Panduan Aman Makan Bakmi untuk Pengidap DiabetesIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Bakmi adalah salah satu makanan yang disukai banyak orang. Selain karena mudah didapatkan, bakmi memiliki rasa yang enak dan dapat disajikan dengan tambahan sayur maupun makanan sehat lainnya. Namun, orang yang terkena diabetes cenderung menghindari makan bakmi karena takut gula darahnya naik. Lantas, adakah cara sehat makan bakmi untuk para diabetesi? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Bolehkah penderita diabetes makan bakmi?

Bakmi merupakan salah satu makanan pokok yang berasal dari golongan biji-bijian. Pada dasarnya, biji-bijian mengandung tinggi karbohidrat sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Itulah mengapa para diabetesi cenderung menghindari bakmi agar gula darahnya tetap stabil.

Kabar baiknya, American Diabetes Association mengungkapkan bahwa diabetesi boleh makan bakmi maupun makanan kaya karbohidrat lainnya, seperti dilansir dari Livestrong. Akan tetapi, perhatikan jenis dan porsi bakmi yang Anda makan.

Pasalnya, kebanyakan makan bakmi maupun makanan kaya karbohidrat lainnya dapat membuat Anda cepat gemuk. Tidak hanya itu, makan bakmi terlalu sering juga bisa membuat gula darah Anda tidak terkontrol. Alih-alih membuat tubuh sehat, Anda malah berisiko obesitas dan mengalami komplikasi diabetes.

Begini cara aman makan bakmi untuk penderita diabetes

Kini Anda tak perlu ragu lagi untuk bisa makan bakmi walaupun sedang mengidap diabetes. Namun ingat, ada beberapa aturan penting yang harus dilakukan agar Anda bisa makan bakmi dengan lebih sehat. Yang terpenting adalah gula darah Anda tidak akan cepat naik.

Yuk, ikuti langkah-langkahnya berikut ini.

1. Pilih bakmi yang mengandung serat tinggi

resep mie untuk buka puasa

Bakmi yang dijual di pasaran terbuat dari bahan yang bermacam-macam, namun kebanyakan terbuat dari bahan tepung putih halus, seperti mie telur. Jenis mie yang satu ini nyatanya mengandung karbohidrat sederhana yang bisa membuat gula darah Anda naik drastis.

Maka itu, pilihlah jenis bakmi yang lebih sehat. Contohnya, bakmi yang terbuat dari gandum utuh, tepung beras merah, tepung quinoa, dan sebagainya. Jenis-jenis mie tersebut mengandung tinggi serat yang dapat membantu memperlambat kerja sistem pencernaan. Alhasil, Anda jadi lebih cepat kenyang dan terhindar dari kalap makan.

2. Perbanyak sayuran dan bahan makanan sehat lainnya

Sehat atau tidaknya bakmi yang Anda makan tergantung dari cara memasaknya. Ketimbang memasak bakmi goreng, sajikan bakmi rebus yang lebih aman untuk kesehatan Anda.

Pasalnya, bakmi yang digoreng dengan minyak dapat memasukkan lebih banyak kalori dan lemak. Akibatnya, hal ini bisa memicu kolesterol tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Jangan lupa tambahkan sayuran dan makanan padat nutrisi lainnya untuk membantu mengendalikan gula darah. Anda bisa menambahkan potongan daging ayam, sawi, dan minyak zaitun. Selain rasanya lebih enak dan sehat, tubuh Anda akan lebih berenergi tanpa membuat gula darah naik.

3. Batasi porsinya jangan terlalu banyak

makan mie instan saat hamil

Pada dasarnya, bakmi mengandung nilai indeks glikemik yang sedang. Indeks glikemik adalah nilai yang menunjukkan seberapa cepat tubuh Anda mengubah karbohidrat menjadi gula darah. Semakin tinggi indeks glikemik makanan, maka semakin cepat pula kenaikan kadar gula darah dalam tubuh.

Oleh karena itu, batasi porsi makan bakmi setidaknya dua kali dalam sebulan. Ingat, cukup makan satu porsi setiap kali makan untuk menjaga gula darah Anda tetap stabil.

Memang sih, kalau sudah makan bakmi rasanya tidak bisa berhenti. Nah, agar tidak kalap makan, cobalah untuk ngemil snack sehat yang mengandung tinggi serat dan protein sebelum makan bakmi. Salah satunya adalah snack berbahan dasar kedelai.

Kedelai memiliki indeks glikemik rendah sehingga bisa membuat Anda kenyang lebih lama. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah mengendalikan porsi makan dan terhindar dari kalap makan.

4. Seimbangkan dengan rutin olahraga

olahraga untuk diabetes

Meskipun Anda sudah terbiasa mengendalikan pola makan yang sehat, jangan lupa seimbangkan dengan olahraga. Pasalnya, orang yang mengidap diabetes berisiko tinggi mengalami obesitas dan mudah jatuh.

Olahraga secara rutin dapat membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan keseimbangan para diabetesi. Menurut Dr. Colberg-Ochs, PhD, seorang pendiri Diabetes Motion Academy di Santa Barbara California, rutin berolahraga sebanyak dua sampai tiga kali seminggu dapat membantu menjaga berat badan tetap ideal.

Anda tidak perlu melakukan latihan yang berat agar berat badan dan kadar gula darah cepat turun. Pilihlah jenis olahraga ringan yang Anda sukai, misalnya berjalan kaki, tai chi, renang, yoga, dan sebagainya. Yang terpenting Anda melakukannya dengan konsisten dan menikmati setiap prosesnya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca