Awas, Asam Lambung Naik Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Kerongkongan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan orang mungkin pernah mengalami refluks asam lambung (GERD/asam lambung naik) setidaknya sekali dalam hidupnya. Namun, apabila Anda mengalami refluks asam lambung kronis yang bisa kumat dua kali atau lebih selama per minggu, Anda mungkin berisiko terkena kanker kerongkongan. Mengapa demikian? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Hubungan asam lambung naik dengan kanker kerongkongan

Refluks asam lambung, atau biasa juga disebut GERD adalah kondisi di mana asam lambung mengalir ke sepanjang esofagus atau kerongkongan sehingga memunculkan heartburn, yaitu sensasi rasa terbakar di dada. Umumnya kondisi ini terjadi setelah Anda mengonsumsi makanan tertentu yang bisa memicu GERD.

Apabila Anda mengalami GERD dan tidak ditangani dengan baik, asam lambung yang naik bisa melukai lapisan kerongkongan dan menyebabkan peradangan. Nah, jika kondisi tersebut dibiarkan dalam waktu yang lama, peradangan akan mengikis kerongkongan dan merusak jaringan di sekitar kerongkongan.

Bahkan, kerusakan jaringan di kerongkongan akibat GERD bisa menyebabkan kondisi prakanker yang disebut dengan Barret’s esophagus. Kondisi ini menyebabkan jaringan di kerongkongan Anda menjadi mirip dengan jaringan yang ditemukan pada lapisan usus, dan akhirnya bisa menyebabkan kanker.

Orang yang memiliki penyakit GERD sekaligus Barret’s esophagus secara bersamaan lebih mungkin terkena kanker kerongkongan daripada orang yang hanya memiliki GERD saja.

sakit-tenggorokan

Yang harus dilakukan untuk mencegah kanker kerongkongan apabila Anda punya GERD

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker kerongkongan, terutama apabila Anda mempunyai GERD:

  • Jika Anda merokok, berhenti merokok sekarang juga.
  • Batasi konsumsi alkohol, lebih baik lagi berhenti sama sekali mengonsumsi alkohol.
  • Konsumsi makanan sehat yang mengandung gizi seimbang dari buah dan sayur.
  • Bagi Anda yang sudah punya riwayat GERD, ada baiknya menghindari makanan pedas dan asam, kopi, minuman bersoda, serta produk olahan karena bisa memperburuk timbulnya GERD.
  • Menghindari stres.
  • Mengontrol berat berat badan ideal sampai mencapai berat badan ideal supaya terhindar dari obesitas. Pasalnya beberapa peneliti sepakat bahwa obesitas juga diketahui berkontribusi menyebabkan kanker kerongkongan. Cek apakah berat badan Anda sekarang sudah ideal di bit.ly/indeksmassatubuh atau dalam tautan ini
  • Beberapa data penelitian menunjukkan bahwa pada pasien yang memang sudah mengalami GERD jika mengonsumsi daging yang berlebih dan langsung tidur akan menyebabkan timbulnya panas di dada pada 4 dari 5 kasus GERD.
  • Jangan langsung tidur setelah makan. Pasalnya, langsung tidur setelah makan akan memudahkan isi lambung, termasuk asam lambung, naik lagi ke kerongkongan.
  • Jika Anda mengalami sakit maag atau GERD yang sering kali kambuh beberapa kali dalam seminggu atau bahkan bisa setiap hari, segeralah berkonsultasi ke dokter agar Anda bisa mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Ingat, segera mendapatkan penanganan medis yang sesuai dengan kebutuhan Anda, merupakan cara efektif untuk mencegah kanker kerongkongan.

Umumnya kanker kerongkongan bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang sehingga kanker ini seringnya tidak menimbulkan gejala yang berarti pada tahap awal. Biasanya, orang baru menyadari gejala ketika kanker telah mengalami peningkatan stadium. Inilah sebabnya, penting bagi Anda rutin berkonsultasi ke dokter tentang skrining kanker kerongkongan jika Anda memang berisiko tinggi mengembangkan kanker jenis ini.

Penting untuk diketahui bahwa tidak semua orang yang mengalami maag/GERD berisiko terkena kanker. Namun dalam banyak kasus, hampir semua orang yang mengalami kanker kerongkongan mengalami refluks asam lambung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Psoriasis pada Kulit Kepala

Selain menyebabkan kepala terasa sangat gatal, psoriasis kulit kepala juga bisa bikin rambut Anda jadi cepat rontok dari biasanya. Kenapa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit