home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Dokter Bisa Langsung Tahu Kondisi Kesehatan Anda Hanya Dengan Melihat 5 Hal Ini

Dokter Bisa Langsung Tahu Kondisi Kesehatan Anda Hanya Dengan Melihat 5 Hal Ini

Saat periksa ke dokter, Anda biasanya akan menjalani pemeriksaan fisik dasar — misalnya cek mulut, mata, suhu tubuh, hingga detak jantung. Dokter mungkin juga akan melakukan tes darah atau tes pencitraan untuk memastikan diagnosis penyakit Anda. Namun, tahukah Anda bila dokter bisa menyimpulkan kesehatan tubuh pasiennya hanya dengan melihat saja. Kira-kira hal apa saja yang dilihat dokter untuk mencari tahu kesehatan tubuh pasiennya?

Lima kondisi tubuh yang dicek saat Anda periksa ke dokter

1. Postur tubuh

Langkah pertama Anda masuk ke ruang konsultasi, dokter sebenarnya sudah mengamati postur tubuh Anda. Postur tubuh Anda secara tidak langsung menjadi cerminan kondisi fisik maupun emosional Anda.

Misalnya, Anda berjalan lambat dengan punggung sedikit membungkuk dan muka tertunduk. Ini bisa menandakan Anda sangat merasa lemah karena sakit, kekurangan energi, atau merasa depresi. Sementara pasien yang berjalan dengan ekspresi cerah dan percaya diri menunjukkan kabar baik. Entah pasien datang untuk melaporkan kondisinya yang bertambah baik atau pengobatan yang dijalaninya cocok.

2. Suara

Selain postur tubuh, dokter akan mengamati bagaimana suara Anda. Jika Anda memiliki suara yang serak dan sering berdeham (batuk kecil yang ditahan), kemungkinan besar Anda adalah seorang perokok. Terlebih bila dokter juga menyadari adanya bau asap rokok dari napas atau pakaian Anda, kuku yang menguning, serta garis halus di sekitar bibir akibat kebiasaan merokok.

Dari suara juga dokter bisa langsung tahu bahwa pasiennya memiliki masalah dengan saluran pernapasan.

3. Mata

menghilangkan kantung bawah mata

Orang yang sehat memiliki warna putih mata yang cerah, dan tentunya mata mereka tidak terlihat lelah.

Munculnya lingkaran hitam di sekitar mata disertai warna kulit yang pucat bisa menandakan kondisi tubuh sedang tidak sehat. Selain itu, warna putih mata yang menguning bisa menjadi tanda dari penyakit kuning alias jaundice. Dari kondisi mata, dokter bisa menilai kemungkinan penyakit kuning tersebut diakibatkan oleh penyakit hati.

Sementara mata yang membengkak bisa menjadi petunjuk reaksi alergi, penyakit ginjal, atau penyakti tiroid. Penyakit ginjal bisa menyebabkan protein albumin yang menahan cairan dalam pembuluh darah hilang. Kadar albumin yang rendah akibat keluar dari jaringan bisa menyebabkan mata bengkak.

4. Bau mulut

Ada alasan kenapa dokter selalu mengecek kesehatan mulut Anda terlebih dahulu. Selain untuk melihat keadaan gigi, bau mulut juga bisa menjadi pertanda dari suatu penyakit.

Dilansir dari Reader Digest, Luiza Petre, MD,seorang ahli jantung dan spesialis gizi, berpendapat bahwa mulut yang berbau busuk mungkin pertanda bahwa pasien memiliki diabetes, penyakit hati, refluks lambung, gangguan pencernaan, atau berbagai infeksi mulut.

5. Kulit

Kulit pucat bisa jadi pertanda bahwa kondisi tubuh sedang tidak fit ketika Anda periksa ke dokter. selain itu, ruam kemerahan atau kulit bersisik juga bisa disebabkan oleh macam-macam penyakit kulit serta penyakit autoimun seperti lupus. Warna kulit yang kekuningan adalah pertanda penyakit kuning yang disebabkan oleh gangguan pada hati. Sementara itu, munculnya ruam di sekitar ujunghepatitis C infection (necrolytic acral erythema). “> kaki dan tungkai bawah bukan hanya pertanda alergi, tapi bisa menandakan infeksi hepatitis.

Kemudian, berubahnya warna kulit menjadi lebih gelap pada lipatan di kulit atau persendian bisa menjadi tanda penyakit kelenjar adrenal, seperti penyakit Addison. Pengerasan kulit yang tidak normal disertai pembengkakan bisa disebabkan oleh sklerosis sistemik.

Meski begitu, diagnosis penyakit tidak bisa diresmikan hanya dengan melihat perawakan fisik Anda. Jadi, usahakan untuk menguraikan sejelas mungkin tentang gejala-gejala dan perubahan kondisi yang Anda alami saat periksa ke dokter, ya!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What’s Causing My Yellow Skin? https://www.healthline.com/health/jaundice-yellow-skin#pictures-of-jaundice. Diakses pada 24 Mei 2018.

Things Your Doctor Can Tell Just By Looking at You. https://www.rd.com/health/wellness/things-your-doctor-can-tell-just-by-looking-at-you/. Diakses pada 24 Mei 2018.

Skin can show first signs of some internal diseases. https://www.aad.org/media/news-releases/skin-can-show-first-signs-of-some-internal-diseases. Diakses pada 24 Mei 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji pada 15/06/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x