Aneurisma adalah bagian yang lemah pada dinding pembuluh darah, biasanya arteri (jenis pembuluh darah yang membawa darah kaya akan oksigen ke jaringan). Seiring waktu, bagian lemah pada dinding arteri menjadi lebih lemah seiring pertumbuhan aneurisma. Kadang aneurisma bisa pecah dan menyebabkan stroke hemoragik, jenis stroke yang disebabkan oleh perdarahan di dalam otak. Sekitar 8% dari semua stroke disebabkan oleh pecahnya aneurisma.

Apa yang menyebabkan terjadinya aneurisma?

Tidak diketahui alasan aneurisma muncul di otak pada beberapa orang dan tidak muncul pada orang-orang lainnya. Pada banyak kasus, aneurisma diturunkan melalui gen, tetapi tekanan darah tinggi dan merokok juga bisa mempengaruhi perkembangan aneurisma juga. Sekitar 5% populasi di Amerika setidaknya satu menderita aneurisma pada otak, tetapi 80% dari mereka tidak akan pernah dipengaruhi oleh perdarahan dalam otak.

Aneurisma otak biasanya terjadi pada bagian arteri yang terbagi ke dalam beberapa cabang. Arteri berikut dalam otak cenderung untuk mengalami aneurisma:

  • Anterior arteri (30%)
  • Posterior arteri (25%)
  • Arteri serebral (20%)

Apa saja faktor yang meningkatkan risiko perdarahan dan pecahnya aneurisma?

Ketika aneurisma pecah, hal itu menyebabkan perdarahan yang banyak di otak dan mengarah ke stroke hemoragik. Secara umum, aneurisma akan berdarah selama situasi tekanan darah tinggi.

Hal ini bisa terjadi bahkan pada orang yang menderita tekanan darah tinggi kronis. Tekanan darah tinggi yang datang dan pergi bisa terjadi karena banyak alasan, termasuk:

  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain dan amfetamin
  • Situasi stres tinggi
  • Orgasme

Aneurisma cenderung berdarah setelah mencapai ukuran lebih dari 10 milimeter, atau sekitar sepertiga inci.

Apa gejala aneurisma?

Aneurisma kecil seringnya tidak menyebabkan gejala apapun kecuali saat berdarah. Namun terkadang, pertumbuhan aneurisma mungkin akan menekan pembuluh darah atau struktur di sekitarnya saat tumbuh dan menyebabkan sakit kepala, penglihatan ganda, atau nyeri di sekeliling mata ketika Anda melihat sekitar. Bila aneurisma berdarah, orang sering merasa “sakit kepala thunderclap” dan sering disebut sebagai “sakit kepala terburuk di sepanjang hidup”, juga nyeri dan kaku pada leher. Mereka mungkin juga menunjukkan gejala stroke umum. Pada 10% orang dengan aneurisma pecah, perdarahan terjadi di dalam otak sangatlah banyak sehingga banyak yang meninggal sebelum mencapai rumah sakit.

Apa yang terjadi setelah aneurisma pecah dan berdarah?

Prognosis setelah perdarahan aneurisma bervariasi, tergantung pada ukuran perdarahan tersebut. Umumnya, sampai dengan 50% orang dengan perdarahan otak meninggal karena komplikasi perdarahan itu sendiri. Ada juga risiko tinggi terjadinya perdarahan lagi pada saat waktu perdarahan pertama. 4% orang bisa berdarah kembali dalam kurun waktu 24 jam pertama setelah episode awal perdarahan. Pada akhir minggu kedua setelah perdarahan, mereka memiliki 15 sampai 20% risiko perdarahan kembali.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca