Kenapa Minum Kopi Bikin Buang Air Besar?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Efek minum kopi lebih dari sekadar bikin mata melek. Kita tahu bahwa kafein dalam kopi bersifat diuretik ringan. Artinya, minum kopi membuat tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak dari biasanya (baca: bolak-balik kencing).

Nah, bagi sebagian orang — lebih tepatnya sekitar 30 persen manusia di muka bumi — minum kopi selalu membuat mereka merasa kebelet buang air besar. Mungkin tampak tidak masuk akal bahwa efek minum kopi, yang dianggap sebagai minuman diuretik (atau membuat dehidrasi), dapat mengakibatkan buang air besar. Dan lagipula, dehidrasi merupakan penyebab umum dari sembelit.

Jika Anda salah satu orang yang langganan bolak-balik BAB sebagai efek minum kopi, Anda mungkin bertanya-tanya apa alasan di balik rahasia semesta yang satu ini.

Efek minum kopi pada sistem pencernaan

Menurut para ilmuwan, senyawa kimia dalam kopi dapat merangsang distal usus. Senyawa kimia dalam kopi merangsang kontraksi otot di usus besar yang mirip dengan kontraksi perut yang Anda alami setelah makan — untuk membantu mendorong limbah keluar dari tubuh Anda dengan lebih cepat. Tapi masih belum jelas senyawa kimia mana (dari ratusan bahan kimia aktif dalam kopi) yang bertanggung jawab untuk rangsangan ini.

Kopi juga dapat memicu pelepasan gastrin, hormon yang diproduksi di dalam perut dan dikenal meningkatkan aktivitas motorik di usus besar, yang akan mempercepat gerakan usus. Karena daerah dari usus besar ini berada paling dekat dengan dubur, peneliti menyimpulkan bahwa peningkatan aktivitas di sana bertanggung jawab untuk efek pencahar dari kopi.

Di samping itu, sifat asam kopi menyebabkan peningkatan produksi asam lambung dan asam empedu dalam tubuh. Hati membuat empedu dan menyimpannya dalam kantung empedu, dan kopi dapat membuat kantung empedu melepaskan empedu ke dalam usus sehingga menyebabkan diare. Bisa jadi, peningkatan keasaman dalam tubuh secara keseluruhan membuat perut membuang limbahnya keluar lebih cepat dari biasanya.

Yang lebih mengejutkannya lagi, efek minum kopi decaf (tanpa kafein) pun sama-sama menunjukkan reaksi kebelet buang air besar. Hal ini menyebabkan para peneliti menyimpulkan bahwa penyebab buang air besar setelah minum kopi bukan berasal dari kafein, tetapi ada zat lain dalam kopi yang bertanggung jawab untuk reputasi minuman hitam pahit ini sebagai obat pencahar.

Ingin BAB setelah minum kopi? Mungkin karena gula dan creamer-nya

Sebuah studi tahun 2003 yang diterbitkan dalam Journal of Human Nutrition dan Dietetics, dilansir dari Live Science menemukan bahwa ketahanan tubuh yang kuat terhadap sifat diuretik kopi sering muncul pada individu yang secara teratur mengonsumsi kopi. Tapi, terlepas dari kopi itu sendiri, jika Anda menambahkan bahan pemanis, produk susu, atau topping non-dairy lain ke dalam cangkir kopi Anda, ini dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem pencernaan tubuh.

Pemanis buatan dalam campuran kopi dapat menyebabkan kembung, gas, dan diare. Produk susu seperti susu, whip cream, dan/atau krimer mengandung gula yang disebut laktosa. Laktosa bisa memicu diare dan keluhan pencernaan lainnya bagi orang-orang yang memiliki intoleran laktosa. Bahkan di antara mereka yang tidak memiliki kondisi ini pun, kemampuan untuk mencerna laktosa cenderung menurun seiring dengan bertambahnya usia — yang membuat mereka lebih rentan untuk bolak-balik ke belakang sebagai efek minum kopi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Kenapa perokok lebih gampang sakit? Merokok ternyata memiliki dampak berbahaya terhadap daya tahan tubuh. Lalu apa yang bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Biasanya seseorang akan cenderung mengurung diri ketika dirundung cemas hebat. Padahal, ini cara menghilangkan rasa cemas yang salah. Ada cara yang benar

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gerak peristaltik dan sindrom usus malas

Mengulik Gerak Peristaltik dan Hubungannya dengan Sindrom Usus Malas

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit