Cara Merawat Anak yang Terkena HIV/AIDS

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sebagaimana orang dewasa, seorang anak yang terkena virus HIV (Human immunodefieciency virus) membutuhkan perawatan tepat agar dapat hidup sehat. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini dapat berkembang menjadi AIDS (acquired immune deficiency syndrome), sehingga akan membuat anak rentan terkena berbagai penyakit. Lalu, bagaimana merawat anak yang terjangkit HIV/AIDS? Simak penjelasan dan tipsnya di bawah ini.

Kondisi anak penderita HIV/AIDS

HIV dapat menular melalui cairan tubuh, seperti darah, sperma, atau air susu ibu (ASI). Penularan ini dapat terjadi pada masa kehamilan, melahirkan, menyusui, berhubungan seks tanpa kondom, atau berbagi jarum suntik. Namun, Virus HIV tidak menular melalui sentuhan.

Biasanya seorang anak terjangkit HIV akibat terinfeksi dari ibunya sendiri pada masa kehamilan, melahirkan, atau menyusui. Anak yang terjangkit HIV menunjukkan berbagai tanda pelemahan sistem kekebalan tubuh, seperti berat badan yang turun dan sulit naik, terus menerus ruam di badan, pembengkakan kelenjar getah bening, diare yang kronis, sariawan yang kronis, dan demam yang berkepanjangan.

Oleh karena itu, anak yang terjangkit HIV perlu mendapat perawatan yang tepat. Bila tidak, seorang anak bisa terdampak penyakit yang serius akibat HIV tersebut, yaitu AIDS (acquired immune deficiency syndrome). Bila sudah berkembang ke AIDS, ia akan memiliki imunitas yang sangat lemah dan akan lebih berisiko terkena penyakit lain yang lebih serius.

Anak yang terjangkit HIV sudah berkembang ke AIDS, biasanya akan menunjukkan gejala penurunan berat badan yang sangat cepat dan drastis, infeksi paru-paru (pneumonia), sarkoma kaposi, dan limfoma (kanker di sel-sel sistem kekebalan tubuh).

Penderita HIV pada anak dan dewasa berbeda. Pada orang dewasa, sistem kekebalan tubuhnya sudah lebih matang, sedangkan sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang. Dengan begitu, meski mengonsumsi obat-obatan HIV, anak penderita HIV lebih mungkin mengalami infeksi bakteri dibandingkan dengan orang dewasa.

Tips merawat anak penderita HIV/AIDS

Berikut beberapa langkah perawatan yang bisa dilakukan untuk merawat anak menderita HIV/AIDS.

  • Pilih dokter anak yang berpengalaman dengan HIV/AIDS

Memilih dokter anak yang punya pengalaman terhadap pasien HIV/AIDS sangatlah penting bagi kesehatan anak Anda. Anda bisa merasa lebih nyaman dan tenang. Perawatan yang dianjurkan pun akan terasa lebih tepat.

  • Konsumsi obat khusus pasien HIV

Memberikan pengobatan sedini mungkin dapat mencegah anak penderita HIV AIDS dari kerusakan yang lebih parah. World Health Organization (WHO) merekomendasikan bahwa semua anak penderita HIV yang berusia di bawah lima tahun dan anak penderita HIV di atas usia lima tahun dengan jumlah sel CD4 kurang dari 500 perlu mendapat pengobatan khusus HIV. Konsultasikan ke dokter Anda untuk pemberian obat ini.

  • Periksakan ke dokter secara berkala

Setelah memulai perawatan, jangan lupa untuk memeriksakan anak Anda secara berkala. Hal ini diperlukan untuk mengetahui perkembangannya dan untuk mencegah penyakit yang lebih serius.

  • Hindari anak dari stres

Meski menderita HIV/AIDS, Anda tidak boleh lupa bahwa dia perlu memiliki pengalaman kecil yang berharga sebagaimana anak kecil lainnya. Hal ini perlu untuk menghindari stres pada anak Anda akibat dari perawatan yang terus menerus dilakukan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Orang dengan HIV/AIDS Susah Gemuk, Plus Solusi Ampuh Naikkan Berat Badan

Orang dengan HIV/AIDS memang cenderung berbadan kurus. Selain karena virus itu sendiri, ada banyak faktor lain yang membuat ODHA susah gemuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
HIV/AIDS, Health Centers 30 Maret 2019 . Waktu baca 6 menit

4 Jenis Tes HIV yang Mungkin Dianjurkan Dokter, Plus Siapa Saja yang Perlu

Tes HIV tidak hanya disarankan untuk orang yang baru saja terinfeksi. Lalu siapa saja yang butuh pemeriksaan HIV, dan apa saja jenis tes yang tersedia?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
HIV/AIDS, Health Centers 8 Maret 2018 . Waktu baca 15 menit

6 Cara Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak

Anak rentan terhadap berbagai penyakit. Untuk itu, orangtua harus meningkatkan sistem imun anak agar selalu sehat. Simak 6 caranya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 24 Februari 2018 . Waktu baca 5 menit

20 Komplikasi dan Bahaya HIV/AIDS pada Kesehatan Tubuh

Jika tidak segera diobati, komplikasi HIV bisa menyerang berbagai organ tubuh lainnya. Apa saja bahaya HIV/AIDS yang mengancam kesehatan penderita?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
HIV/AIDS, Health Centers 19 Desember 2017 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit berisiko pada ODHA

Penyakit yang Paling Berisiko Dialami oleh Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 27 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Pasien Kedua yang Dinyatakan Sembuh dari HIV, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit
ruam kulit HIV

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Ruam Pada Kulit Pengidap HIV

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16 Agustus 2019 . Waktu baca 7 menit
Tips sehat untuk ODHA penderita HIV

Tips Hidup Sehat dan Panjang Umur untuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 30 April 2019 . Waktu baca 10 menit