Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Aroma menyengat dari spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Tak jarang, menghirup aroma spidol jadi bikin kecanduan. Padahal, lama-kelamaan kebiasaan mencium spidol ini akan mengundang segudang bahaya bagi tubuh.

Spidol mengandung xylene, bahan kimia yang berbahaya

Ada beberapa kandungan bahan kimia di dalam spidol. Salah satunya adalah xylene, bahan kimia yang memiliki aroma khas. Xylene tidak hanya digunakan pada spidol tapi juga pada banyak barang-barang rumah tangga lainnya, seperti tinner, cat dan vernis.

Xylene adalah bahan kimia beracun. Partikelnya yang sangat kecil memungkinkan untuk masuk ke dalam tubuh ketika dihirup. Menghirup racun spidol dapat memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang. Bahan kimia ini dapat menimbulkan gejala inhalasi mirip ketika orang menggunakan obat penenang atau alkohol, yang efeknya bisa bertahan hingga 15 sampai 45 menit.

Dari hasil studi yang dikutip dari Toxicological Profile for Xylene, Agency for Toxic Substances and Disease Registry, efek jangka pendek dari xylene bisa mengganggu pernapasan, pusing, sakit kepala dan kehilangan memori jangka pendek.

Sedangkan efek jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan kerusakan hati, ginjal dan sistem saraf pusat. Beberapa merek spidol juga mengandung propyl alcohol yang tidak terlalu beracun tetapi dapat mengiritasi mata, hidung dan tenggorokan.

Berbagai bahaya mencium spidol

Jika kandungan xylene pada spidol masuk ke paru-paru, hal itu dapat menyebabkan luka serius pada paru-paru atau bahkan adanya kematian. Jika xylene dihirup dalam jumlah yang kecil, Anda  mungkin akan mengalami batuk, tersedak, sesak napas, warna kulit membiru, dan peningkatan denyut jantung jadi lebih cepat. Perlu diingat juga kalau gejala ini bisa terjadi segera atau selama 24 jam setelah Anda mencium aroma spidol.

Jika terkena mata, apa bahayanya?

Paparan uap ke mata adalah jenis paparan uap xylene yang paling umum terjadi. Jika cairan spidol mengenai mata atau paparan uap xylene spidol mengenai mata, Anda mungkin akan mengalami kemerahan, nyeri, pembengkakan pada kantung mata, dan penglihatan kabur setelah mata terkena spidol.  Yang harus Anda lakukan spidol mengenai mata adalah membilas mata dengan air mengalir sampai terasa lebih baik.

Jika terkena kulit, apa bahayanya?

Bila kulit Anda terkena spidol, mungkin hanya akan menimbulkan iritasi kulit yang ringan. Namun jika cairan spidol terserap ke dalam kulit, hal itu dapat menimbulkan efek seperti kemerahan, bengkak, nyeri, gatal dan kering. Untuk mencegah gejala ini terjadi, baiknya segera cuci area kulit yang terkena spidol dengan sabun dan air setidaknya selama 15 menit setelah terpapar. Jika gejala terus berlanjut, segeralah konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit