7 Tanda dan Gejala Multiple Sclerosis yang Harus Diwaspadai Sejak Awal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Mengidap penyakit multiple sclerosis (MS) berarti tubuh mengalami masalah pada sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel saraf pusat, terutama di bagian otak, sumsum tulang belakang, dan saraf mata. Penyakit ini memiliki gejala yang bermacam-macam sehingga seseorang sering kali tidak sadar terkena penyakit ini. Ada yang mengalami satu gejala, kemudian berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelahnya timbul gejala yang berbeda. Sebuah penelitian menyebutkan, dari awal munculnya gejala sampai dengan diagnosis multiple sclerosis membutuhkan waktu tujuh tahun lamanya. Lantas, apa saja gejala multiple sclerosis itu?

Tanda dan gejala multiple sclerosis

1. Gangguan penglihatan

Bila Anda mengalami mata buram setelah terlalu lama menatap layar komputer, ini termasuk hal yang wajar. Akan tetapi, jika penglihatan cenderung meredup, buram, menimbulkan penglihatan ganda, bahkan sampai kehilangan penglihatan, terutama hanya pada satu mata, maka kondisi ini disebut dengan neuritis optik.

Neuritis optik merupakan satu gejala umum multiple sclerosis yang menyebabkan radang saraf mata. Penderita cenderung merasakan sakit saat menggerakkan bola mata atau penurunan penglihatan pada warna-warna yang mencolok. Contohnya, warna merah akan terlihat lebih pudar dan kusam menjadi merah keabu-abuan. Meski demikian, neuritis optik tidak selalu dikaitkan dengan multiple sclerosis karena bisa juga disebabkan oleh infeksi, kekurangan vitamin, atau penyakit autoimun lannya.

2. Masalah keseimbangan dan sakit kepala

Salah satu gejala awal multiple sclerosis adalah vertigo atau sakit kepala hebat yang membuat kepala terasa berputar-putar. Penderita merasa seperti sedang berada di dalam suatu ruangan yang bergerak atau sedang berada di dalam kapal yang berayun, akibatnya timbul mual, muntah, hingga tidak mampu untuk bergerak atau berpindah tempat.

Serangan vertigo atau pusing memang tidak selalu dikaitkan dengan multiple sclerosis. Kemungkinan bisa juga disebabkan karena adanya masalah pada telinga bagian dalam, anemia, gula darah rendah, hipotensi, atau konsumsi obat-obatan tertentu. Maka, tanyakan pada dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

3. Kelelahan kronis

Waspadalah saat Anda merasakan kelelahan yang cenderung parah dan tidak kunjung mereda hingga berminggu-minggu. Pasalnya, ini bisa menjadi salah satu gejala multiple sclerosis yang sedang menggerogoti saraf tulang belakang Anda. Rasa lelah yang kronis membuat penderita akan merasa kesulitan untuk melakukan berbagai hal, bahkan aktivitas yang paling sederhana sekalipun.

Gejala kelelahan kronis juga bisa disebabkan karena komplikasi tiroid, kekurangan vitamin, anemia, dan kondisi medis serius lainnya. Jadi, jangan anggap enteng jika Anda merasakan hal ini secara terus-menerus dan segeralah kunjungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

4. Kesemutan dan mati rasa

Kesemutan dan mati rasa yang dirasakan selama berhari-hari merupakan gejala awal multiple sclerosis yang perlu diwaspadai. Hal ini merupakan pertanda bahwa sistem saraf pusat di otak dan sumsum tulang belakang mulai mengalami kerusakan sehingga otak tidak mampu untuk mengirimkan sinyal pergerakan ke bagian tubuh lainnya.

Bagian tubuh yang mengalami kesemutan biasanya dirasakan pada wajah, lengan, tangan, dan kaki sehingga penderita menjadi sulit untuk berjalan. Beberapa di antaranya merasakan sensasi air yang menetes di sekujur tubuh atau seperti ada serangga yang sedang merangkak di kulit mereka.

5. Penurunan fungsi kandung kemih dan usus

Penurunan fungsi kandung kemih merupakan salah satu gejala yang terjadi pada 80 persen penderita multiple sclerosis. Menurut Kathleen Costello, seorang praktisi perawat dan wakil bidan akses kesehatan di National Multiple Sclerosis Society, banyak penderita yang mengeluh mereka lebih sering bolak-balik ke kamar mandi karena tidak mampu menahan kencing (inkontinensia urine), terutama di malam hari.

Beberapa penderita juga memiliki masalah dengan fungsi ususnya, di antaranya mengalami konstipasi, diare, dan pergerakan usus yang tidak terkendali.

6. Masalah kognitif dan emosional

Dilansir dari WebMD, setengah dari penderita multiple sclerosis mengembangkan beberapa masalah kognitif, di antaranya masalah daya ingat, masalah bahasa, gangguan tidur, gangguan daya ingat, kesulitan multitasking, dan masalah konsentrasi atau memusatkan perhatian. Hal ini disebabkan karena sistem saraf di otak mengalami gangguan sehingga membuat penderita menjadi sulit mengendalikan dirinya untuk menjalankan fungsi tubuh secara teratur.

Ketika mencapai gejala secara emosional, penderita multiple sclerosis cenderung menjadi mudah tersinggung, depresi, dan perubahan suasana hati secara drastis sehingga dapat menangis atau tertawa secara tiba-tiba.

7. Otot kaku dan kejang

Menurut National Multiple Sclerosis Society, setengah dari orang yang didiagnosis dengan multiple sclerosis mengalami rasa sakit kronis yang disertai dengan kejang, kelemahan anggota tubuh, dan otot kaku. Rasa kaku paling umum terjadi pada bagian otot kaki karena menjadi bagian yang menumpu beban tubuh secara keseluruhan.

Bila Anda mengalami salah satu atau lebih gejala multiple sclerosis di atas, segera konsultasikan pada dokter. Dokter kemungkinan akan melakukan sejumlah tes untuk memastikan gejala yang dirasakan, di antaranya:

  • Pemeriksaan darah untuk melihat kemungkinan munculnya masalah lain dengan gejala yang mirip dengan multiple sclerosis, seperti penyakit lyme.
  • Pemeriksaan untuk mengukur kecepatan sinyal pada saraf tubuh.
  • Pemeriksaan MRI untuk melihat area kerusakan pada organ otak.
  • Pemeriksaan pada tulang belakang untuk memeriksa kondisi cairan yang mengalir di otak dan sumsum tulang belakang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Kandungan dalam berbagai produk pembersih rumah bisa menimbulkan masalah kesehatan. Bagaimana cara memilih dan mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Beberapa jenis tanaman untuk kamar membawa efek menenangkan dan mampu membersihkan udara dari polusi, bau, dan jamur. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
minum teh saat hamil

3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Jika Suka Minum Teh Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mudah dihipnotis

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat buah mangga

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit