Setiap lekuk pada bagian wajah memengaruhi keseluruhan tampilan. Tidak hanya hidung, mata, dan bibir, ada pula filtrum yang tak kalah penting.
Setiap lekuk pada bagian wajah memengaruhi keseluruhan tampilan. Tidak hanya hidung, mata, dan bibir, ada pula filtrum yang tak kalah penting.

Filtrum (philtrum) adalah alur garis tengah di bagian bibir atas yang membentang dari atas bibir ke hidung.
Di tengah-tengah alur garis, ada lekukan yang cekung dengan dua tonjolan yang disebut pilar lateral.
Filtrum sudah terbentuk sejak usia kehamilan tiga minggu dan terbentuk sempurna pada minggu ke-13.
Kegagalan pembentukan atau penyatuan filtrum bisa menyebabkan sumbing.
Filtrum berfungsi untuk membuat mulut bisa bergerak dan meregang lebih leluasa.
Fungsi tersebut berasal dari protein kulit bernama kolagen dan elastin. Keduanya membuat kulit kencang dan lentur.
Philtrum juga merupakan tempat berkumpulnya serat-serat otot bibir utama. Hal ini membantu membuka dan menutup mulut, mengunyah, serta mengunci bibir dengan rapat.
Selain fungsi di atas, kegunaannya masih belum diketahui secara jelas.
Bentuk lekukan atas bibir bisa dipengaruhi oleh kondisi berikut.
Seiring bertambah usia, ukuran filtrum semakin melebar dan panjang.
Namun, proses penuaan membuat kolagen dan elastin berkurang sehingga menjadi kurang menonjol.
Genetik yang dibawa oleh ayah dan ibu kandung memengaruhi bentuk philtrum Anda.
Tak hanya itu, gangguan genetik pun bisa memengaruhi bentuk fisik, termasuk lekukan atas bibir.
Masalah kesehatan saat hamil bisa memengaruhi bentuk janin.
Akibatnya, bayi bisa lahir cacat yang ditandai dengan bentuk lengkungan atas bibir tertentu.

Ada berbagai bentuk lekukan atas bibir. Ukurannya ternyata menentukan kondisi kesehatan seseorang.
Beberapa hal yang diukur yaitu panjang, lebar, kedalaman cekungannya.
Bentuk philtrum ini tidak menonjol, tidak ada cekungan atau cekungan yang sangat dangkal di antara kedua tonjolan.
Kondisi ini sering ditemukan pada sindrom alkohol janin.
Ibu hamil yang mengonsumsi alkohol bisa meracuni janin di dalam kandungan.
Akibatnya, bayi berisiko terlahir mengalami cacat fisik dan gangguan kecerdasan. Bentuk lekukan atas bibir juga berisiko lebih mendatar.
Filtrum datar juga ditandai dengan bibir atas sangat tipis dan hidung pendek.
Filtrum memiliki dua tonjolan dan satu cekungan di bagian tengah.
Bila tonjolan tampak berlebihan, cekungan di tengahnya menjadi lebih dalam.
Kondisi ini biasanya ditemukan pada masalah kesehatan berikut.
Masalah kesehatan ini biasanya diikuti dengan gangguan kecerdasan, pertumbuhan terhambat, otot melemah, dan masalah jantung.
Filtrum memisahkan antara hidung dengan bibir bagian atas.
Philtrum panjang artinya jarak antara hidung dan bibir atas di atas rata-rata, tepatnya lebih dari 1,3 cm pada bayi baru lahir.
Ada banyak masalah kesehatan yang ditandai dengan philtrum panjang, yaitu hilangnya kromosom tertentu, gangguan perkembangan saraf, dan sindrom William.
Pada sindrom William, tampilan wajah yang terlihat, yaitu mulut lebar, gigi kecil, rahang kecil, dan tulang pipi menonjol.
Filtrum pendek adalah panjang di bawah rata-rata, tepatnya kurang dari 0,7 cm.
Mengutip situs MedlinePlus, penyebab philtrum pendek, di antaranya:
Pada sindrom DiGeorge dan oral-facial-digital, kondisi juga ditandai dengan bibir sumbing.
Philtrum lebar adalah jarak dari satu tonjolan ke tonjolan lain yang membentang lebih luas daripada rata-rata, tepatnya lebih dari 1,28 cm pada anak usia 4 – 5 tahun.
Kondisi ini juga bisa muncul akibat lengkungan atas bibir yang lebih datar.
Philtrum lebar ditemukan pada beberapa kelainan, di antaranya sindrom Ackerman, sindrom Pierpont, dan sindrom Nicolaides-Baraitser.
Pada sindrom Ackerman, tanda lain yang bisa diamati pada wajah adalah bibir atas menebal tanpa lengkungan.
Pada sindrom Pierpont, bibir atas tipis dan bibir tebal di bagian bawah.
Ciri-ciri wajah khas orang dengan sindrom Nicolaides-Baraitser, yaitu bibir bawah tebal, ujung hidung runcing, dan lubang hidung lebar.
Lekukan atas bibir yang menyempit adalah jarak dari satu puncak ke puncak lain yang terlalu pendek atau menyempit, panjangnya kurang dari 0,75 cm pada usia 4 – 5 tahun.
Kondisi ini terjadi pada sindrom fronto-okular dan Alzahrani-Kuwahara. Kedua sindrom ini muncul akibat mutasi gen dan gangguan masalah saraf.
Pada sindrom fronto-okular, tanda-tanda yang bisa diamati, di antaranya sumbing pada bibir dan langit-langit, ukuran kepala kecil, dan lubang hidung kecil.
Ciri-ciri sindrom Alzahrani-Kuwahara, di antaranya alis melengkung, mata miring ke bawah, dan hidung lebar.
Bentuk philtrum menandakan kondisi kesehatan bawaan seseorang. Pada kasus sumbing, masalah ini bisa diatasi dengan operasi bibir sumbing. Meski begitu, kelainan lainnya perlu mendapatkan penanganan dari dokter.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Philtrum: MedlinePlus Medical Encyclopedia Image. (2022). Retrieved 13 December 2022, from https://medlineplus.gov/ency/imagepages/9012.htm
Online Research Resources Developed at NHGRI. (2022). Retrieved 13 December 2022, from https://elementsofmorphology.nih.gov/anatomy-philtrum.shtml
Short philtrum Information | Mount Sinai – New York. (2022). Retrieved 13 December 2022, from https://www.mountsinai.org/health-library/symptoms/short-philtrum
Piccinin, M., & Zito, P. (2022). Anatomy, Head and Neck, Lips. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507900/
Philtrum, Smooth. (2022). Retrieved 13 December 2022, from https://elementsofmorphology.nih.gov/index.cgi?tid=3abca500a8f1872a
Hoyme, H. E., Hoyme, D. B., Elliott, A. J., Blankenship, J., Kalberg, W. O., Buckley, D., Abdul-Rahman, O., Adam, M. P., Robinson, L. K., Manning, M., Bezuidenhout, H., Jones, K. L., & May, P. A. (2015). A South African Mixed Race Lip/Philtrum Guide for Diagnosis of Fetal Alcohol Spectrum Disorders. American journal of medical genetics. Part A, (4), 752. https://doi.org/10.1002/ajmg.a.37023
Igarashi M, Kajii T. Normal values for physical parameters of the head, face and hand in Japanese children. Jinrui Idengaku Zasshi. 1988 Mar;33(1):9-31. https://doi.org/10.1007/bf01891237. PMID: 3392845.
U.S. National Library of Medicine. (n.d.). Long Philtrum (concept ID: C1865014) – MedGen – NCBI. National Center for Biotechnology Information. Retrieved December 13, 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/medgen/351278
Williams Syndrome, Williams Beuren Syndrome: Causes, Symptoms & Treatment. (2022). Retrieved 13 December 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15174-williams-syndrome
DiGeorge syndrome (22q11.2 deletion syndrome) – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 13 December 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/digeorge-syndrome/symptoms-causes/syc-20353543
Oral-Facial-Digital Syndrome – NORD (National Organization for Rare Disorders). (2022). Retrieved 13 December 2022, from https://rarediseases.org/rare-diseases/oral-facial-digital-syndrome/
Facts about microcephaly. Centers for Disease Control and Prevention. (2020, October 23). Retrieved December 13, 2022, from https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/microcephaly.html
U.S. National Library of Medicine. (n.d.). Deep Philtrum (concept ID: C1839797) – MedGen – NCBI. National Center for Biotechnology Information. Retrieved December 13, 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/medgen/374311
Abrishami, M., & Mahdavi Shahri, N. (2014). Photographic study of lip anthropometric pattern development in the fars family in mashhad. Anatomical Sciences Journal, 11(4), 175-182. https://anatomyjournal.ir/article-1-83-en.pdf
U.S. Department of Health and Human Services. (n.d.). National Institutes of Health. Retrieved December 13, 2022, from https://elementsofmorphology.nih.gov/index.cgi?tid=1fdb03ff8bb336d0
hU.S. National Library of Medicine. (n.d.). Broad Philtrum (concept ID: C1854111) – MedGen – NCBI. National Center for Biotechnology Information. Retrieved December 13, 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/medgen/344210
Ackerman, J. L., Ackerman, A. L., & Ackerman, A. B. (1973). A new dental, ocular and cutaneous syndrome. International Journal of Dermatology, 12(5), 285-289. https://doi.org/10.1111/j.1365-4362.1973.tb00056.x
Burkitt Wright, E. M., Suri, M., White, S. M., Leeuw, N. D., Vulto-van Silfhout, A. T., Stewart, F., McKee, S., Mansour, S., Connell, F. C., Chopra, M., Kirk, E. P., Devriendt, K., Reardon, W., Brunner, H., & Donnai, D. (2011). Pierpont Syndrome: A Collaborative Study. American Journal of Medical Genetics. Part a, 155(9), 2203-2211. https://doi.org/10.1002/ajmg.a.34147
Nicolaides-Baraitser syndrome: MedlinePlus Genetics. (2015). Retrieved 13 December 2022, from https://medlineplus.gov/genetics/condition/nicolaides-baraitser-syndrome/
Conditions, G. (2019). Roberts syndrome: MedlinePlus Genetics. Retrieved 13 December 2022, from https://medlineplus.gov/genetics/condition/roberts-syndrome/
ALZAHRANI-KUWAHARA SYNDROME (Concept Id: C5543274) – MedGen – NCBI. (2022). Retrieved 13 December 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/medgen/1782127
Versi Terbaru
29/12/2022
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Angelin Putri Syah