Diare Tak Sembuh-Sembuh Bisa Berakibat Fatal! Apa Saja Penyebabnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Diare merupakan salah satu penyakit yang menyerang sistem pencernaan dan dapat dialami oleh orang-orang di segala usia. Biasanya, diare yang tidak terlalu parah akan sembuh dalam beberapa hari setelah pengobatan. Namun, apa penyebab diare jika berlangsung dalam waktu yang lama dan tidak sembuh-sembuh juga? Cari tahu informasi lengkapnya di bawah ini.

Apa penyebab diare tak kunjung sembuh?

Jenis diare bisa dibedakan berdasarkan waktu berlangsungnya. Diare bisa dikatakan akut bila berlangsung dalam hitungan hari, dan akan tergolong kronis bila berlangsung lebih dari dua minggu. Diare yang tak kunjung sembuh masuk ke dalam kategori diare kronis, karena terjadi dalam waktu yang cukup lama.

Umumnya, penyebab diare dikaitkan dengan konsumsi makanan yang sudah terkontaminasi dengan virus, bakteri, dan parasit, maupun karena alergi terhadap suatu jenis makanan. Namun, diare kronis bisa disebabkan oleh peradangan pada saluran pencernaan Anda.

Ada dua jenis peradangan saluran cerna yang pada akhirnya bisa jadi penyebab diare kronis, yaitu penyakit crohn dan kolitis (radang usus).

Tak hanya itu, penyebab diare berkepanjangan juga bisa berakar dari pola makan Anda. Pasalnya, ada beberapa jenis makanan seperti susu dan pemanis buatan yang bisa mempercepat laju pencernaan sehingga makanan lewat dengan cepat melalui usus besar.

Dilansir dari laman Medical News Today, ada berbagai penyebab lain yang mendasari diare Anda tak kunjung sembuh, yaitu:

  • Infeksi kronis
  • Konsumsi obat-obatan, seperti penggunaan antibiotik yang berkepanjangan
  • Menderita diabetes
  • Penyalahgunaan alkohol

Pada beberapa kasus, penyebab diare kronis sulit untuk dideteksi. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes diagnostik. Namun, jika hasil tes menyatakan tidak ada kelainan, penyebab terbesarnya bisa mengarah pada Irritable Bowel Syndrome (IBS).

Apa penanganan yang tepat untuk diare kronis?

Pada dasarnya, diare bisa diatasi dengan mengembalikan cairan yang hilang, disertai dengan penggunaan obat sesuai penyebab diare. Jika bakteri atau parasit yang menjadi penyebab diare, dokter akan memberikan resep obat antibiotik. Ada pula beberapa obat yang ditujukan untuk menghentikan gejala diare, seperti obat loperamid dan pepto bismol. Namun, obat-obatan ini hanya disarankan untuk dikonsumsi dalam jangka pendek.

Nah, opsi lainnya yang bisa Anda lakukan dengan menerapkan gaya dan pola hidup sehat, meliputi menghindari kafein dan minuman beralkohol; mengonsumsi makanan rendah serat; perbanyak minum air putih guna mencegah dehidrasi; mengendalikan porsi makan secukupnya.

Apa bahaya yang bisa timbul dari diare yang berkepanjangan?

Dehidrasi

Kolon merupakan bagian dari usus besar yang bertugas menyerap cairan dari makanan saat melewati saluran pencernaan. Bila diare disebabkan oleh adanya iritasi pada usus ataupun disebabkan oleh penyakit crohn, maka akan menyebabkan gangguan penyerapan pada usus. Karenanya, proses penyerapan cairan tubuh pun bisa terganggu dan akhirnya menyebabkan dehidrasi.

Ketidakseimbangan elektrolit

Ketika usus Anda gagal melakukan tugasnya untuk menyerap cairan, elektrolit, dan mineral, yang terjadi yaitu diare atau feses yang encer. Padahal, tubuh memerlukan keseimbangan elektrolit untuk menjaga komponen-komponen darah, serta mendukung fungsi organ dan otot dalam tubuh.

Untuk memastikan elektrolit tetap seimbang, dibutuhkan asupan elektrolit yang cukup. Sumber elektrolit yang baik di antaranya adalah buah pisang yang kaya akan kalium.

Malnutrisi

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kenneth Brown dalam The Journal of Nutrition, kondisi diare bisa menghambat kerja organ tubuh dalam menyerap nutrisi. Pada akhirnya, ini bisa mengakibatkan malnutrisi atau kekurangan gizi bila diare tidak ditangani secara tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Multivitamin anak biasanya dikemas menarik dan rasanya enak seperti permen. Nah, ada juga multivitamin gummy khusus orang dewasa. Tapi benarkah lebih sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Mungkin Anda diminta untuk melakukan pemeriksaan MRI, tapi apakah Anda sudah tahu apa saja yang harus dipersiapkan bila ingin melakukan pemeriksaan ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Bagi Anda yang memiliki mata minus, pasti ingin lepas dari ketergantunga kacamata atau lensa. Lalu apakah mungkin mengurangi mata minus? Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi obat antibiotik

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
perawatan dalam mengatasi alergi obat

Cara Mengatasi Alergi Obat yang Tepat dan Perawatannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit
pakai lensa kontak alergi mata

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit