Kenapa Orang Diabetes Rentan Kena Glaukoma? Apa Tanda dan Gejalanya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Glaukoma adalah penyakit mata yang menyebabkan kebutaan permanen. Orang diabetes yang tidak mengontrol gula darahnya dengan baik atau yang stadium diabetesnya cukup parah rentan terkena masalah mata ini.

Apa itu glaukoma?

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang disebabkan oleh tingginya tekanan dalam bola mata. Peningkatan tekanan ini terjadi akibat cairan di dalam mata tidak dapat mengalir dengan benar.

Saraf mata adalah sekumpulan serat saraf yang menghubungkan retina ke otak. Saat saraf mata rusak, pengiriman sinyal visual untuk menyampaikan apa yang Anda lihat ke otak jadi terganggu. Secara perlahan, hal ini menyebabkan gangguan penglihatan atau bahkan kebutaan.

Namun, dengan pengobatan dini, Anda bisa rutin melindungi mata Anda dari masalah penglihatan yang serius.

Kenapa orang diabetes rentan kena penyakit ini?

Penderita diabetes berisiko 40% lebih mungkin untuk terkena glaukoma dibanding orang yang sehat. Ini karena tingginya kadar gula darah akibat diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf di seluruh tubuh, termasuk pada saraf mata.

Selain itu, orang diabetes juga rentan mengalami retinopati diabetik, yaitu kondisi pecahnya pembuluh darah di belakang mata (retina). Retinopati diabetik meningkatkan risiko glaukoma karena pembuluh darah membengkak secara abnormal dan menghalangi saluran drainase alami mata.

Penderita diabetes juga lebih mungkin mengidap jenis glaukoma yang lebih spesifik, yang disebut neovascular glaukoma. Pembuluh darah baru yang tumbuh akibat glaukoma muncul di iris, bagian berwarna dari mata. Pembuluh darah ini menghalangi aliran cairan mata sehingga meningkatkan tekanan mata.

Semakin lama Anda mengidap diabetes, semakin besar risiko terkena komplikasi mata ini terjadi. Risiko juga meningkat ketika Anda bertambah tua.

Apa saja gejala glaukoma?

Glaukoma stadium awal biasanya tidak menimbulkan gejala yang berarti. Bahkan mungkin tidak bergejala sama sekali sehingga Anda tidak menyadari ada kelainan pada mata Anda. Lambat laun, ketajaman penglihatan mungkin akan mulai terganggu.

Pada umumnya, gejala dan tanda yang Anda alami akan tergantung dari jenis glaukoma yang Anda derita. Jika sudah terjadi kehilangan penglihatan, kondisi Anda mungkin sudah masuk tahap yang parah.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis kondisi ini?

Satu-satunya cara untuk dokter mendiagnosis glaukoma adalah dengan pemeriksaan mata secara lengkap dan menyeluruh. Dokter biasanya memberikan obat tetes mata untuk melebarkan pupil Anda. Ketika pupil Anda cukup luas, dokter dapat melihat bagian dalam mata Anda, termasuk juga saraf optik.

Dokter kemudian dapat melakukan tes khusus yang disebut tonometri untuk memeriksa tekanan mata Anda. Tekanan mata bisa terus berubah dari hari ke hari. Beberapa orang yang memiliki glaukoma bahkan mungkin bisa memiliki tekanan mata yang normal.

Oleh karena itu, dokter Anda akan perlu menjalankan tes lainnya untuk memastikan adanya kelainan di mata akibat diabetes. Tes ini bisa termasuk:

  • Gonioscopy. Menggunakan lensa khusus untuk melihat sudut mata.
  • Pencitraan saraf optik. Foto atau gambar laser scanning dari bagian dalam mata Anda.
  • Memeriksa retina Anda. Retina adalah jaringan peka cahaya di belakang mata Anda.
  • Respon pupil refleks. Memeriksa bagaimana pupil Anda merespon cahaya.
  • Pemeriksaan slit lamp. Pandangan tiga dimensi dari mata Anda.
  • Ketajaman visual. Menguji kejelasan penglihatan Anda.
  • Pengukuran lapangan visual. Pengujian bidang penglihatan Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk glaukoma?

Kondisi ini cukup sulit untuk diobati. Salah satu pilihannya adalah dengan operasi laser untuk mengurangi pembuluh darah. Dokter juga dapat menganjurkan pembedahan atau implan untuk membantu mengalirkan kelebihan cairan.

Selain itu, perawatan alternatif yang mungkin juga dianjurkan dokter adalah pemberian obat tetes mata khusus untuk mengurangi tekanan pada mata.

Perawatan lainnya meliputi:

  • Konsumsi obat Beta blockers (seperti betaxolol hidroklorida, levobunolol hidroklorida atau timolol)
  • Minum obat Analog Prostaglandin (seperti latanoprost, Bimatoprost, tafluprost atau travoprost)
  • Minum obat Inhibitor anhydrase karbonat (seperti brinzolamide atau dorzolamide)
  • Pengobatan alternatif termasuk perawatan laser (laser iridotomy) dan operasi trabeculectomy
  • Menggunakan laser tanpa rasa sakit untuk membuka saluran di mana cairan mengalir keluar
  • Dokter Anda akan mampu menyarankan Anda tentang obat tetes yang paling cocok untuk kondisi Anda.

Anda harus memeriksa mata Anda setidaknya setahun sekali jika Anda didiagnosis dengan diabetes.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca