5 Penyebab Sakit Leher yang Sering Terjadi Pada Anak-Anak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sakit leher dapat terjadi pada siapa pun, termasuk juga anak-anak. Terlebih jika anak Anda cenderung aktif dan sering berolahraga, kadang sakit leher tidak bisa dihindari. Selain karena kebiasaan, apa saja penyebab sakit leher pada anak dan adakah cara aman untuk mengatasinya? Simak informasinya berikut ini, yuk.

Apa saja penyebab sakit leher pada anak?

anak menonton TV dan main gadget

Dikutip dari Healthline, sebuah artikel terbitan Chiropractic and Manual Therapies mengungkapkan bahwa sakit leher pada anak umumnya disebabkan oleh ketegangan otot leher. Rasa nyeri yang ditimbulkan bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebab dan seberapa parah cedera yang dialami anak.

Berbagai penyebab sakit leher pada anak di antaranya:

1. Posisi duduk yang salah

Sakit leher pada anak paling sering disebabkan oleh posisi duduk yang salah dalam jangka waktu yang lama. Contohnya saat bermain komputer atau HP, membaca buku, hingga menonton TV. Jika semua aktivitas ini dilakukan sambil duduk membungkuk atau bahkan tengkurap, maka hal ini dapat meningkatkan risiko sakit leher pada anak.

2. Posisi saat tidur

Melihat anak tidur mungkin menjadi pemandangan yang paling indah bagi para orangtua. Namun, pernahkah Anda memperhatikan posisi tidur anak, sudah benar atau belum, ya?

Jika anak Anda tiba-tiba mengeluh sakit di bagian lehernya saat terbangun, bisa jadi ini karena posisi tidur anak tidak benar. Entah itu terlalu menekuk karena bantalnya terlalu pendek atau membungkuk karena bantalnya terlalu tinggi.

Posisi tidur yang salah ini dapat mengakibatkan ketegangan otot hingga memicu rasa sakit di leher, bahu, dan punggung. Anak Anda mungkin akan merasa kesakitan saat menengok ke samping atau melihat ke bawah karenanya.

3. Cedera olahraga

Wajar saja kalau anak sering terjatuh saat sedang bermain atau berolahraga. Ya, ini karena anak Anda mungkin sedang aktif-aktifnya bergerak dan ingin mengeksplor banyak hal.

Namun hati-hati, terjatuh atau benturan keras di kepala dapat menyebabkan keseleo atau tegang pada leher anak. Maka itu, sebaiknya tetap awasi anak Anda saat sedang bermain, olahraga, atau aktivitas apa pun di luar. Bila cedera leher anak cenderung memburuk dan tak kunjung sembuh, segera bawa anak Anda ke dokter terdekat.

4. Pembengkakan kelenjar getah bening

Selain karena kebiasaan yang buruk, sakit leher pada anak juga dapat disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening. Sebetulnya, hal ini wajar terjadi sebagai respon tubuh terhadap infeksi yang masuk seperti pilek, flu, atau radang tenggorokan.

Meski bermanfaat untuk melawan infeksi yang masuk ke tubuh, pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat menyebabkan nyeri pada satu atau kedua sisi leher. Namun, anak biasanya akan mengeluh sakit di bawah telinga dan rahang.

5. Meningitis

Tidak semua kasus sakit leher pada anak bisa disepelekan. Bila anak Anda terkena demam dan tidak dapat menggerakkan lehernya disertai rasa sakit, maka ini bisa jadi pertanda meningitis.

Selain sakit leher, gejala meningitis pada anak juga disertai dengan sakit kepala, timbul ruam, dan penurunan nafsu makan. Jika anak Anda mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun dan diikuti dengan sakit leher mendadak, segera konsultasikan ke dokter anak terdekat.

Cara ampuh mengatasi sakit leher pada anak

anak tidur

Masalah sakit leher pada anak sebaiknya ditangani sesegera mungkin. Sebab jika terus dibiarkan, anak dapat mengalami nyeri leher kronis dan bahkan dapat terbawa hingga ia dewasa.

Cara mengatasi sakit leher pada anak berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya itu sendiri. Sebagai pertolongan pertama, kompres leher anak dengan kain yang berisi es batu selama 20 menit untuk mengurangi ketegangan otot lehernya.

Bila sakit leher pada anak disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening akibat flu atau pilek, maka hal ini dapat diatasi dengan minum obat flu biasa yang bisa didapatkan di warung, apotek, atau resep dari dokter. Namun ingat, tidak semua obat flu boleh diberikan pada anak yang masih di bawah enam tahun. Jadi, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter untuk mendapatkan obat flu yang tepat untuk anak Anda.

Sementara itu, bila sakit leher disebabkan oleh posisi duduk atau tidur yang salah, maka segera ajarkan anak untuk memperbaikinya. Tunjukkan cara duduk tegak yang benar dengan meluruskan punggungnya saat membaca buku atau menonton tv, untuk mengurangi tekanan pada leher.

Jangan lupa berikan bantal yang empuk dan nyaman untuk anak saat tidur. Salah satu triknya, letakkan gulungan handuk tipis di leher anak saat tidur supaya pergerakan kepalanya tidak terlalu banyak. Alhasil, anak akan terbangun dengan kondisi sehat tanpa mengalami sakit leher.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 16, 2018 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca