Ini Akibatnya Pada Mata Jika Anda Terburu-buru Pakai Maskara

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Riasan mata bagi wanita merupakan salah satu elemen yang wajib digunakan ketika  menghadiri pesta ataupun hanya sekadar untuk tampilan sehari-hari. Namun tak jarang maskara yang Anda pakai untuk melentikkan bulu mata bisa rontok dan masuk ke mata. Selain perih dan mengganggu penampilan, ternyata ada bahaya kesehatan tersendiri yang mungkin terjadi akibat mata terkena maskara. Kira-kira, apa saja bahaya atau risiko mata terkena kosmetik?

Beragam bahaya yang mungkin terjadi akibat mata terkena maskara

Pada umumnya wanita memang lebih rentan mengalami alergi pada mata, atau iritasi dan infeksi seperti konjungtivitis (mata merah). Kondisi ini tanpa disadari bisa dipicu oleh penggunaan macam-macam riasan mata — seperti maskara, kohl, eyeliner, hingga eyeshadow.Terlebih, kalau Anda tidak higienis terhadap penggunaan kosmetik di sekitar mata.

Berikut tiga hal yang mungkin terjadi ketika mata terkena maskara.

1. Rentan terkena infeksi bakteri

Mata itu sendiri sudah sangat sensitif. Selain itu, jarak antara bulu mata dengan kornea bisa dibilang sangat tipis, yang memungkinkan debu-debu yang tersangkut di antaranya rontok ke bawah, termasuk “remahan” tinta maskara.

Tapi tidak hanya pemakaian maskara yang dapat menyebabkan infeksi bakteri di mata. Memakai eyeliner pada garis mata, kadang juga disebut sebagai waterlining, bisa mengontaminasi dan menghambat kelenjar mata yang khusus bertugas mengeluarkan minyak untuk melindungi kornea.

Dr. Shalini Sood-Mendiratta, MD, seorang ahli mata dari ClevelandClinic menemukan bahwa partikel dari kosmetik mata yang masuk ke dalam mata ini baru bisa dibersihkan dalam beberapa jam kemudian. Tak jarang juga partikel yang lama berdiam diri dalam mata Anda bisa menyebabkan mata kering atau mata sensitif.

2. Kornea mata bisa tergores

Memulas makeup dengan terburu-buru dapat menyebabkan mata tercolok aplikator sikat atau kuas makeup. Ini menyebabkan bakteri atau bahan-bahan kimia yang ada dalam makeup mata bisa langsung mengenai kornea mata. Hasilnya, mata terasa pedih, merah dan berair. Kornea mata yang kecolok sikat maskara juga dapat berisiko tergores dan menyebabkan abrasi kornea. Kondisi ini perlu ditangani oleh dokter mata secara langsung.

Untuk amannya, ikuti tips memulasi makeup mata berikut ini

Dr. Sood menghimbau untuk menyimpan alat-alat kosmetik dengan benar. Jangan gunakan wadah bekas yang tidak bersih untuk menyimpak produk riasan mata. Kemudian, tidak disarankan untuk meletakkan kosmetik di tempat bersuhu di atas 29 derajat celcius atau meninggalkannya di mobil dalam waktu lama. Suhu panas bisa mendatangkan bakteri baru dan merusak zat pengawet pada produk makeup mata yang bertujuan untuk melindungi produk makeup dari pertumbuhan bakteri.

Perlu diketahui, kalau kedaluwarsa makeup mata pada umumnya tidak lebih dari 2 tahun masa pemakaian. Jadi, pastikan Anda selalu memerhatikan dan mengganti makeup yang sekiranya sudah melewati batas waktu pemakaian. Buang maskara, eyeliner, atau riasa mata yang berbentuk cair lainnya bila sudah mengering. Jangan mencoba untuk “mendaur” ulang masa pakainya dengan menghangatkannya dalam air hangat atau ditambahkan air, dengan alasan yang sama seperti di atas.

Dilarang juga untuk berbagai makeup mata dengan orang lain, karena mudah terkena infeksi bakteri dari satu orang ke orang lain. Dan yang paling penting, jangan mengaplikasikan segala bentuk kosmetik di dalam mata atau lapisan dalamnya saat Anda memakai lensa kontak. Jika demikian, hal ini bisa memicu iritasi mata dan juga bisa menyebabkan lebih banyak infeksi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit