backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Amankah Terapi Gas Hidrogen untuk Kesehatan?

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 20/09/2022

Amankah Terapi Gas Hidrogen untuk Kesehatan?

Belakangan ini, terapi hidrogen menjadi ramai dibicarakan lantaran diduga memiliki manfaat “menyembuhkan” berbagai penyakit. Namun, apa sebenarnya kegunaan hidrogen untuk medis serta apa saja potensi manfaatnya bagi kesehatan? Selisik penjelasan selengkapnya berikut ini.

Kegunaan hidrogen dalam terapi medis

Hidrogen adalah gas tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak beracun yang mengikat unsur-unsur lain seperti oksigen, nitrogen, dan karbon.

Gas ini bisa membentuk berbagai senyawa, seperti gula dan air.

Nah, seperti yang kita tahu, molekul air terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen.

Sebagian orang percaya kalau tubuh tidak dapat secara efektif menyerap hidrogen dalam air biasa karena terikat dengan oksigen 

Orang-orang menduga bahwa menambahkan hidrogen tambahan akan menghasilkan manfaat yang tidak dapat diberikan oleh air biasa.

Dalam dunia medis, terapi hidrogen sebenarnya masih belum secara umum digunakan sebagai pengobatan.

Meskipun begitu, ada beberapa terapi molekul hidrogen (H2) yang sudah diterapkan untuk pengobatan medis, antara lain:

  • menghirup gas hidrogen, 
  • meminum air H2 (hydrogen water), 
  • mandi hidrogen, 
  • menyuntikkan H2-dissolved saline (larutan hidrogen), 
  • meneteskan larutan hidrogen ke mata, dan 
  • meningkatkan produksi H2 usus oleh bakteri.

Oleh karena itu, ada sebagian perusahaan mengenalkan teknologi yang bekerja sebagai inhalasi gas hidrogen. Alat ini disebut sebagai hydrogen fountain.

Namun, secara ilmiah dan medis apa manfaat dari hidrogen?

Berikut ini adalah sejumlah kegunaan hidrogen dalam terapi atau rehabilitasi medis

1. Berpotensi mengobati cedera otak

hydrogen fountain manfaat

Sebuah uji klinis dari Boston Children’s Hospital (2020) mencoba melihat keamanan gas hidrogen yang dihirup pada orang dewasa yang sehat sebagai terapi terhadap iskemia (kurangnya pasokan darah ke organ).

Peserta akan menghirup campuran gas yang mengandung gas hidrogen konsentrasi rendah di udara melalui kanula hidung aliran tinggi. 

Uji klinis ini menunjukkan potensi dari kegunaan menghirup gas hidrogen sebagai pengobatan awal pasien stroke, serangan jantung, atau henti jantung.

Manfaat tersebut berpotensi dalam menurunkan risiko insiden cedera otak setelah iskemia. 

2. Berpotensi sebagai antioksidan

Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang berkontribusi menyebabkan stres oksidatif, yaitu kondisi yang menjadi penyebab utama peradangan atau pemicu munculnya kanker.

Senyawa antioksidan bisa membantu mengurangi peradangan atau kerusakan sel akibat kanker. 

Sebuah ulasan di dalam jurnal Medical gas research (2011) mencoba meneliti apakah terapi hidrogen dapat meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani pengobatan kanker.

Pengujian tersebut dilakukan selama delapan minggu pada 49 orang yang menerima radioterapi untuk kanker hati.

Setengah dari peserta diinstruksikan untuk minum 1.500 – 2.000 ml air yang diperkaya hidrogen per hari.

Pada akhir percobaan, mereka yang mengonsumsi air gas hidrogen mengalami penurunan kadar hidroperoksida atau penanda stres oksidatif.

Jadi, dapat dikatakan terapi hidrogen bersifat antioksidan karena menurunkan stres oksidatif.

Beberapa penelitian lain juga menunjukkan potensi manfaat yang serupa dari terapi inhalasi gas hidrogen. 

3. Berpotensi menurunkan kolesterol tinggi

kolesterol normal

Kolesterol tinggi ditandai dengan tingginya kadar kolesterol jahat (LDL) dan kolesterol total, tetapi rendahnya kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh.

Beberapa penelitian menunjukkan mungkin ada kegunaan gas hidrogen dalam mengurangi penanda stres oksidatif, salah satunya kolesterol.

Satu studi dalam Journal of lipid research (2013) mencoba mengamati efek konsumsi air dengan molekul hidrogen pada pengidap sindrom metabolik. 

Penelitian ini dilakukan selama 10 minggu pada 20 orang untuk minum 0,9 – 1 liter air yang diperkaya hidrogen per hari.

Di akhir uji coba, peserta mengalami penurunan LDL atau kolesterol jahat dan kolesterol total. Ini juga diikuti dengan peningkatan kolesterol HDL atau kolesterol baik.

Hasil pengujian ini menunjukkan hidrogen berpotensi baik secara medis untuk mengatasi kolesterol tinggi.

Namun, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memperkuat bukti temuan tersebut. 

Apakah aman mengisap gas hidrogen?

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengisap gas hidrogen sebagai terapi cukup aman. 

Ulasan di dalam Critical care explorations (2021) menyimpulkan bahwa menghirup gas hidrogen 2,4% tidak menyebabkan efek yang merugikan pada orang dewasa yang sehat. 

Meskipun penelitian menunjukkan hasil positif, pengujian di masa depan tetap diperlukan untuk mengevaluasi keamanan terapi hidrogen lebih lanjut.

Terapi hidrogen memang memiliki potensi manfaat untuk menjaga kesehatan.

Namun, sejumlah terapi yang sudah ada atau dilakukan masih belum dipraktikan secara umum di dalam dunia medis.

Masih dibutuhkan lebih banyak pengujian ilmiah untuk memastikan keamanan, efek samping, dan manfaat mendasar terapi hidrogen.

Kesimpulan

  • Terapi gas hidrogen menunjukkan sejumlah potensi dan kegunaan bagi kesehatan.
  • Penggunaan inhalasi hidrogen belum terbukti menyembuhkan penyakit. 
  • Terapi gas hidrogen cukup aman diberikan dengan jumlah yang dibatasi.
  • Beberapa studi kecil menunjukkan bahwa terapi hidrogen berpotensi sebagai antioksidan dan penurun kolesterol.
  • Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efek kesehatan terapi ini.  

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 20/09/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan