3 Rekomendasi Salep untuk Meredakan Gatal Karena Alergi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Salah satu gejala alergi yang paling terasa menyebalkan mungkin adalah gatal-gatal. Bagaimana tidak, saat Anda merasa gatal, rasanya tangan ingin sering-sering menggaruknya. Terkadang, minum obat alergi saja tidak cukup untuk meredakan gatal di kulit. Ketika gatal karena alergi sudah sangat mengganggu, Anda bisa menggunakan obat gatal berupa salep yang bisa dibeli di apotek.

Ragam obat salep untuk mengatasi gatal karena alergi 

Salep adalah jenis obat oles berbentuk setengah padat berbahan dasar minyak (bisa juga terbuat dari lemak) yang digunakan untuk pemakaian luar, alias hanya di kulit saja.

Salep memiliki kandungan minyak yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk berbasis krim. Semakin banyak kandungan minyak, semakin lengket rasanya pada kulit.

Berikut adalah beberapa salep gatal yang bisa Anda gunakan untuk alergi dan dijual bebas di apotek.

1. Salep steroid 

Steroid atau yang juga dikenal sebagai kortikosteroid adalah obat yang dapat mengurangi peradangan terkait dengan alergi.

Obat ini umumnya akan diresepkan secara oral. Namun jika reaksi alergi yang muncul berupa gatal di kulit, dokter atau apoteker dapat meresepkan versi salep dari obat ini. Salep ini dapat mengurangi peradangan dan pembengkakan di kulit yang menyebabkan gatal. 

Salep steroid umumnya tersedia di apotek dengan nama salep hidrokortison. Secara umum, salep steroid masih menjadi yang terampuh dalam meredakan gatal karena alergi dibanding steroid dalam bentuk gel atau semprotan.

Penting untuk dipahami bahwa salep steroid harus digunakan dengan hati-hati dan harus di bawah pengawasan dokter. Salep ini hanya disarankan digunakan dalam jangka pendek. Apabila digunakan dalam waktu terlalu lama atau kebanyakan dapat menimbulkan efek samping. Risiko efek samping yang mungkin muncul bila salah pakai salep ini adalah penipisan kulit (atrofi kulit), stretch mark (striae), dan pembesaran pembuluh darah (telangiectasia).

Salep untuk gatal karena alergi ini tidak boleh digunakan pada anak-anak sebelum memeriksakan kondisinya ke dokter. Sebab, anak-anak lebih rentan mengalami efek samping dari steroid.

2. Salep dari bunga calendula

Salep ekstrak calendula adalah obat oles yang dibuat dari ekstrak dari bunga marigold (Calendula officinalis). Salep ini sering digunakan untuk mengobati gatal di kulit akibat alergi.

Salep calendula dipercaya memiliki sifat antijamur, antiradang, dan antibakteri yang kemungkinan berguna untuk meredakan gatal saat alergi. Meski demikian, masih dibutuhkan banyak penelitian guna membuktikan secara jelas bahwa salep ini benar-benar ampuh dan tidak menimbulkan efek samping.

Anda tetap dapat mencoba mengoleskan salep calendula pada kulit yang gatal karena alergi sebanyak dua kali sehari. Namun sebelumnya, lakukan tes sedikit ke kulit untuk memastikan  bahwa tubuh Anda tidak alergi terhadap salep alami ini. 

Oleskan sedikit produk ke kulit, misalnya seperti pergelangan tangan bagian dalam Anda. Tunggu 24 hingga 48 jam, jika merasakan iritasi di area tersebut setelah jangka waktu tersebut, hentikan penggunaan.

Calendula umumnya aman digunakan, tetapi ada beberapa pertimbangan yang perlu diingat. Hindari calendula jika Anda punya alergi terhadap tanaman dalam keluarga Asteraceae atau Compositae.

Jangan gunakan salep calendula jika Anda sedang hamil atau menyusui, karena belum ditemukan bukti bahwa salep alergi ini aman untuk kondisi tersebut. 

3. Salep kombinasi mentol dan camphor

Menthol adalah ekstrak yang dibuat dari minyak daun mint. Ketika diolah menjadi obat oles seperti salep, menthol bisa membantu meredakan gatal akibat alergi. Salep ini membantu menenangkan kulit yang meradang berkat sensasi dinginnya.

Salep ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter, karena terdapat bahan campuran bahan lainnya. Gunakan persis seperti yang diarahkan pada label, atau seperti yang ditentukan oleh dokter Anda. Cuci tangan Anda sebelum dan sesudah menggunakan obat ini.

Untuk penggunaan pertama Anda, oleskan ke area kulit sedikit saja untuk menguji bagaimana kulit Anda bereaksi terhadap salep menthol. Campuran camphor dan menthol dapat menyebabkan sensasi terbakar atau sensasi dingin, yang ringan. Penggunaan salep ini harus dikurangi seiring membaiknya gatal akibat alergi Anda. 

Cara tepat menggunakan salep gatal alergi

Meskipun salep gatal yang Anda pakai untuk gejala alergi digunakan untuk pemakaian luar, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Hal berikut ini dapat mencegah reaksi alergi bertambah parah dan memaksimalkan hasil pengobatan yang baik:

1. Normal adanya apabila beberapa salep menghasilkan sensasi agak panas atau dingin setelah dioleskan ke kulit yang gatal. Namun apabila salep menimbulkan rasa sakit setelah dioles atau ada tanda melepuh dan terbakar, segera hentikan penggunaannya. Anda wajib segera telepon dokter atau pergi ke rumah sakit untuk mencegah risiko efek samping. 

2. Oleskan salep alergi hanya pada area kulit yang gatal saja, tidak usah di seluruh tubuh Anda. Namun, Anda butuh mengoleskan salep lebih banyak di area kulit yang rentan bergesekan, misalnya seperti di bawah payudara atau di antara pantat agar efek obat tetap bekerja semestinya di kulit.

3. Anda harus berhati-hati untuk menggunakan produk kosmetik setelah pakai salep gatal untuk alergi. Misalnya, apabila ingin menggunakan sunscreen atau tabir surya untuk keluar rumah setelah pakai salep. Pasalnya, tidak semua kemasan salep tertera informasi interaksi obat.  Maka itu, sebelum membeli selalu bertanya pada dokter atau apoteker terlebih dahulu.

Anda bisa menanyakan informasi apakah boleh menggunakan produk lain setelah salep alergi dioleskan ke kulit. Hal ini berguna untuk mencegah timbulnya efek samping atau obat tidak bekerja dengan baik. 

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 12, 2020 | Terakhir Diedit: November 19, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca