Mengetahui anak Anda memiliki autisme adalah pengalaman yang dapat memutarbalikkan kehidupan Anda sebagai orangtua dan individu, juga sebagai anggota aktif dalam masyarakat.

Autisme adalah penyakit yang tak terlihat — sebuah kondisi yang dapat melumpuhkan penderitanya, namun bisa tidak memberikan petunjuk fisik apapun selain kesulitan terlibat dalam interaksi sosial dan komunikasi, yang sering disalahartikan sebagai masalah perilaku. Orangtua atau pengasuh dari seseorang yang memiliki autisme mungkin harus berurusan dengan cibiran dan tatapan aneh dari orang-orang yang tidak memahami cara anak autis bertindak dan berperilaku. Reaksi semacam ini dapat membuat penderita dan keluarganya enggan keluar rumah.

Namun, dilansir dari WebMD, penelitian menunjukkan bahwa orangtua dari anak yang memiliki autisme masih bisa mendapatkan kedamaian emosional dan mental, serta di saat yang bersamaan juga memiliki ikatan kuat dengan anak mereka. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa ibu dengan anak pengidap autisme lima kali lebih mungkin untuk memiliki hubungan yang erat dengan anaknya dibandingkan dengan kelompok ibu dengan anak yang memiliki jenis gangguan perkembangan lainnya.

Ada harapan dan bantuan di balik setiap kesulitan. Pertimbangkan sejumlah strategi berikut untuk mempersenjatai Anda saat mengatasi tantangan khusus, dan merasakan kegembiraan dan kebanggan tersendiri dari membesarkan anak yang memiliki autisme.

Yang paling utama dan paling penting, kita harus berhenti berusaha untuk memperbaiki “kecacatan” anak dan mulai untuk menciptakan kondisi yang bisa membantu otak anak dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik.

1. Banyak belajar

Pelajari sebanyak mungkin yang Anda bisa mengenai autisme dan terlibat secara aktif dalam pengobatan akan menjadi manfaat jangka panjang untuk perkembangan anak Anda.

Karena tanda dan gejala dari penyakit kronis ini sering berubah-ubah, strategi pengobatan akan dirancang sesuai kebutuhan anak dan sumber daya manusia dalam keluarga. Dengan begitu banyak variasi dan jenis pengobatan autisme yang tersedia, perlu dipahami bahwa tidak ada satu pengobatan tertentu yang bekerja efektif untuk semua orang.

Setiap orang yang memiliki autisme adalah unik, dengan kekuatan dan kelemahan yang berbeda. Akan tetapi, pada umumnya, anak autistik memberikan respon terbaik pada pengobatan khusus dan terstruktur. Program terapi yang melibatkan kombinasi bantuan untuk orangtua dan peningkatan aspek keterampilan komunikasi, sosial, adaptasi, dan belajar dari seorang anak akan memberikan hasil terbaik bagi anak.

Bicarakan dengan dokter mengenai program pengobatan apa yang terbaik untuk kondisi anak Anda dan tujuan untuk pelayanan pendidikan agar Anda dan anak dapat mengambil keuntungan dari segala sumber yang tersedia.

Perkaya pengetahuan Anda dan anggota keluarga lainnya seputar autisme sehingga Anda memahami gejala dan perilaku, serta perbedaan pengobatan atau terapi alternatif yang memungkinkan. Tujuan utama dari pengobatan dan terapi adalah untuk meningkatkan kualitas keterampilan umum anak untuk berkembang dan berfungsi memenuhi kapasitas maksimalnya.

Selalu komunikasikan rencana dan gagasan Anda dengan tim profesional dan orangtua lain yang pernah terjebak dalam situasi yang sama dengan Anda. Selain itu, cari tahu dan pahami kebijakan publik agar Anda dapat menjadi wali dari anak Anda dalam memperoleh peluang pendidikan dan pelayanan kesehatan yang terbaik.

2. Berikan struktur dan kestabilan

Anak autistik membutuhkan keseragaman dan kefamiliaran. Ia akan memiliki kesulitan mengadaptasi informasi apa yang telah mereka pelajari dalam satu situasi (misalnya dari kantor terapis atau sekolah) ke situasi lainnya yang berbeda, termasuk rumah. Misalnya, di sekolah ia mungkin terbiasa untuk menggunakan bahasa isyarat untuk bisa berkomunikasi, tapi tidak pernah melakukannya di rumah.

Menciptakan lingkungan yang konsisten adalah cara terbaik untuk mendorong pembelajaran anak. Cari tahu apa yang dilakukan terapis anak Anda untuk membantu kondisinya dan lakukan hal yang sama di rumah. Jelajahi kemungkinan memiliki sistem terapi yang dilakukan di berbagai tempat dalam rangka mengasah kemampuan anak untuk mengalihkan dan menyimpan informasi yang ia dapat dari satu tempat ke tempat yang lain. Yang juga penting, konsisten dalam cara Anda berinteraksi dengan anak Anda dan mengendalikan perilaku buruk.

3. Rancang jadwal harian mendetail

Anak autistik cenderung untuk mengeluarkan sisi terbaiknya saat mereka memiliki jadwal harian yang dirancang mendetail dari waktu ke waktu, serta konsistensi jenis rutinitas yang dilakukannya. Sekali lagi, hal ini berkaitan dengan aspek konsistensi dan kefamiliaran yang dibutuhkan oleh anak-anak berkebutuhan khusus ini.

Rancang jadwal harian anak dengan waktu makan, mandi, terapi, sekolah, dan waktu tidur yang tetap. Coba untuk menjaga agar gangguan atau perubahan yang tidak diduga timbul sesedikit mungkin. Jika ada perubahan mendadak yang tidak bisa diganggu gugat, persiapkan anak sedini mungkin.

4. Hargai perilaku baik

Pujian dan penghargaan atas suatu keberhasilan yang ia raih akan sangat bermanfaat bagi anak autistik, jadi pastikan Anda memberikan pujian setiap kali ia melakukan sesuatu yang baik (misalnya, menyelesaikan sesi terapi yang sulit atau belajar sesuatu yang baru) dan menuruti peraturan Anda. Tunjukkan bagaimana perilaku baiknya mengarah pada hasil yang positif, sambil sesedikit mungkin untuk memberikan reaksi negatif terhadap kebandelan anak.

Selain itu, cari juga alternatif penghargaan lain yang bisa Anda tunjukkan untuknya, seperti memberikan stiker bintang setiap kali menyelesaikan terapi atau membiarkannya bermain dengan mainan kesayangannya.

5. Cari cara nonverbal untuk berkomunikasi

Berkomunikasi dengan anak autistik merupakan satu tantangan tersendiri, tetapi ada banyak cara komunikasi lain yang tidak mengharuskan Anda berbicara dengan anak Anda untuk bisa memahaminya. Bagaimana Anda menatapnya, menyentuhnya, dan bagaimana nada suara dan gerak tubuh Anda saat bersamanya menandakan proses komunikasi Anda dengan dirinya. Anak Anda juga berkomunikasi dengan Anda dengan cara yang sama, bahkan jika ia tidak pernah mengucapkan satu kata sekalipun. Anda hanya perlu memahami bahasanya.

Jika Anda sadar dan jeli, Anda dapat belajar untuk menangkap isyarat-isyarat nonverbal yang digunakan oleh anak untuk berkomunikasi. Perhatikan jenis suara yang mereka buat, dan gerakan tubuh yang mereka gunakan saat kecapekan, lapar, atau butuh sesuatu.

Seperti anak-anak pada umumnya, anak dengan autisme juga akan merasa marah ketika merasa maksud mereka disalahartikan atau diabaikan. Ketika anak autistik mulai berulah, seringnya hal tersebut diakibatkan oleh ketidakmengertian Anda terhadap petunjuk nonverbal yang mereka tunjukkan. Tantrum adalah cara mereka untuk memberi tahu Anda mereka merasa frustasi dan ingin mendapatkan perhatian Anda.

6. Kreatif dalam merancang terapi pribadi

Terlepas dari kebutuhan terapinya, anak autistik juga perlu untuk melepas penat dan bersenang-senang sebagai anak-anak. Jadwalkan waktu bermain saat anak berada di energi terbaiknya. Cari tahu berbagai cara ampuh untuk bisa bersenang-senang bersama dengan memperhatikan hal-hal apa saja yang bisa membuat anak Anda tersenyum, tertawa, dan bersantai. Anak Anda akan lebih mungkin untuk menikmati aktivitas-aktivitas ini jika mereka tidak tampak seperti kewajiban atau terapeutik.

Banyak anak dengan autisme yang juga memiliki hipersensitivitas terhadap cahaya, suara, sentuhan, rasa, dan bau — sementara yang lainnya dapat jauh lebih tidak sensitif terhadap rangsangan sensorik. Cari tahu apa saja pemandangan atau gambar, suara, bau-bauan, gerakan, sensasi sensorik lainnya yang bisa memicunya menunjukkan perilaku buruk atau merusak dan apa saja yang bisa menimbulkan reaksi positif pada dirinya. Perhatikan pula hal apa saja yang membuat anak Anda stres, tenang, tidak nyaman, dan bahagia.

Jika Anda memahami apa yang bisa mempengaruhi anak Anda, Anda akan semakin baik untuk memecahkan masalah, mencegah situasi yang bisa memicu masalah, dan menciptakan lingkungan rumah yang berjalan selaras dengan perkembangan anak.

Terakhir, merawat anak dengan autisme bisa sangat melelahkan, baik fisik dan mental. Anda tidak perlu menjalani ini sendirian. Anda banyak kelompok dukungan dan badan konsultasi yang bisa Anda jadikan bahu untuk bersandar di saat-saat sulit. Selain itu, penting pula untuk merawat diri Anda sendiri — melarikan diri dari rutinitas yang memenatkan. Tidak ada salahnya untuk memanjakan diri sekali seminggu di antara kesibukan merawat anak Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca