6 Cara Efektif Hilangkan Komedo Membandel

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Komedo mudah dikenali pada kulit akibat bintik-bintik berwarna gelap yang khas menjengkelkan. Penampilannya sedikit menonjol, namun tidak terasa sakit karena mereka tidak meradang layaknya jerawat. Jerawat terbentuk ketika bakteri menyerang penyumbatan kotoran di folikel rambut, menyebabkan kemerahan dan peradangan.

Apa penyebab komedo?

Komedo adalah salah satu ciri dari jerawat, namun bukan sebagai reaksi dari bakteri yang memakan kotoran di permukaan kulit. Gangguan ini terjadi ketika pori Anda tersumbat dengan kelebihan sebum (minyak yang diproduksi oleh kelenjar di bawah kulit) dan serpihan kulit mati yang menempel di kulit, sehingga menyebabkan sumpalan di dalam pori.

Ada dua jenis komedo: komedo hitam (blackhead) dan komedo putih (whitehead). Sederhananya, yang membedakan dua jenis bintik pengganggu penampilan ini hanyalah apakah pori tersumbat tersebut dalam keadaan terbuka atau tertutup. Komedo hitam terbentuk akibat pori tersumbat dalam keadaan terbuka, menyebabkan minyak yang menumpuk mengalami oksidasi setelah terkena kontak dengan oksigen di udara dan kemudian berubah menghitam. Sementara itu, komedo putih adalah kondisi di mana penumpukan sebum berlebih masih tertutupi kulit dan tidak menembus keluar, tetapi sedikit menonjol ke atas permukaan dengan ciri bintik putih pekat di kepalanya akibat pembentukan nanah.

Walaupun proses pembentukan komedo di atas adalah hal yang pasti, namun alasan untuk produksi sebum berlebih masih belum dapat diketahui.

Tips menghilangkan komedo

Ada banyak produk perawatan wajah di luar sana yang mengklaim dapat menghilangkan komedo, termasuk strip komedo yang ampuh untuk mengangkat bintik-bintik hitam ini dengan cepat di saat darurat. Tetapi mana yang terbaik?

1. Kombinasi salicyclic acid dan glycolic acid

Banyak obat anti jerawat yang tersedia di pasaran tanpa harus menggunakan resep. Obat-obatan ini tersedia dalam bentuk krim, gel, atau pad yang dapat diaplikasikan langsung di kulit.

Pilih produk perawatan jerawat yang mengandung senyawa aktif salicyclic acid, benzoyl peroxide, dan resorcinol. Ketiganya bekerja membunuh bakteri, mengangkat minyak berlebih, dan mendorong pelepasan kulit mati lebih optimal. Tunggu sekitar 15 menit setelah mencuci muka atau mandi untuk menggunakan obat, karena kulit yang basah lebih rentan terhadap penyerapan dan lebih mudah teriritasi.

Penggunaan rutin akan mencegah timbulnya komedo sebelum benar-benar terbentuk dan membantu membersihkan pori. Selain itu, Anda bisa mengkombinasikan produk wajah salicyclic acid Anda dengan produk lain yang mengandung glycolic acid, yang berguna untuk memecah sisa lapisan sel kulit mati yang menempel di permukaan. Kombinasi perawatan wajah dengan salicyclic dan glycolic acid sangat ampuh untuk mengendalikan pembentukan jerawat dan komedo.

2. Eksfoliasi dengan baking soda

Baking soda merupakan bahan yang sering digunakan dalam microdermabrasion, satu metode pengelupasan kulit mati, dan dapat membantu meminimalisir pembentukan komedo jika digunakan secara teratur.

Campur dengan sedikit air untuk menghasilkan pasta kental, oleskan langsung ke area yang bermasalah, dan gosok lembut dengan gerakan memutar. Anda bisa menggunakan bantuan lap lembut, sikat, spons, atau jari Anda. Bilas bersih dan pastikan Anda mengaplikasikan pelembap setelahnya.

Atau, Anda dapat mengganti air dengan cuka sari apel yang mengandung sifat astringent dan antibakteri, dan bekerja sama baiknya untuk membersihkan pori.

3. Clay mask

Masker wajah tanah liat berfungsi untuk membersihkan secara mendalam (deep cleansing), yang dapat membersihkan pori tersumbat dan menghasilkan tampilan kulit semakin halus. Pasta abrasif, bubuk, dan masker tanah liat (yang dilengkapi dengan kaolin) akan secara lembut mengelupaskan lapisan kulit mati dan menyerap kelebihan minyak.

Akan tetapi, efek ini hanya sementara. Setelah menggunakan masker, kulit akan kembali memproduksi sebum tak lama setelahnya. Sama halnya dengan microdermabrasion, perawatan wajah ini harus dilakukan rutin dan teratur demi meraih hasil terbaiknya.

4. Retinoid

Retinoid adalah turunan vitamin A yang merupakan cara terbaik pasti untuk membersihkan pori tersumbat dan mencegah pembentukan komedo.

Formulasi retinoid yang diresepkan dokter akan bekerja paling efektif, namun ada beberapa produk perawatan wajah non-resep mengandung retinoid yang juga bekerja sama baiknya. Retinoid bekerja pada reseptor kulit untuk memperbaiki cara kulit bertumbuh dan mengelupas sehingga akan kecil kemungkinannya untuk timbul jerawat. Lapisan kulit luar (epidermis) akan diratakan dan menebal akibat kerja retinoid, sedangkan lapisan kulit mati akan mengelupas dengan lebih efisien.

Terkadang, akan tampak pengelupasan jelas (seperti kulit bersisik) tetapi setelah penggunaan rutin, 3-7 kali dalam tujuh hari dalam jangka waktu 4-6 minggu, efek samping ini mulai berkurang dan kulit akan tampak lebih bercahaya dan bersih.

4. Toner lemon

Selain produk toner komersil yang mengandung kombinasi salicyclic dan glycolic acid, Anda dapat membuat ramuan toner alami sederhana dari bahan-bahan di dapur Anda.

Karena komedo disebabkan oleh pori tersumbat yang terbuka dan bereaksi terhadap oksigen, toner adalah cara yang baik untuk dapat menyusutkan ukuran pori. Salah satunya dengan jus lemon. Jus lemon adalah astringent alami yang ampuh untuk mengangkat masalah kulit mengganggu ini, namun Anda harus berhati-hati dalam menggunakannya. Jus lemon juga memiliki sifat pemutih yang dapat mencerahkan kulit sementara dan membuat kulit sensitif terhadap cahaya, jadi segera oleskan pelembab ber-SPF atau sunscreen/sunblock sebelum Anda keluar rumah. Jika kulit Anda termasuk seksitif, Anda dapat cairkan jus lemon dengan sedikit air.

Cukup celupkan kapas ke dalam toner lemon Anda dan tepuk-tepukkan pada area yang bermasalah 3-4 kali seminggu, menjelang waktu tidur; kondisi kulit kering dan bersih. Di pagi hari, bilas bersih wajah Anda dengan air hangat suam kuku dan aplikasikan tabir surya dan pelembab.

5. Toner cuka apel

Campurkan cuka apel dan beberapa helai daun mint yang telah digerus. Cuka sari apel dapat membantu memecah penumpukan minyak dalam pori, sementara daun mint menciptakan sensasi dingin dan mengencangkan kulit Anda.

Jika area di sekitar komedo menjadi bengkak atau teriritasi akibat satu dan lain hal, senyawa aktif menthol dalam daun mint dapat membantu meringankan peradangan tersebut. Peradangan dapat menyebabkan penyumbatan pori semakin sulit untuk diangkat.

6. Konsultasi dokter

Jika setelah menggunakan cara-cara alami, namun komedo masih membandel, teknik profesional ini dapat sangat membantu Anda menyingkirkan masalah kulit mengganggu. Dokter kulit dapat menyediakan Anda dengan prosedur mikrodermabrasi chemical peel dan pengangkatan komedo yang dikenal efektif memperbaiki tekstur dan penampilan kulit.

Untuk mengangkat komedo, dokter akan menggunakan alat khusus yang steril untuk membuat irisan kecil di atas sumbatan pori. Setelah melubangi sumbatan tersebut, ia akan memberikan tekanan dengan ekstraktor untuk mengangkat isi yang menyumbat pori.

Selama mikrodermabrasi, dokter menggunakan alat yang memiliki sisi kasar untuk menyikat permukaan teratas kulit wajah Anda guna menghilangkan penyumbatan penyebab komedo. Chemical peel juga berfungsi untuk mengangkat penyumbatan dan memecah lapisan kulit mati penyebab komedo. Selama peeling, dokter akan mengoleskan larutan kimia keras ke permukaan kuli. Seiring waktu, lapisan teratas kulit akan mengelupas, dan membuka jalan bagi lapisan kulit baru.

Apapun cara yang Anda pilih, satu hal yang pasti: berlebihan mencuci muka Anda bukanlah cara yang baik untuk menyingkirkan komedo membandel. Kebiasaan ini hanya akan membuat komedo semakin memburuk karena Anda hanya akan menciptakan kondisi kulit super kering, yang secara otomatis akan mengirimkan sinyal untuk kelenjar minyak guna memproduksi lebih banyak lagi sebum sebagai upaya melembapkan kulit. Begitu pula dengan memencet komedo dengan jari Anda, yang hanya akan memberikan Anda rasa sakit dan peradangan akibat infeksi.

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 4, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 18, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca