Menurut laporan dari WHO pada tahun 2014, terdapat sekitar 36,9 juta orang yang hidup dengan HIV. Penyakit ini hingga kini dianggap sebagai penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Berikut informasi lebih lanjut terhadap kondisi ini.

Human immunodeficiency virus (HIV) menyerang sistem imun Anda. Virus membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi dan jenis kanker tertentu. HIV dapat ditangani dan dikendalikan dengan obat-obatan antivirus, namun hingga kini masih belum ditemukan penyembuhan.

Anda tidak dapat terkena HIV jika bergaul dengan penderita HIV/AIDS

Walau jarang terjadi, virus juga dapat ditularkan melalui:

  • Darah yang terinfeksi dari luka pada mulut dan gusi berdarah, seperti melalui berciuman yang “dalam”, menggigit hingga menembus kulit dan makan makanan yang telah dikunyah oleh orang yang positif HIV.
  • Jarum dan benda yang menembus kulit yang terkontaminasi HIV, terutama luka bekas jarum pada situasi medis
  • Darah dan faktor pembekuan transfusi, serta transplantasi organ dan jaringan
  • Ibu yang terinfeksi dengan HIV dapat menularkan virus ke bayi (sebelum atau saat persalinan) dan dengan menyusui.

Banyak orang yang takut bahwa kontak fisik atau mencium seseorang yang mengidap HIV dapat membuat mereka tertular. Padahal, virus HIV tidak hidup di kulit dan tidak dapat bertahan lama di luar tubuh. Kontak kasual, seperti berpegangan tangan, berpelukan, duduk di sebelah orang yang positif HIV, tidak menyebabkan penularan HIV.

Penting untuk melakukan hubungan seks aman untuk melindungi diri Anda dari HIV. Sebagai contoh: menggunakan kondom saat hubungan seks vaginal, anal dan oral untuk mengurangi risiko, atau membicarakan dengan pasangan mengenai status HIV Anda berdua untuk memastikan keamanan.

Ada berbagai cara untuk melindungi diri Anda dari virus, karena seks bukanlah satu-satunya cara untuk terinfeksi HIV. Sebagai contoh: menghindari berbagi jarum untuk suntikan intravena, menggunakan jarum yang bersih, dan lain-lain.

BACA JUGA: 3 Golongan yang Berisiko Tertular HIV/AIDS Selain Gay dan PSK

Anda dapat terkena HIV dari seks oral

Seks oral memang tetap bisa menularkan HIV, namun risikonya tergolong rendah. Apabila seseorang yang menerima seks oral memiliki HIV, maka darah, air mani, atau cairan vaginanya dapat mengandung virus. Apabila seseorang yang melakukan seks oral memiliki HIV, darah dari mulut dapat memasuki tubuh penerima melalui lapisan uretra (pembukaan di ujung penis), vagina, serviks, anus atau melalui luka. Namun ini hanya bisa terjadi jika pemberi seks oral memiliki luka di mulut.

Anda masih bisa punya anak meski positif HIV

Wanita subur yang terinfeksi HIV tetap dapat memiliki anak. Jika ibu dan bayi menggunakan obat antiretroviral, wanita positif HIV dapat memiliki bayi yang negatif HIV.

Tanpa menggunakan obat, ibu yang terinfeksi dengan HIV dapat menularkan virus kepada bayi (sebelum atau selama kelahiran) dan dengan menyusui. Namun jika ibu dan bayi, atau hanya salah satunya, menggunakan ARV dalam jangka pendek, biasanya nevirapine dan AZT, angka penularan menurun secara signifikan. Perawatan ini tersedia bebas biaya di klinik dan rumah sakit pemerintah.

BACA JUGA: Menjalani Kehamilan Saat Anda Positif HIV

Pengidap HIVmasih bisa berumur panjang

Hidup Anda tidak berakhir hanya karena positif HIV! Tidak ada penyembuhan atau vaksin untuk HIV/AIDS. Namun antiretroviral therapy (ART) dapat membantu orang yang positif HIV hidup lebih lama dan sehat. Selain itu, telah dikonfirmasi bahwa ART mencegah penularan HIV lebih lanjut.

Anda masih tetap bisa menularkan HIV meski sudah minum obat

Obat-obatan antiretroviral membantu orang-orang positif HIV – bahkan AIDS – untuk hidup lebih lama, normal dan produktif. Apabila bekerja dengan baik, obat-obatan ini dapat mengurangi jumlah virus dalam darah sehingga tidak muncul pada tes darah. Namun, penelitian menunjukkan bahwa virus masih “bersembunyi” di area lain pada tubuh. Penting untuk tetap melakukan hubungan seksual yang aman agar Anda tidak menularkan virus HIV pada orang lain.

BACA JUGA: 10 Anggapan yang Salah Tentang HIV

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca