badanya menurun drastis.

Oleh sebab itu, menjaga berat badan dapat menjadi tips mencegah FLUTD pada kucing. Berat kucing rata-rata berkisar antara 4–6 kg.

Namun, hal ini kembali pada jenis kucing, tinggi, dan massa otot, sehingga perlu mendapatkan evaluasi dari dokter hewan terkait berat badan idealnya.

Selain menjaga berat badannya dengan memberikan makanan bernutrisi, penting juga untuk kucing beraktivitas fisik secara aktif di luar rumah agar berat badannya terjaga.

4. Memberikan nutrisi yang tepat

Tips mencegah FLUTD kucing selanjutnya adalah pemberian nutrisi yang tepat. Diet yang tepat dan diimbangi dengan asupan cairan yang cukup dapat membantu urine menjadi sedikit asam sehingga menghambat munculnya kristal struvite dan pembentukan batu ginjal penyebab FLUTD.

Berdasarkan studi dari University of Edinburgh, nutrisi yang penting untuk dipenuhi agar terhindar dari penyakit FLUTD, seperti vitamin B6, asam lemak omega 3 & 6, antioksidan, asam amino esensial.

Salah satu sumber antioksidan yang disarankan adalah vitamin C. Pasalnya, berdasarkan studi yang dimuat dalam jurnal Antioxidants, Vitamin C memiliki kandungan antioksidan kuat yang dapat mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas dan membantu melindungi dari pembentukan batu ginjal.

Nah, pemilik kucing perlu memerhatikan dan memilih nutrisi yang tepat sebelum memberikannya kepada anabul. Pilih makanan yang mengandung vitamin C dan asam lemak omega-3, seperti MAXlife. 

Di dalam dry food MAXlife terdapat kandungan Vitamin C dalam buah kranberi yang dapat membantu menghindari perkembangan batu ginjal, mendukung fungsi ginjal yang sehat, dan mencegah bakteri jahat berkembang di dalam saluran kemih.

MAXlife tersedia dalam bentuk cair dan kering serta memiliki tiga varian rasa, yaitu Tuna, Mackerel, dan Ocean Fish yang dapat disesuaikan dengan kesukaan kucing. 

Dengan nutrisi yang tepat dari MAXlife, manfaat yang bisa didapatkan tak hanya mencegah FLUTD, tetapi juga menjaga kesehatan mata, kulit, bulu, dan mengendalikan bau kotoran.

5. Rutin memeriksakan ke dokter hewan

Tips mencegah FLUTD kucing terakhir adalah rutin memeriksakannya ke dokter hewan. Pemilik kucing dapat membawa kucing ke dokter hewan setidaknya satu tahun sekali. Dengan demikian, kesehatannya dapat terkontrol dengan baik.

Berikut ini adalah frekuensi pemeriksaan dokter hewan yang perlu dilakukan pada kucing sesuai dengan usianya

  • Bayi/kitten <6 bulan, frekuensi pemeriksaan setiap 1–2 minggu.
  • Junior 7 bulan – 2 tahun, frekuensi pemeriksaan setiap 6 bulan sekali.
  • Dewasa 3 – 6 tahun, frekuensi pemeriksaan setiap setahun sekali.
  • Lebih dewasa 7 – 10 tahun, frekuensi pemeriksaan setiap setahun sekali.
  • Lanjut usia/senior 11 – 14 tahun, frekuensi pemeriksaan setiap 6 bulan sekali.
  • Lanjut usia keatas >15 tahun, frekuensi pemeriksaan setiap 6 bulan sekali.

Nah, demikianlah penjelasan mengenai tips mencegah FLUTD pada kucing peliharaan. Setelah menyimak beberapa tips di atas, pemilik hewan bisa langsung mencoba untuk menerapkannya agar kucing kesayangan terhindar dari penyakit FLUTD.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Fatin Nur Jauhara · Tanggal diperbarui 5 hari lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan