Cara Merawat Anak yang Terkena HIV/AIDS

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang Maret 21, 2020
Bagikan sekarang

Sebagaimana orang dewasa, seorang anak yang terkena virus HIV (Human immunodefieciency virus) membutuhkan perawatan tepat agar dapat hidup sehat. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini dapat berkembang menjadi AIDS (acquired immune deficiency syndrome), sehingga akan membuat anak rentan terkena berbagai penyakit. Lalu, bagaimana merawat anak yang terjangkit HIV/AIDS? Simak penjelasan dan tipsnya di bawah ini.

Kondisi anak penderita HIV/AIDS

HIV dapat menular melalui cairan tubuh, seperti darah, sperma, atau air susu ibu (ASI). Penularan ini dapat terjadi pada masa kehamilan, melahirkan, menyusui, berhubungan seks tanpa kondom, atau berbagi jarum suntik. Namun, Virus HIV tidak menular melalui sentuhan.

Biasanya seorang anak terjangkit HIV akibat terinfeksi dari ibunya sendiri pada masa kehamilan, melahirkan, atau menyusui. Anak yang terjangkit HIV menunjukkan berbagai tanda pelemahan sistem kekebalan tubuh, seperti berat badan yang turun dan sulit naik, terus menerus ruam di badan, pembengkakan kelenjar getah bening, diare yang kronis, sariawan yang kronis, dan demam yang berkepanjangan.

Oleh karena itu, anak yang terjangkit HIV perlu mendapat perawatan yang tepat. Bila tidak, seorang anak bisa terdampak penyakit yang serius akibat HIV tersebut, yaitu AIDS (acquired immune deficiency syndrome). Bila sudah berkembang ke AIDS, ia akan memiliki imunitas yang sangat lemah dan akan lebih berisiko terkena penyakit lain yang lebih serius.

Anak yang terjangkit HIV sudah berkembang ke AIDS, biasanya akan menunjukkan gejala penurunan berat badan yang sangat cepat dan drastis, infeksi paru-paru (pneumonia), sarkoma kaposi, dan limfoma (kanker di sel-sel sistem kekebalan tubuh).

Penderita HIV pada anak dan dewasa berbeda. Pada orang dewasa, sistem kekebalan tubuhnya sudah lebih matang, sedangkan sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang. Dengan begitu, meski mengonsumsi obat-obatan HIV, anak penderita HIV lebih mungkin mengalami infeksi bakteri dibandingkan dengan orang dewasa.

Tips merawat anak penderita HIV/AIDS

Berikut beberapa langkah perawatan yang bisa dilakukan untuk merawat anak menderita HIV/AIDS.

  • Pilih dokter anak yang berpengalaman dengan HIV/AIDS

Memilih dokter anak yang punya pengalaman terhadap pasien HIV/AIDS sangatlah penting bagi kesehatan anak Anda. Anda bisa merasa lebih nyaman dan tenang. Perawatan yang dianjurkan pun akan terasa lebih tepat.

  • Konsumsi obat khusus pasien HIV

Memberikan pengobatan sedini mungkin dapat mencegah anak penderita HIV AIDS dari kerusakan yang lebih parah. World Health Organization (WHO) merekomendasikan bahwa semua anak penderita HIV yang berusia di bawah lima tahun dan anak penderita HIV di atas usia lima tahun dengan jumlah sel CD4 kurang dari 500 perlu mendapat pengobatan khusus HIV. Konsultasikan ke dokter Anda untuk pemberian obat ini.

  • Periksakan ke dokter secara berkala

Setelah memulai perawatan, jangan lupa untuk memeriksakan anak Anda secara berkala. Hal ini diperlukan untuk mengetahui perkembangannya dan untuk mencegah penyakit yang lebih serius.

  • Hindari anak dari stres

Meski menderita HIV/AIDS, Anda tidak boleh lupa bahwa dia perlu memiliki pengalaman kecil yang berharga sebagaimana anak kecil lainnya. Hal ini perlu untuk menghindari stres pada anak Anda akibat dari perawatan yang terus menerus dilakukan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Penderita HIV/AIDS Boleh Berpuasa Saat Bulan Ramadan?

ODHA boleh berpuasa atau tidak? Jawabannya tergantung pada kondisi Anda masing-masing. Maka itu, pertimbangan-pertimbangan ini penting untuk dicatat.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan Mei 18, 2018

Apa Itu Vaksin Kombinasi? Apakah Lebih Manjur?

Vaksin kombinasi dibuat untuk mempermudah pemeberian banyak vaksin yang telah direkomendasikan untuk anak. Namun, apakah vaksin tersebut efektif?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji

4 Jenis Tes HIV yang Mungkin Dianjurkan Dokter, Plus Siapa Saja yang Perlu

Tes HIV tidak hanya disarankan untuk orang yang baru saja terinfeksi. Lalu siapa saja yang butuh pemeriksaan HIV, dan apa saja jenis tes yang tersedia?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
HIV/AIDS, Health Centers Maret 8, 2018

6 Cara Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak

Anak rentan terhadap berbagai penyakit. Untuk itu, orangtua harus meningkatkan sistem imun anak agar selalu sehat. Simak 6 caranya berikut ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting Februari 24, 2018

Direkomendasikan untuk Anda

Pasien Kedua yang Dinyatakan Sembuh dari HIV, Ini Faktanya

Pasien Kedua yang Dinyatakan Sembuh dari HIV, Ini Faktanya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Maret 14, 2020
Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Ruam Pada Kulit Pengidap HIV

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Ruam Pada Kulit Pengidap HIV

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Agustus 16, 2019
Tips Hidup Sehat dan Panjang Umur untuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)

Tips Hidup Sehat dan Panjang Umur untuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal tayang April 30, 2019
Penyebab Orang dengan HIV/AIDS Susah Gemuk, Plus Solusi Ampuh Naikkan Berat Badan

Penyebab Orang dengan HIV/AIDS Susah Gemuk, Plus Solusi Ampuh Naikkan Berat Badan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal tayang Maret 30, 2019