Awas, Sakit Gigi Bisa Sebabkan Stroke. Begini Penjelasannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan orang sering menyepelekan gusi bengkak sampai pada akhirnya memicu sakit gigi yang parah. Selain membuat Anda mengalami kesulitan berbicara dan mengunyah makanan, sakit gigi pada dasarnya bisa mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan. Bahkan sebuah studi menunjukkan jika berawal dari sakit gigi, seseorang bisa mendapatkan beragam komplikasi penyakit yang membahayakan tubuh, termasuk risiko terkena stroke.

Sakit gigi macam apa yang bisa menyebabkan stroke?

Berdasarkan hasil penelitian dari sejumlah negara seperti Jerman, Perancis, Swedia, India, dan Korea, beberapa penyakit gusi memang berkaitan dengan stroke. Berikut ini adalah beberapa penyakit gusi yang diketahui bisa menyebabkan stroke.

  • Penyakit gusi ringan, seringnya disebut dengan gingivitis atau radang gusi. Sebuah studi terbaru dari Swedia melakukan penelitian terhadap lebih dari seribu orang untuk mengetahui keterkaitan penyakit gusi dengan stroke. Hasilnya, para periset melaporkan bahwa gingivitis jelas terkait dengan stroke.
  • Penyakit gusi serius, seringnya disebut dengan periodontitis yang menyebabkan kerusakan parah pada gusi.
  • Periodontitis parah dapat menyebabkan kerusakan gigi yang pada akhirnya bisa menyebabkan gigi ompong. Gigi ompong merupakan pertanda silent stroke. Silent stroke adalah stroke yang tidak diketahui orang (terselubung) karena tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas. Akibatnya, banyak orang mengabaikannya. Namun, seiring berjalannya waktu stroke yang terselubung bisa menimbulkan masalah keterbatasan seperti demensia.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa orang dengan penyakit gusi mulai dari tingkatan ringan sampai berat sama-sama memiliki risiko lebih besar mengidap stroke dibandingkan orang yang tidak berpenyakit gusi.

Bagaimana sakit gigi bisa sebabkan stroke?

Berbagai masalah gigi seperti yang sudah dijelaskan umumnya diawali dengan penyakit gusi. Penyakit gusi berawal dari adanya plak di gigi yang tidak pernah dibersihkan. Kemudian lambat laun plak-plak tersebut akan berkembang jadi karang gigi, hingga akhirnya terjadi peradangan gusi.

Nah, saat gusi meradang, ada jalan masuk kuman ke dalam tubuh manusia. Bakteri yang membawa berbagai macam penyakit tersebut pada akhirnya bisa masuk ke pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan.

Penyumbatan pembuluh darah yang terjadi di otak inilah yang kemudian memicu stroke. Tidak hanya stroke, penyumbatan pembuluh darah tersebut juga bisa menyebabkan seseorang mengalami penyakit jantung. Namun, memang tergantung di mana letak penyumbatannya.

Karena bakteri yang ada di mulut dan gigi letaknya lebih dekat ke otak, maka sakit gigi sangat berisiko menyebabkan penyumbatan pembuluh darah di otak.

Apa jenis stroke yang disebabkan karena sakit gigi?

Salah satu penelitian dari Jerman yang dipublikasikan di jurnal Stroke melaporkan bahwa orang-orang yang menderita penyakit gusi lebih rentan terhadap stroke iskemik. Stroke iskemik adalah jenis stroke yang terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke area otak terhalang oleh bekuan darah. Stroke iskemik bertanggung jawab atas 87 persen dari total kasus stroke.

Bagaimana cara merawat gigi untuk menghindari risiko stroke?

Salah satu alasan terbesar mengapa orang tidak merawat gigi adalah kekhawatiran biaya. Padahal, perawatan gigi bisa dicegah dengan cara sederhana. Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di antaranya:

  • Sikat gigi setidaknya dua kali sehari (saat bangun pagi dan sebelum tidur) dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Tidak menyikat gigi dengan terlalu keras. Hal tersebut tidak hanya bisa menyebabkan gusi robek, tapi juga mengikis lapisan enamel gigi yang relatif tipis. Akibatnya, gigi Anda jadi lebih sensitif.
  • Melakukan flossing gigi dengan benang setidaknya sekali sehari.
  • Hindari mengonsumsi makanan manis. Tidak perlu menghentikan konsumsi gula sama sekali untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Anda hanya perlu membatasi konsumsinya.
  • Berhenti merokok.
  • Rajin berkujung ke dokter gigi minimal enam bulan sekali. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Setelah mengalami stroke, Anda mungkin akan menderita atrofi atau kelemahan otot wajah, lengan, atau kaki. Ketahui cara mengatasi atrofi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
alergi bawang putih

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit