6 Hal yang Jadi Penyebab Dermatitis, dan 3 Faktor Pemicu Kumatnya Gejala

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/04/2020
Bagikan sekarang

Peradangan penyebab kulit kering bersisik dan memunculkan bercak ruam kemerahan yang terasa gatal merupakan tanda penyakit dermatitis. Penyebab kemunculan dermatitis itu sendiri didasari oleh banyak faktor, baik dari dalam tubuh (internal) dan dari lingkungan luar (eksternal) seperti paparan alergen.

Simak pembahasan lebih lengkapnya di bawah ini.

Apa penyebab dermatitis?

Penyebab utama dari dermatitis sebenarnya belum diketahui pasti. Namun sejauh ini, bukti-bukti penelitian medis menunjukkan bahwa faktor genetik, lingkungan, hingga imunologis sama-sama berperan terhadap peradangan kulit yang mengacu pada penyakit dermatitis.

Berikut ini adalah beberapa faktor pemicu kemunculan dermatitis yang berasal dari dalam tubuh (internal):

1. Riwayat penyakit keluarga

Warisan genetik dalam pohon keluarga merupakan faktor pemicu kemunculan penyakit dermatitis dari generasi ke generasi. Penelitian melaporkan bahwa anak-anak yang memiliki dermatitis atopik (eksim) biasanya merupakan keturunan dari orangtua yang mengidap saah satu jenis dermatitis (termasuk eksim), asma, atau rhinitis alergi.

Jika hanya satu pihak orangtua yang memiliki salah satu dari kondisi tersebut, maka anak keturunannya berpeluang 50% untuk mengalami setidaknya satu dari tiga penyakit tersebut. Ketika kedua orangtuanya sama-sama memiliki salah satu dari penyakit pemicunya, risiko sang anak mengalami dermatitis pun akan lebih tinggi lagi.

Namun, mekanisme menurunnya dermatitis dari orang tua pada anaknya sehingga menjadi penyebab dermatitis masih belum bisa dijelaskan secara pasti.

2. Sistem imun yang sensitif

Selain itu, sistem imun yang overaktif kemungkinan memiliki peran tertentu sebagai penyebab dermatitis. Penderita dermatitis umumnya memiliki kekebalan tubuh yang sangat sensitif.

Sistem imun mereka bereaksi secara berlebihan saat merespons alergen atau iritan yang dapat memicu terjadinya reaksi alergi. Padahal, substansi atau zat tersebut tidak membahayakan tubuh

Sistem imun yang sensitif selanjutnya akan melanjutkan sinyal ke atas kulit sebagai sebagai reaksi rangsangan dan terjadila inflamasi atau peradangan. Peradangan ini menjadi penyebab munculnya ruam kemerahan pada kulit dan gejala dermatitis lainnya. Ruam kemerahan menandakan rusaknya lapisan kulit pelindung.

Pada umumnya sistem imun akan membaik seiring bertambahnya umur sehingga kulit tidak lagi mudah mengalami peradangan.

3. Mutasi sel kulit

Berkurangnya jumlah protein tertentu juga dapat menjadi penyebab dermatitis. Dugaan atau hipotesis penyebab dermatitis atopik atau eksim ini dikenal dengan  The Skin Barrier Hypothesis.

Seperti yang disebutkan dalam salah satu laporan Department of Medicine di University of Dundee di Inggris, individu yang terjangkit dermatitis atopik mengalami mutasi gen yang menghasilkan filaggrin.

Filaggrin merupakan jenis protein yang berperan melindungi lapisan kulit teratas dan menghidarsi lapisan kulit tersebut. Tanpa filaggrin yang cukup, kulit akan kehilangan fungsi untuk menyerap air sehingga lama kelamaan berkurang kelembapannya dan menjadi kering.

Dalam kondisi kulit yang kering iritasi dan peradangan berisiko tinggi terjadi. Selain itu, mikroorganisme seperti  bakteri, virus, alergen, dan iritan lebih mudah masuk ke dalam kulit dan menginfeksi. Kondisi kulit yang meradang dan terinfeksi adalah komplikasi dari penyakit dermatitis.

4. Kondisi kulit yang kering

Peradangan seperti dermatitis lebih mudah terjadi pada kondisi kulit yang kering. Pada orang yang mengalami dermatitis, kulit kering bisa menjadi penyebab yang memperparah kondisi gejala. Ruam pada kulit bisa semakin memerah dan peradangan bisa membuat kulit pecah-pecah dan mengerak.

Untuk mengatasi faktor pemicu penyebab dermatitis ini, usahakan untuk mengaplikasikan pelembab kulit secara rutin pada bagian-bagian kulit yang mengalami eksim.

Selain menjaga kelembapannya, pastikan higienitas kulit tetap terjaga dengan baik untuk mengurangi paparan terhdap kuman penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Namun, berhati-hatilah kondisi kulit yang terlalu higienis juga dapat menjadi pemicu dermatitis semakin parah.

5. Hormon

Jumlah hormon di dalam tubuh dapat memengaruhi peradangan pada kulit. Saat hormon yang diproduksi berlebih atau berkurang, gejala dermatitis lebih berisiko untuk muncul. Perubahan tingkat hormon juga dapat memicu gejala dermatitis yang bertambah parah.

6. Stres

Kondisi internal lainnya yang berhubungan dengan penyebab munculnya dermatitis adalah stres. Menurunnya kondisi psikologis atau terjadinya perubahan emosi bahkan turut memperparah gejala peradangan.

Namun, penjelasan mengenai kenapa stres bisa memicu terjadinya dermatitis belum ditemukan.

Berbagai faktor pemicu eksternal penyebab dermatitis

Setiap orang bisa mengalami dermatitis lewat cara yang berbeda. Berbagai faktor eksternal atau hal-hal yang berasal dari luar tubuh dan kondisi yang berhubungan dengan lingkungan juga dapat menjadi faktor risiko penyebab dermatitis.

Pengaruh faktor eksternal dalam menyebabkan munculnya gejala dermatitis tetap berhubungan dengan faktor internal yang berhubungan dengan penyebab dermatitis.

Beberapa hal yang berkaitan dengan gaya hidup sehari-hari dapat menjadi pemicu penyebab dermatitis adalah:

1. Iritan

Ruam-ruam kemerahan yang disertai rasa gatal dan perih biasanya akan muncul ketika terjadi kontak anatara kulit dengan iritan. Iritan yang dapat menjadi penyebab munculnya gejala dermatitis biasanya berasal dari produk kimia atau bahan logam.

Produk-produk yang bisa menjadi iritan adalah yang mengandung bahan pewangi dan pembersih, seperti detergen, sampo, dan sabun mandi. Beberapa kandungan kimia yang memicu terjadinya peradangan kulit, seperti:

  • Minyak antibakteri yang mengandung neomisin dan bacitracin
  • Formaldehida yang terkandung pada produk pembersih rumah tangga
  • Isothiazolinones yang ada dalam produk perawatan dan tisu pembersih untuk bayi
  • Cocamidopropyl betaine yang terdapat pada sampo dan losion
  • Paraphenylene-diamine yang digunakan sebagai zat pewarna kulit untuk tato

Sementara untuk bahan logam yang bisa berperan sebagai iritan penyebab dermatitis adalah nikel. Selain itu, jenis kain sintetis tertentu, atau bahan kain yang kasar dan membuat gatal, seperti wol, dapat mengiritasi kulit dan menjadi penyebab dermatitis bertambah parah. Iritan merupakan pemicu utama terjadinya dermatitis kontak iritan.

2. Alergen 

Kontak kulit dengan material lainnya juga dapat memicu terjadinya reaksi alergi pada tubuh. Kondisi ini dapat memicu munculnya peradangan pada kulit. Dalam beberapa kondisi, kontak dengan alergen bisa memicu gejala dermatitis terus berlangsung bahkan bisa bertambah serius.

Oleh karena itu, penderita dermatitis yang memiliki alergi sebisa mungkin menghindari kontak dengan alergen.

Beberapa jenis alergen yang paling umum adalah:

3. Suhu

Peningkatan suhu tubuh dan keringat biasanya adalah pemicu umum dari dermatitis.

Tubuh yang berkeringat dapat membuat bagian kulit yang terdampak dermatitis semakin gatal atau perih. Lingkungan dengan udara yang sejuk merupakan kondisi yang paling ideal untuk penderita dermatitis. Kondisi yang hangat dan lembap dapat menjadi sarang infeksi karena bakteri hidup di suhu yang lebih tinggi.

Di samping itu, penurunan kelembapan yang tiba-tiba juga dapat menjadi penyebab kulit kering yang mana menjadi pemicu utama dari dermatitis.

Tidak diketahuinya penyebab dermatitis memengaruhi proses pengobatan penyakit ini. Hingga kini belum tersedian obat dermatitis yang bisa menyembuhkannya sampai tuntas. Gejala dermatitis hanya bisa dikendalikan dengan pengobatan rutin, tapi kemungkinan kambuhnya penyakit ini tetap masih tinggi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Ciri-ciri cacar api memiliki pola penyebaran lenting yang berbeda dengan cacar air. Gejala cacar api juga disertai nyeri pada kulit.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Tanda dan Gejala Cacar Monyet yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Gejala cacar monyet lebih serius dari gejala cacar air biasa. Waspadai dampak kesehatan dari cacar monyet dengan mengenali ciri-cirinya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
Obat kudis tradisional alami

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
Jenis cacar

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020