Fase Demam Berdarah Pada Anak dan Orang Dewasa, Sama Atau Beda?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit demam berdarah menyerang siapa pun tanpa pandang bulu. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga orang yang sudah tua. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk pembawa virus dengue melalui gigitan di kulit. Jadi, tak heran jika ada satu atau dua orang dalam satu keluarga atau lingkungan yang terkena demam berdarah bersamaan.

Infeksi virus dengue akan ditunjukkan dalam beberapa fase. Namun, apakah fase demam berdarah pada anak berbeda dengan orang dewasa? Yuk, simak jawabannya dari dokter spesialis penyakit dalam yang ditemui langsung oleh Tim Hello Sehat di RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/11).

Fase demam berdarah pada anak dan orang dewasa

gejala demam berdarah

Virus demam berdarah memengaruhi beberapa sistem tubuh, yaitu sistem imun, sistem hati, dan juga pembuluh darah. Jika seseorang terinfeksi demam berdarah, ia akan mengalami fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhan. Pada fase inilah sistem tubuh anak mulai diserang oleh virus demam berdarah.

Nah, ternyata ketiga fase demam berdarah tersebut dialami oleh segala usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. “Ya, fasenya sama. Namun, belum tentu terjadi kebocoran plasma (plasma leaked) di fase kritis. Ini tergantung pada respons tubuh setiap orang dan faktor risiko lainnya,” tegas Dr. dr. Leonard Nainggolan, Sp.PD-KPTI, dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Fase demam menandakan bahwa sistem imun sedang mencoba melawan peradangan yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Demam akibat DBD sangat khas, yaitu terjadi secara mendadak dengan suhu tubuh lebih dari 39 derajat Celcius.

Selain demam tinggi mendadak, pasien akan merasakan gejala lain seperti nyeri otot, sakit kepala, mual dan muntah, serta rasa sakit di belakang mata. Biasanya demam ini akan terjadi selama 2 sampai 7 hari. Setelah melewati fase demam, pasien DBD akan mengalami fase kritis.

Sama seperti namanya, fase kritis menandakan kondisi serius yang perlu pengobatan segera. Pasalnya, pada beberapa kasus, pasien sering kali mengalami perdarahan dan kebocoran plasma darah. Kondisi ini terjadi akibat plasma darah keluar dari saluran pembuluh darah karena celah pada sel endotel terus membesar.

Kebocoran plasma darah ini dapat menyebabkan pasien merasakan sakit perut parah, mimisan, muntah terus-menerus, dan pembesaran organ hati.

Jika pasien tidak mengalami kebocoran plasma atau bisa melewati fase ini, maka tubuh akan mencoba pulih kembali. Fase ini disebut dengan fase penyembuhan dan pasien akan kembali mengalami demam. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Kesehatan pasien berangsur-angsur membaik dan gejala perlahan berkurang. Pasien akan kembali bisa makan dengan lahap dan mulai menjalani aktivitas seperti biasanya.

Namun, fase demam pada anak sering menyebabkan dehidrasi

penyebab anak demam

Pada fase awal demam berdarah, ada satu gejala tambahan yang bisa terjadi pada anak yaitu dehidrasi. Dibanding orang dewasa, anak-anak cenderung lebih mudah kurang cairan saat demam tinggi.

Suhu tubuh yang panas bisa mengurangi jumlah kadar cairan di dalam tubuh. Apalagi anak-anak belum bisa merawat dirinya sendiri dengan minum cukup air atau belum mampu memberi tahu orangtuanya kapan ia butuh minum.

Untuk menghindarinya, asupan cairan saat demam harus ditingkatkan. Bukan cuma air putih, orangtua bisa memberikan minuman elektrolit, jus buah, maupun susu. Jangan lupa untuk mengompres tubuh anak dengan handuk hangat supaya badan si kecil jadi lebih nyaman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Beragam Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Masa Pemulihan DBD

Masa pemulihan pasca demam berdarah tidak kalah pentingnya seperti saat perawatan. Perhatikan hal berikut ini agar proses pemulihan berjalan dengan lancar.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
pemulihan pasca demam berdarah
Hidup Sehat, Tips Sehat 06/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips dan Trik Meningkatkan Nafsu Makan Saat Terkena DBD

Demam berdarah sering menyebabkan hilang nafsu makan. Coba lakukan beberapa tips untuk menambah nafsu makan ini agar proses pemulihan tetap lancar.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
cara menambah nafsu makan
Nutrisi, Hidup Sehat 06/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Trik Memenuhi Kebutuhan Cairan Ketika Terkena DBD

Agar terhindar dari risiko dehidrasi, Anda perlu memenuhi kebutuhan cairan saat DBD. Empat trik ini mampu menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
kebutuhan cairan saat dbd
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/04/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Buah Kaya Manfaat yang Perlu Anda Makan Saat DBD Agar Cepat Pulih

Pasien DBD butuh makan buah untuk menambah asupannya agar cepat pulih. Apa saja buah yang dianjurkan untuk pasien demam berdarah?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
manfaat makan buah
Nutrisi, Hidup Sehat 03/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
vitamin untuk mencegah demam berdarah

Pentingnya Asupan Vitamin C untuk Bantu Lawan Demam Berdarah

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 08/04/2020 . Waktu baca 5 menit
gedemam berdarah muntah

Mengapa Tubuh Terasa Lemas Setelah Pengobatan DBD Selesai?

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 08/04/2020 . Waktu baca 5 menit
transfusi darah dbd

Apakah Semua Pasien DBD Perlu Transfusi Ketika Trombosit Turun?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020 . Waktu baca 6 menit
penyebab dbd berulang

Beragam Hal yang Harus Diperhatikan Agar Tidak Terkena DBD Lagi

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit