Daya Tahan Tubuh Kita Makin Menurun Setelah Usia 25

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda merasa bahwa semakin Anda bertambah usia, Anda akan semakin mudah merasa kelelahan? Jika iya, Anda tidak sendirian. Karena ternyata, sistem pertahanan tubuh Anda memang cenderung menjadi lebih lemah seiring bertambahnya usia. Jadi, jangan heran jika Anda sedang mengeluh kelelahan, akan ada teman Anda yang berkata “faktor U”, alias usia.

Kebugaran tubuh akan berkurang 1% setelah menginjak usia 25 tahun

Penuaan tidak hanya terjadi pada kulit, namun juga pada sistem imun tubuh. Seperti yang telah Anda ketahui, sistem kekebalan tubuh berperan dalam membuat sel dan antibodi yang dapat melindungi tubuh Anda dari bakteri, virus, toksin, dan lain-lain.

Sayangnya, kemampuan tubuh dalam menangkal serangan tersebut dapat menurun. Hal ini tersebut dikenal dengan  immunosenescence, yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh Anda lupa terhadap cara menangkal serangan penyakit dari bakteri, virus, dan toksin.  

Selain itu, seiring bertambahnya usia, tubuh juga akan mengalami perubahan pada sel individu dan seluruh organ tubuh, yang dapat berakibat pada perubahan fungsi dan penampilan pada tubuh.

Apa yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh saat kita bertambah usia?

Sistem kekebalan tubuh Anda adalah berupa sel, jaringan, dan organ kompleks yang berperan dalam mempertahankan tubuh Anda dari serangan infeksi dari bakteri, virus, toksin, dan sebagainya. Saat ada infeksi pada tubuh Anda, kelompok sel T akan berkeliling tubuh dan memberikan sinyal bahwa terdapat infeksi.

Namun, di saat Anda bertambah usia, sel T yang terbentuk akan menjadi lebih sedikit karena thymus (kelenjar kecil yang berada di belakang tulang dada) menyusut. Hal tersebut membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih tidak efisien, terutama dalam menghadapi jenis virus yang baru. Akibatnya, daya tahan tubuh hanya mampu melawan serangan bakteri dan virus yang sudah pernah menyerang sebelumnya, namun tak berdaya menghadapi bakteri dan virus yang baru.

Apa akibatnya jika daya tahan tubuh ikut menua?

Sistem kekebalan tubuh yang menua tentu dapat berakibat buruk kepada daya tahan tubuh Anda, terutama dalam melawan infeksi bakteri, virus, toksin, dan lain-lain. Beberapa akibat dari sistem kekebalan tubuh yang menua adalah:

1. Kurang optimal dalam merespon vaksin

Vaksin adalah bahan antigenetik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu infeksi atau penyakit, sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit pada tubuh.

Namun, di saat Anda menua, maka tubuh Anda akan kurang efektif dalam merespon vaksin yang Anda terima. Hal tersebut terjadi karena semakin menua, sel T yang dihasilkan oleh tubuh lebih sedikit. Oleh karena itu, kebanyakan vaksin perlu obat baru supaya bisa bekerja lebih efektif.

2. Lebih rentan sakit

Sudah jelas bahwa jika daya tahan tubuh Anda melemah, maka tubuh Anda akan lebih rentan sakit karena kurangnya kemampuan tubuh dalam melawan penyakit.

3. Proses penyembuhan luka lebih lambat

Sebagai konsekuensi dari sistem kekebalan yang menurun, maka tubuh akan lebih sedikit menghasilkan sel darah putih. Akibatnya, proses penyembuhan luka akan berjalan lebih lambat.

Bagaimana Anda tahu kapan sistem kekebalan tubuh Anda menua?

Sayangnya, tidak ada satu tes pun yang dapat memberi tahu Anda jika sistem kekebalan tubuh Anda sudah tidak berfungsi secara optimal. Namun, Anda dapat mengukur tingkat kebugaran tubuh Anda, di antaranya dengan tes kecepatan, kekuatan, daya ledak, dan daya tahan tubuh Anda saat berolahraga.

Lalu, bagaimana caranya agar Anda tetap sehat meskipun usia terus bertambah?

Tentunya, sebagai sebuah sistem yang kompleks, sistem kekebalan tubuh memerlukan pemeliharaan yang baik untuk membuatnya tetap berfungsi optimal meskipun usia Anda terus bertambah. Beberapa hal sederhana yang dapat Anda lakukan di antaranya adalah dengan tidur yang cukup, hindari stres, olahraga rutin, makan makanan yang sehat dan bergizi, dan hindari merokok.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Jenis-Jenis Pijat dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Badan pegal bisa jadi lebih segar setelah dipijat. Ada beragam jenis pijat yang memberikan manfaat yang berbeda-beda. Anda lebih suka yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Pengobatan Alternatif, Pengobatan Herbal dan Alternatif 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Merkuri dan Berbagai Bahayanya untuk Kesehatan Anda

Sebenarnya, seberapa bahaya merkuri untuk kesehatan tubuh Anda? Apakah merkuri hanya ada di pertambangan? Cek selengkapnya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan, Informasi Kesehatan 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Posisi Tidur yang Aman dan Nyaman Saat Sakit Leher

Posisi tidur yang salah sering kali membuat Anda terbangun dengan leher sakit. Tenang, coba posisi tidur ini untuk meredakan sakit leher Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Jenis Minuman yang Baik dan yang Perlu Dibatasi untuk Asam Lambung

Selain memilih jenis makanan yang dikonsumsi, Anda juga perlu tahu jenis minuman untuk asam lambung agar gejalanya tidak kambuh. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
daun mimba

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tips pendinginan setelah lari

6 Jenis Pendinginan yang Wajib Dilakukan Setelah Lari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat infeksi jamur vagina

Jangan Digaruk! Ini 2 Jenis Obat Infeksi Jamur Vagina untuk Meredakan Gejala

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit