home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengenal Manfaat Ruang Terbuka Hijau untuk Kesehatan

Mengenal Manfaat Ruang Terbuka Hijau untuk Kesehatan

Menurut Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, setiap kota diharapkan memiliki area ruang terbuka hijau (RTH) setidaknya sebesar 30%, dengan rincian 20% RTH publik dan 10% RTH privat. Sayangnya, banyak kota yang masih belum mencapai target tersebut. Padahal tak hanya baik untuk lingkungan, adanya ruang terbuka hijau juga dapat memberi manfaat untuk kesehatan masyarakat.

Manfaat ruang terbuka hijau untuk kesehatan

Berdasarkan UU No. 26 tahun 2007, ruang terbuka hijau adalah area memanjang atau jalur tempat tumbuhnya tanaman yang penggunaannya bersifat terbuka.

Pembuatan RTH berfungsi untuk mengurangi tingkat polusi. Hal ini diperlukan mengingat indeks kualitas udara di kota-kota besar cenderung rendah akibat polusi kendaraan maupun industri.

Namun, tak sekadar membersihkan udara. Menjaga lingkungan dengan mengurangi polusi dan lebih hijau juga berdampak baik bagi kesehatan masyarakat.

1. Mengurangi risiko terkena penyakit pernapasan

Menghirup polutan di udara dapat membuat saluran pernapasan teriritasi. Dalam jangka panjang, paparan polutan dapat menimbulkan gejala seperti sesak napas, batuk, mengi, serangan asma, dan nyeri dada.

Bila terus terpapar polusi udara, risiko Anda mengalami penyakit paru-paru jadi meningkat. Risiko ini semakin berbahaya bagi bayi dan anak-anak, orang-orang yang banyak bekerja di luar ruangan, dan orang yang sudah memiliki penyakit paru-paru.

Ruang terbuka hijau dapat membantu mengurangi risiko timbulnya penyakit dan gejala dengan mengurangi tingkat polusi udara.

2. Mendukung masyarakat untuk lebih sering beraktivitas fisik

Kita tahu bahwa gaya hidup yang lebih aktif dapat membantu menghindarkan Anda dari risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes. Keberadaan RTH dapat mendorong masyarakat untuk lebih sering beraktivitas fisik, lho.

Manfaat ini terbukti dalam penelitian yang terbit di American Journal of Preventive Medicine. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kemudahan akses ke tempat terbuka hijau meningkatkan frekuensi aktivitas fisik masyarakat sebesar 48,4 persen.

Berolahraga di ruang terbuka hijau bisa menjadi pilihan yang lebih mudah dan hemat bila dibandingkan dengan pergi ke tempat fitness.

3. Mengoptimalkan perolehan vitamin D

Beraktivitas di ruang terbuka dapat membantu memenuhi asupan vitamin D. Sebagian besar dari kebutuhan vitamin D dapat diperoleh dari paparan sinar matahari.

Vitamin D sangatlah penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, terutama untuk kepadatan tulang. Paparan sinar matahari sangat diperlukan untuk orang-orang yang sudah lanjut usia, mengingat kemampuan tubuh mereka dalam mencerna vitamin D sudah berkurang.

Namun, jangan habiskan waktu terlalu lama di bawah sinar matahari. Paparan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Jangan lupa menggunakan tabir surya sebelum Anda keluar rumah.

4. Bantu mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati

Stres jangka panjang dapat menimbulkan masalah kesehatan pada tubuh. Maka dari itu, stres tidak bisa dibiarkan terlalu lama.

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk menangkal stres adalah menghabiskan waktu di ruang terbuka hijau. Banyak studi menunjukkan bahwa paparan visual alam seperti pohon, rumput, dan bunga mengurangi stres secara efektif, terutama bila tingkat stres yang dimiliki cukup tinggi.

Selain itu, berjalan-jalan di lingkungan alam yang hijau juga dapat membantu meningkatkan aktivitas otak, melatih mindfulness, serta membantu Anda dalam membentuk pikiran yang positif. Secara keseluruhan, ini dapat membantu membuat suasana hati menjadi lebih baik.

5. Menjaga sistem imun tubuh

Paparan langsung ke ruang hijau juga bisa membantu menjaga dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Finlandia, sistem kekebalan tubuh anak-anak akan meningkat bila mereka lebih sering menghabiskan waktu di ruang hijau.

Hal tersebut bisa terjadi sebab paparan lingkungan alam dapat menjaga keseimbangan mikrobioma dalam tubuh yang nantinya dapat membuat fungsi sistem kekebalan tubuh mereka bekerja lebih baik.

6. Meningkatkan kreativitas

Bagi Anda yang bekerja di industri kreatif, salah satu hal yang dapat menghambat produktivitas adalah pikiran yang buntu. Kalau sudah begini, cobalah pergi ke luar rumah atau ke ruang terbuka hijau terdekat.

Alam dipercaya dapat meningkatkan kreativitas Anda dengan membangkitkan cara berpikir yang baru, meningkatkan rasa ingin tahu, serta mendorong pemikiran yang lebih fleksibel.

Karena inilah banyak orang yang kerap pergi ke luar rumah untuk mencari inspirasi dan mengembangkan ide.

7. Meningkatkan kualitas tidur

Sebuah penelitian yang dilakukan di Australia menunjukkan, orang-orang yang tinggal di lingkungan yang lebih hijau memiliki kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan dengan orang-orang yang tempat tinggalnya jauh dari lingkungan hijau.

Kaitan di antara keduanya belum diketahui secara pasti. Namun kemungkinan besar, orang-orang yang tinggal di area hijau lebih banyak melakukan aktivitas fisik serta memiliki tingkat stres yang lebih rendah. Kedua hal tersebut dapat membantu tidur jadi lebih nyenyak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Understanding Air Pollution. (n.d.). Respiratory Health Association. Retrieved 17 November 2021, from https://resphealth.org/clean-air/understanding-air-pollution/

Roslund, M. I. et al. (2020) Biodiversity intervention enhances immune regulation and health-associated commensal microbiota among daycare children. Science Advances, Vol. 6, no. 42, eaba2578. Retrieved 17 November 2021.

Urban Green Spaces and Health. (2016). World Health Organization. Retrieved 17 November 2021, from https://www.euro.who.int/en/health-topics/environment-and-health/urban-health/publications/2016/urban-green-spaces-and-health-a-review-of-evidence-2016

The Health Benefits of Park. (2006). The Trust for Public Land. Retrieved 17 November 2021, from https://www.tpl.org/sites/default/files/cloud.tpl.org/pubs/benefits_HealthBenefitsReport.pdf

 

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 01/12/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.