backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Pentingnya Kembali ke Sentuhan Hangat dengan Transpulmin

Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

    Pentingnya Kembali ke Sentuhan Hangat dengan Transpulmin

    Melalui Transpulmin, produk balsam berbahan alami yang dapat menghangatkan badan sekaligus meringankan gejala flu pada bayi dan anak, Menarini Indonesia meluncurkan kampanye terbaru, yaitu “Kembali ke Sentuhan Hangat”, pada Rabu (31/1) di Paloma Resto, Jakarta.

    Kampanye ini dilakukan dengan diskusi bersama mom-fluencer, Aubry Beer, dan para narasumber ahli, yang meliputi Orissa Rinjani sebagai Psikolog Pendidikan di Rumah Dandelion, dr. Dimple Nagrani, Sp. A sebagai dokter anak, Idham Hamzah sebagai Presiden Direktur dari Menarini Indonesia, serta turut hadir Amanda Dian Pratiwi sebagai Brand Manager dari Transpulmin.

    Pentingnya kembali ke sentuhan hangat ibu

    transpulmin - ibu memegang bayi skin to skin

    Transpulmin membahas pentingnya skin-to-skin pada bayi atau sentuhan langsung sebagai salah satu solusi keterbatasan waktu bonding untuk ibu bersama si Kecil.

    Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk waktu berkualitas yang cukup dan selalu hadir di setiap tahapan kehidupan.

    Namun terkadang, kegiatan yang terlalu sibuk, pola kerja, dan pesatnya pertumbuhan teknologi tak ayal membuat membuat quality time antara ibu modern dan anak menjadi lebih terbatas, atau bahkan terancam tidak ada sama sekali, termasuk kontak skin-to-skin.

    Contohnya dalam acara ini, seperti yang dinyatakan oleh Aubry Beer, seorang ibu yang juga aktif sebagai mom-fluencer, presenter, dan pengusaha.

    “Di tengah kondisi dan kesibukan saat ini, aku selalu berusaha memberikan waktu dan menjadikan anak-anakku prioritas. Namun, 24 jam sehari rasanya tidak pernah cukup untuk berbagi perhatian kepada kedua buah hati yang usianya berdekatan, ditambah kesibukanku berwirausaha sekaligus menjadi presenter. Berbagai cara aku lakukan agar kedekatan dengan anak tetap terjaga,terlebih kualitas bonding-nya,” ujar Aubry.

    Padahal, kurangnya bonding antara ibu dan anak dikhawatirkan akan berdampak pada optimalisasi perkembangan anak.

    Pasalnya, momen skin-to-skin termasuk hal yang sangat penting dalam pembentukan ikatan antara ibu dan anak.

    Terlebih, usapan ibu dipercaya memiliki keajaiban yang tidak tergantikan bagi anak, terutama saat di Kecil dalam kondisi kurang sehat.

    Ini karena sentuhan merupakan bahasa pertama bayi. Maka itu, sentuhan hangat ibu menenangkan dan menstabilkan sejak bayi baru lahir.

    Skin-to-skin contact sangat bermanfaat untuk menstabilkan emosi, pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Banyak penelitian yang telah menunjukkan bahwa sentuhan termasuk skin-to-skin contact bukan hanya memberikan kenyamanan, namun meningkatkan hormon cinta (hormon oksitosin) yang memberikan keuntungan kepada ibu dan bayi. Pada ibu dapat menurunkan risiko post partum depression, dan pada bayi serta anak dapat mempercepat proses pemulihan.

    dr. Dimple Nagrani, Sp.A

    Pentingnya kedekatan ibu dan anak ini juga ditegaskan oleh psikolog Orissa Rinjani, yang menyatakan salah satu cara menguatkan ikatan antara ibu dan anak adalah melalui “The power of mom’s touch“, kontak skin-to-skin dengan anak yang dilakukan sejak awal dan secara konsisten.

    Dengan kembali ke sentuhan hangat, kontak langsung yang diiringi dengan interaksi hangat memiliki dampak positif bagi kehidupan anak, bahkan hingga dewasa.

    Manfaat sentuhan hangat ibu untuk anak antara lain, sebagai berikut.

    • Meningkatkan ikatan dan kecerdasan emosional anak.
    • Membangun rasa percaya, aman, dan dicintai pada anak.
    • Mengurangi stres anak.
    • Menurunkan risiko masalah perilaku dan kesehatan mental anak.

    Bahkan, ikatan antara ibu dan anak merupakan landasan perkembangan emosional, sosial, dan kognitif yang tak pernah lekang oleh waktu.

    Meski demikian, Orissa juga menambahkan, “Penting bagi para ibu untuk menyadari, baik ibu rumah tangga maupun bekerja, kita tidak bisa mengharapkan kesempurnaan di semua aspek di waktu yang bersamaan.”

    Selain itu, menurut jurnal The Research Moms of Edison Research, walaupun peran seorang ayah dalam pengasuhan anak mengalami peningkatan, faktanya ibu tetap memiliki lebih banyak beban pikiran (mental load), khususnya terkait urusan anak dan rumah tangga.

    Perlu diingat!

    Terlepas dari masalah bekerja atau tidak bekerja, penting bagi ibu untuk membuat keputusan secara sadar dan memiliki kesiapan menghadapi konsekuensi dari pilihan yang diambil. Dengan begitu, ibu tetap bisa merencanakan kegiatan waktu berkualitas sesuai kondisi masing-masing untuk bisa “kembali ke sentuhan hangat” bersama anak pada waktu yang sangat terbatas.

    Cara kembali ke sentuhan hangat ibu

    transpulmin - kembali ke sentuhan hangat ibu

    Menarini Indonesia, sebagai perusahaan farmasi dan diagnostik terkemuka dengan standard Eropa, telah hadir di 140 negara di seluruh dunia, dengan pengalaman lebih dari 130 tahun.

    Melalui kampanye “Kembali ke Sentuhan Hangat”, Transpulmin ingin mengingatkan kembali dampak yang berarti dari sentuhan hangat seorang ibu kepada masyarakat Indonesia.

    Mendukung momen skin-to-skin bagi para ibu Indonesia, Idham Hamzah, menyatakan, “Sebagai pemimpin pasar untuk balsam bayi dan anak, Transpulmin di bawah naungan Menarini Indonesia, senantiasa memastikan bahan-bahan berkualitas tinggi.”

    Idham melanjutkan, “Telah menjadi produk warisan lebih dari 25 tahun, menjadikan Transpulmin sebagai produk terpercaya, serta menjadi solusi ketika anak mengalami gejala flu dan batuk dengan memberikan kehangatan lembut dan tahan lama.”

    Transpulmin, sebagai produk balsam andalan untuk bayi dan anak, bertekad untuk terus mendampingi para ibu

    di Indonesia dalam memberikan rasa hangat lebih lama, sehingga mampu menjaga tubuh saat anak sakit dan mencegah situasi yang tidak diinginkan.

    “Mendukung peran ibu, kami senantiasa menjalankan kegiatan edukasi dengan berbagi ilmu dan konten edukatif lainnya kepada para ibu,” ujar Amanda Dian Pratiwi.

    Penggunaan Transpulmin sudah mulai diterapkan oleh Aubry sendiri sebagai usaha untuk meningkatkan quality time dan bonding dengan kedua anaknya.

    “Dengan meluangkan waktu 15—20 menit untuk quality time bersama Nadhira dan Namira sebelum tidur; mengusap badannya dengan Transpulmin, sekaligus melakukan pijat ringan, membuat anak-anak merasa hangat dan nyaman,” pungkas Aubry.

    Dari ritual sederhana tersebut, Aubry mengaku berhasil membuat anak pertamanya, Nadhira, selalu “menagih” untuk menggunakan Transpulmin sebelum tidur. Alhasil, si Kecil juga jadi lebih cepat dan lebih nyenyak tidurnya.

    Dengan begitu, kembali ke sentuhan hangat dengan Transpulmin terbukti bisa jadi solusi untuk anak-anak dalam mendapatkan kenyamanan dan ketenangan dari Aubry sebagai ibunya.

    Ditambah, hubungan sang ibu dan kedua anak ini pun semakin dekat.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Fakta medis diperiksa oleh

    Hello Sehat Medical Review Team


    Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan