home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Meski "Wangi", Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Meski "Wangi", Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat dari spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Tak jarang, menghirup aroma spidol jadi bikin kecanduan. Padahal, lama-kelamaan kebiasaan mencium spidol ini akan mengundang segudang bahaya bagi tubuh.

Spidol mengandung xylene, bahan kimia yang berbahaya

Ada beberapa kandungan bahan kimia di dalam spidol. Salah satunya adalah xylene, bahan kimia yang memiliki aroma khas. Xylene tidak hanya digunakan pada spidol tapi juga pada banyak barang-barang rumah tangga lainnya, seperti tinner, cat dan vernis.

Xylene adalah bahan kimia beracun. Partikelnya yang sangat kecil memungkinkan untuk masuk ke dalam tubuh ketika dihirup. Menghirup racun spidol dapat memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang. Bahan kimia ini dapat menimbulkan gejala inhalasi mirip ketika orang menggunakan obat penenang atau alkohol, yang efeknya bisa bertahan hingga 15 sampai 45 menit.

Dari hasil studi yang dikutip dari Toxicological Profile for Xylene, Agency for Toxic Substances and Disease Registry, efek jangka pendek dari xylene bisa mengganggu pernapasan, pusing, sakit kepala dan kehilangan memori jangka pendek.

Sedangkan efek jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan kerusakan hati, ginjal dan sistem saraf pusat. Beberapa merek spidol juga mengandung propyl alcohol yang tidak terlalu beracun tetapi dapat mengiritasi mata, hidung dan tenggorokan.

Berbagai bahaya mencium spidol

Jika kandungan xylene pada spidol masuk ke paru-paru, hal itu dapat menyebabkan luka serius pada paru-paru atau bahkan adanya kematian. Jika xylene dihirup dalam jumlah yang kecil, Anda mungkin akan mengalami batuk, tersedak, sesak napas, warna kulit membiru, dan peningkatan denyut jantung jadi lebih cepat. Perlu diingat juga kalau gejala ini bisa terjadi segera atau selama 24 jam setelah Anda mencium aroma spidol.

Jika terkena mata, apa bahayanya?

Paparan uap ke mata adalah jenis paparan uap xylene yang paling umum terjadi. Jika cairan spidol mengenai mata atau paparan uap xylene spidol mengenai mata, Anda mungkin akan mengalami kemerahan, nyeri, pembengkakan pada kantung mata, dan penglihatan kabur setelah mata terkena spidol. Yang harus Anda lakukan spidol mengenai mata adalah membilas mata dengan air mengalir sampai terasa lebih baik.

Jika terkena kulit, apa bahayanya?

Bila kulit Anda terkena spidol, mungkin hanya akan menimbulkan iritasi kulit yang ringan. Namun jika cairan spidol terserap ke dalam kulit, hal itu dapat menimbulkan efek seperti kemerahan, bengkak, nyeri, gatal dan kering. Untuk mencegah gejala ini terjadi, baiknya segera cuci area kulit yang terkena spidol dengan sabun dan air setidaknya selama 15 menit setelah terpapar. Jika gejala terus berlanjut, segeralah konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Harmful effects xylene http://www.livestrong.com/article/101063-harmful-effects-xylene/ Diakses pada 14 Juni 2017

Xylene https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2996004/ Diakses pada 14 Juni 2017

Xylene Poisoning https://medlineplus.gov/ency/article/002829.htm  Diakses pada 14 Juni 2017

 


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 21/09/2020
x