Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Tuberkulosis atau TBC termasuk ke dalam kelompok penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri bernama mycobacterium tuberculosis. Meski TBC sering menyerang paru-paru, bakteri ini bisa menyerang organ tubuh lain. TBC adalah penyakit yang sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal untuk semua kalangan, termasuk ibu hamil. Apa pengaruh TBC pada ibu hamil dan bagaimana cara pengobatannya? Berikut penjelasannya.

Apa pengaruh TBC pada ibu hamil dan bayi?

Mengutip dari situs resmi Center for Disease Control and Prevention (CDC) penyakit tuberkulosis (TBC) pada ibu hamil memiliki pengaruh yang lebih besar dibanding kelompok usia lainnya. Pengobatan harus dimulai ketika ibu hamil sudah dinyatakan positif mengidap TBC.

Berikut pengaruh TBC pada ibu hamil yang perlu diwaspadai:

Risiko berat bayi lahir rendah (BBLR)

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang memiliki TBC berisiko lahir dengan berat badan bayi rendah (BBLR) dibanding bayi lain yang ibunya tidak memiliki TB. dalam kondisi khusus yang sangat langka, TBC pada anak bisa terjadi karena bawaan dari sang ibu.

Meningkatkan risiko kematian janin

Pada bayi, ibu hamil yang memiliki TBC bisa meningkatkan risiko keguguran dan kematian janin. Kondisi ini bisa semakin parah ketika ibu hamil mengalami perubahan sistem kekebalan tubuh. 

Obat TBC tidak pengaruhi janin

Center for Disease and Prevention (CDC) menjelaskan dalam situs resminya bahwa obat tuberkulosis (TBC) yang dikonsumsi oleh ibu hamil bisa masuk ke dalam tubuh bayi melewati plasenta. Namun, hal itu tidak memberikan dampak buruk atau berbahaya pada janin.

Perawatan TBC pada ibu hamil

Batuk TBC kambuh saat bangun pagi

Mungkin Anda khawatir dengan perawatan TBC ketika sedang hamil karena takut membahayakan janin di dalam kandungan.

Mengutip dari WebMD, beberapa obat TBC pada ibu hamil memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan bayi, seperti bayi cacat lahir atau masalah lain. Namun, dokter tidak akan meresepkan jenis obat tersebut bila Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil.

Obat TBC yang diberikan tergantung pada jenis tuberkulosis yang diidap, yaitu:

TBC laten

Ini adalah kondisi ketika Anda tidak memiliki gejala TBC tapi tes menunjukkan bahwa ibu hamil memiliki penyakit tersebut.

Dokter akan memberikan obat isoniazid yang perlu dikonsumsi setiap hari selama 9 bulan kehamilan. Di saat yang bersamaan, Anda perlu mengonsumsi suplemen vitamin B6 untuk mencegah risiko penyakit jantung dan efek samping kehamilan seperti morning sickness.

TBC aktif

Ketika Ibu hamil mengidap TBC, dokter akan meresepkan tiga obat, yaitu isoniazid, rifampisin, dan etambutol. Anda perlu mengonsumsi ketiga obat tersebut setiap hari selama dua bulan.

Setelah itu di sisa masa kehamilan, Anda mengonsumsi isoniazid dan rifampisin setiap hari atau dua kali dalam seminggu.

HIV dan TBC

Bila Anda menderita HIV dan TBC secara bersamaan ketika hamil, dokter akan memberikan obat yang sama.

Konsultasikan kondisi kesehatan Anda dan janin secara rinci pada dokter agar ia bisa memahami dan memberikan obat paling aman untuk ibu hamil dan janin di kandungan.

Jenis obat TBC yang harus dihindari ibu hamil

Antibiotik biasanya diberikan sebagai obat untuk mengatasi TBC , tapi ada beberapa tipe obat yang tidak boleh diberikan pada ibu hamil karena memiliki pengaruh untuk kesehatan janin, yaitu:

  • Kanamycin
  • Sikloserin
  • Ethionamide
  • Streptomisin
  • Amikacin
  • Ciprofloxacin
  • Ofloxacin
  • Sparfloxacin
  • Levofloxacin
  • Capreomycin

Obat-obat di atas tidak bisa dikonsumsi oleh ibu hamil karena bisa membahayakan janin. Konsultasi dan tanyakan secara rinci jenis obat yang diberikan oleh dokter.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat April 17, 2020

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat April 10, 2020

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki

Rasa Bosan Bisa Memicu Kreativitas, Benarkah Demikian?

Kebosanan umum terjadi dan terkadang sulit untuk dihindari. Namun, ternyata Anda dapat memanfaatkan rasa bosan untuk memicu pemikiran yang lebih kreatif.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik Maret 31, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal tayang Mei 15, 2020
Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Rena Widyawinata
Tanggal tayang Mei 13, 2020
Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang April 28, 2020
Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang April 24, 2020