Gejala Tipes dan Hepatitis Sering Kali Mirip. Kenali Perbedaannya.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit hepatitis adalah salah satu masalah kesehatan umum di negara berkembang seperti di Indonesia. Sama seperti hepatitis, tipes juga merupakan salah satu penyakit menular yang mengancam kesehatan masyarakat Tanah Air. Kedua penyakit ini juga sama-sama bisa disebabkan oleh kebersihan diri yang kurang baik. Lalu apa bedanya tipes dan hepatitis?

Apa itu tipes?

Menurut CDC, tipes atau demam tifoid adalah infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella. Bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh manusia melalu makanan atau minuman yang terkontaminasi feses.

Bakteri salmonella menyerang bagian usus halus manusia, kemudian berkembang biak dan menyebar. Masa inkubasi atau masa timbulnya gejala sejak bakteri masuk ke dalam tubuh penderita tipes diperlukan waktu kurang lebih 14 hari.

Apa itu hepatitis?

Hepatitis merupakan kondisi peradangan yang terjadi di sel-sel hati manusia yang bisa disebabkan oleh infeksi (virus, bakteri, toksin, parasit), obat-obatan (termasuk obat tradisional), konsumsi alkohol, dan penyakit autoimun. Penyakit hepatitis juga memiliki beberapa jenis berdasarkan virus yang menyerangnya, yakni hepatitis A, B, C, D, dan E.

Masa inkubasi orang yang mengalami hepatitis membutuhkan waktu berbeda-beda, hepatitis A memerlukan masa inkubasi rata-rata 28 hari, hepatitis B 120 hari, dan hepatitis C 45 hari.

Apa bedanya gejala tipes dan hepatitis?

Secara umum, terdapat beberapa gejala yang sama antara tipes dan hepatitis, yakni mual, muntah, pusing, demam, nafsu makan berkurang, dan perut nyeri. Namun, ada gejala utama yang membedakan tipes dan hepatitis yaitu terjadinya jaundice (sakit kuning) pada pasien hepatitis.

Jaundice atau yang sering disebut ikterus adalah kondisi di mana jaringan tubuh menjadi kekuningan disebabkan oleh menurunnya konsentrasi bilirubin di cairan ekstraseluler pada pasien yang mengalami hepatitis. Sedangkan pada penyakit tipes tidak terjadi gejala ini, melainkan dapat ditemukannya bintik-bintik merah muda pada dada pasien tipes.

Selain itu, orang yang mengalami hepatitis biasanya memiliki gejala demam. namun perbedaanya adalah pada penderita tipes, suhu tubuh cenderung akan meningkat menjelang sore hari, dan akan menurun mendekati normal kembali pada pagi hari.

obat demam

Apa bedanya tipes dan hepatitis dari segi penularan penyakit?

Pada penyakit tipes, penularan dapat terjadi melalui minuman atau makanan yang terkontaminasi salmonella typhi. Makanan atau minuman tersebut terkontaminasi oleh lalat yang sebelumnya menempel pada muntahan, urin, dan kotoran dari penderita tipes. Makanan pun masuk ke saluran pencernaan manusia, sebagian kuman dari makanan tersebut mati oleh pengaruh asam lambung dan sebagian lagi dapat menjebol masuk ke dalam usus halus.

Setelah masuk ke dalam usus halus, kuman masuk ke kelenjar getah bening, pembuluh darah, dan seluruh tubuh (terutama ke organ hati, dan empedu) sehingga air seni penderitanya mengandung bakteri salmonella yang siap mencemari manusia lainnya.

Pada hepatitis, penularan terjadi bermacam-macam berdasarkan jenis virusnya. Pada hepatitis A dan E, penularan mirip dengan tipes yakni umumnya terjadi karena pencemaran air minum, makanan yang tidak dimasak, makanan yang tercemar, sanitasi yang buruk, dan kebersihan tubuh yang tidak terjaga.

Sedangkan hepatitis B penularannya 95% terjadi saat persalinan (hubungan ibu dan anak). Namun bisa juga terjadi melalui tranfusi darah, jarum suntik tercemar, pisau cukur, tato, atau transplantasi organ. Hepatitis C penularannya dapat terjadi melalui darah dan cairan tubuh.

Apa perbedaan pengobatan untuk penderita hepatitis dan tipes?

Penyakit tipes biasanya akan ditangani dengan pemberian antibiotik oleh dokter, sedangkan pada penyakit hepatitis berbeda-beda. Pada penderita hepatitis A, tidak terdapat pengobatan khusus, hanya diberikan pengobatan pendukung dan dijaga keseimbangan gizinya. Untuk penderita hepatitis tipe B, C, D akan diberikan antiviral khusus dan interferon.

Bagaimana dengan pencegahannya?

Tipes, hepatitis A, dan E dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan, terutama kebersihan makanan dan minuman seperti mencuci tangan sebelum makan, minum, dan mengolah bahan makanan. Selain itu, masaklah bahan makanan dan minuman hingga matang.

Untuk penderita hepatitis B, C, dan D dapat dilakukan dengan menghindari hubungan badan bersama orang yang terinfeksi, menghindari pemakaian jarum suntik, sikat gigi, dan alat cukur bersama.

Selain itu hati-hati juga terhadap penggunaan alat pembuat tato dan alat tindik yang kurang terjamin kebersihannya. Untuk bayi yang baru lahir, terdapat imunisasi yang dapat mencegah adanya penularan hepatitis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sarang nyamuk

4 Tips Mencegah Rumah Menjadi Sarang Nyamuk

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13/08/2020 . Waktu baca 4 menit
bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab infeksi saluran kencing

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit