5 Tips Mengatasi Eksim Agar Bisa Tidur Lebih Nyenyak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Tidur adalah kebutuhan semua orang yang tidak bisa ditawar lagi. Sayangnya, tidak semua orang bisa menikmati waktu tidurnya. Hal ini terjadi ketika Anda punya eksim, apalagi jika eksim yang Anda alami cukup parah. Bukannya tidur, Anda mungkin akan sibuk menggaruk dan tidak mengantuk sama sekali. Maka itu, penting bagi Anda untuk mengatasi eksim sebelum waktu tidur tiba.

Mengatasi eksim sebelum tidur, supaya bisa lebih nyenyak

1. Jaga suhu tetap dingin

tidur siang saat puasa

Kondisi eksim yang Anda miliki tergantung dengan suhu tubuh. Semakin panas suhu tubuh, maka gejala eksim akan kian parah. Beberapa orang yang mengalami eksim terbangun di malam hari karena kepanasan di dalam ruangan, lalu mengalami rasa gatal-gatal yang semakin buruk.

Sebaiknya tidur di ruangan sejuk untuk mengurangi beberapa gejala yang bisa muncul dan membuat Anda susah tidur. Agar tidak kepanasan di tengah waktu tidur malam, jangan juga terlalu tebal menggunakan jaket dan selimut.

2. Gunakan bahan seprai yang tidak panas dan nyaman di kulit

ganti seprai

Bahan pada seprai juga bisa memperparah gejala eksim. Jika Anda memilih seprai yang bahannya kasar dan tidak adem, bisa-bisa ini membuat Anda mudah kepanasan dan akan gatal-gatal.

Gunakan juga penutup debu untuk diletakan di atas kasur, bantal, maupun guling Anda untuk mengurangi kontaminasi debu. Tungau dan debuadalah pemicu paling umum eksim yang terjadi pada banyak orang. Dengan menutup tempat tidur ini bisa mengurangi kemungkinan gatal yang Anda rasakan.

Sama halnya dengan seprai, gunakan selimut yang terbuat dari bahan lembut, tidak panas, mudah dicuci, dan juga mudah dikeringkan. Cuci selimut  secara rutin dengan bersih agar bisa tidur lebih nyenyak dengan eksim.

3. Tahan, jangan terus menggaruk

berhenti menggaruk kulit

Banyak orang secara tidak sengaja menggaruk dan menggores eksim mereka di malam hari. Untuk menguranginya, sebaiknya jagalah kondisi kuku Anda tetap pendek dan rata.

Atau jika perlu, cara mengatasi eksim saat tidur paling aman adalah menggunakan sarung tangan katun yang lembut untuk menutupi kuku dan mengurangi kebiasaan menggaruk. Dengan menggunakan sarung tangan maka reflek menggaruk Anda saat tidur tidak akan mudah melukai eksim.

4. Oleskan pelembab sebelum tidur

pelembap untuk kulit kering

Jika Anda tidur dengan kulit kering, Anda akan lebih mudah terbangun karena kondisi eksim yang menyerang. Maka itu, sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum tidur sebaiknya oleskan krim pelembab dengan tebal ke area yang mengalami eksim.

Oles satu jam sebelum tidur agar salep sudah terserap dengan baik saat tidur. Jadi salep tidak berkurang karena tergesek di seprei atau bantal dan guling.

Selain itu, setiap kali habis mandi atau setiap kali kulit Anda masih lembab oleskan juga pelembab ini agar kulit selalu dalam keadaan lembab

5. Atur waktu tidur dan rutinitas sebelum tidur

siklus tidur jika tak ada waktu

Cara mengatasi eksim yang tidak kalah pentingnya adalah dengan mengatur waktu tidur. Pergi tidur dan bangunlah pada waktu yang sama setiap hari untuk melatih tubuh untuk selalu tertidur di jam yang sama.

Sebelum tidur, buat rutinitas yang konsisten. Contohnya, mandi, mendengarkan musik yang menenangkan, membaca buku. Rutinitas yang dilakukan di sini adalah rutinitas yang menurut Anda bersifat menenangkan dan menyenangkan.

Sebelum tidur juga jangan makan makanan berat, minum kafein, atau merokok sebelum tidur. Kebiasaan ini semua berkaitan dengan gangguan tidur. Jika Anda semakin sulit untuk tidur maka kondisi eksim bisa semakin parah sehingga tidur pun akan semakin tidak nyenyak.

Jangan lupa juga untuk mematikan semua layar hp, komputer maupun tv sebelum tidur. Cahaya yang dipancarkan oleh elektronik dapat mengelabui  otak Anda untuk berpikir bahwa ini bukan waktunya untuk pergi tidur, sehingga Anda cenderung memiliki waktu tidur lebih malam lagi.

Jika gatal akibat eksim Anda mengganggu hingga waktu tidur berkurang, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 22, 2018 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca