Kostokondritis, Nyeri Dinding Dada Karena Radang Jaringan Tulang Rawan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tulang rusuk terhubung ke tulang dada oleh jaringan pelindung yang keras, dinamakan kartilago (cartilage). Ketika kartilago meradang, biasanya Anda mengalami nyeri dinding dada atau dalam istilah medis disebut kostokondritis. Rasa nyeri yang diakibatkan oleh kostokondritis menyerupai serangan jantung. Berikut berbagai penyebab dan berbagai pilihan pengobatannya.

Penyebab kostokondritis

Sumber: Mayo Clinic

Penyebab pasti dari kostokondritis terkadang tidak diketahui secara pasti. Namun, berikut ini beberapa hal yang umumnya bisa menyebabkan rasa nyeri di dinding dada.

  • Cedera. Misalnya, kecelakaan dalam berkendara atau jatuh.
  • Tegangan pada dada. Misalnya mengangkat benda berat, olahraga berat, dan batuk yang terus menerus.
  • Radang sendi. Misalnya osteoarthritis, rheumatoid arthritis (rematik), atau ankylosing spondylitis.
  • Infeksi sendi. Virus, bakteri, dan jamur (misalnya tuberkulosis, sifilis, dan aspergillosis) bisa menyerang sendi tulang rusuk.
  • Pertumbuhan tumor┬ábaik yang bersifat kanker maupun non-kanker di bagian tubuh dekat dada seperti payudara, tiroid, dan paru-paru.

Gejala kostokondritis

Berikut ini berbagai gejala yang akan Anda alami jika memiliki kostokondritis, yaitu:

  • Nyeri yang menyerang sisi kiri tulang dada.
  • Rasa sakit yang tajam dan menusuk seperti ditekan-tekan.
  • Rasa sakit semakin terasa saat mengambil napas dalam-dalam atau batuk.
  • Nyeri terjadi pada lebih dari satu tulang rusuk

Berbagai cara mengobati kostokondritis

Meskipun kondisi ini tidak selalu membutuhkan pengobatan, kostokondritis bisa diobati dengan berbagai cara dari mulai pengobatan hingga terapi.

1. Obat-obatan

obat untuk osteoarthritis

Obat antiradang nonsteroid (NSAID). Ibuprofen (Motrin IB) dan naproxen sodium (Aleve) termasuk jenis NSAID tanpa resep yang bisa Anda beli di apotek terdekat. Namun, dokter biasanya akan meresepkan NSAID yang lebih kuat untuk mengatasi rasa sakit yang parah.

Obat antinyeri narkotika

Rasa nyeri yang sangat menyakitkan biasanya akan diobati dengan obat-obatan yang mengandung kodein seperti hydocodone-acetaminophen (Vicodin, Norco) dan oxycodone-acetaminophen (Tylox, Roxicet, dan Percocet).

Antidepresan

Antidepresan trisiklik seperti amitriptyline, sering digunakan untuk mengendalikan rasa nyeri kronis, terutama jika rasa sakitnya menganggu waktu tidur Anda.

Obat antikejang

Obat epilepsi gabapentin (Neurontin) juga bisa digunakan untuk mengobati rasa sakit akibat kostokondritis karena telah terbukti berhasil mengendalikan nyeri kronis.

2. Terapi

terapi fisik dada
Sumber: Advantage Health

Latihan peregangan

Latihan peregangan ringan untuk otot dada dapat membantu mengendalikan dan mencegah rasa sakit yang semakin parah. Anda bisa mempraktikannya setiap hari sambil mengatur pola napas saat melakukan peregangan.

Stimulasi saraf

Prosedur stimulasi saraf listrik transkutan (TENS) dilakukan dengan mengirimkan arus listrik lemah melalui tambalan perekat pada kulit di dekat area yang terasa nyeri. Hal ini dimaksudkan untuk mengacaukan dan menyembunyikan sinyal rasa sakit serta mencegahnya untuk sampai ke otak.

3. Perawatan rumahan

kompres es dingin
Sumber: Health Ambition

Kompres panas atau dingin pada bagian yang terasa nyeri selama beberapa kali sehari hingga Anda merasa lebih baik. Selain itu beristirahat yang cukup dapat membantu mengendalikan rasa sakit. Hindari kegiatan dan olahraga yang bisa membuat rasa sakit semakin terasa jelas.

Jika berbagai cara ini tidak dapat mengurangi rasa sakit, maka dokter akan memberikan obat untuk mematikan rasa nyeri dan juga kortikosteroid langsung ke dalam sendi yang meradang. Bahkan, jika rasa sakit tak kunjung hilang maka prosedur operasi bisa saja dilakukan jika menjadi satu-satunya pilihan terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Sama-sama Redakan Nyeri, Pahami Beda Acetaminophen, Aspirin, dan Ibuprofen

Banyak yang mengira bahwa obat pereda nyeri, seperti aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen sama khasiatnya, namun tahukah Anda ketiganya punya perbedaan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 12 November 2019 . Waktu baca 5 menit

Elizac

Elizac adalah obat antidepresan dengan kandungan fluoxetine. Cari tahu aturan pakai, efek samping, serta interaksi obat Elizac di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 19 September 2019 . Waktu baca 11 menit

5 Tips Minum Obat Pereda Nyeri Agar Tetap Aman Tanpa Efek Samping

Setiap obat pereda nyeri memiliki efek samping. Untungnya, ada tips yang dapat dilakukan agar obat pereda nyeri yang Anda minum tetap aman dan efektif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 5 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek narkoba pada otak

Efek Narkoba Pada Otak: Dari Kebutaan Sampai Kerusakan Saraf

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 27 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
NSAID untuk autoimun

Apakah Obat-obatan NSAID Bisa Digunakan untuk Penyakit Autoimun?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 3 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
gatal karena kulit kering

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 1 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit