Alergi Air: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Oleh

Air adalah salah satu kebutuhan hidup yang tak bisa digantikan. Coba bayangkan hidup Anda satu hari saja tanpa air. Mustahil, bukan? Maka mungkin tak pernah terpikirkan oleh Anda bahwa di luar sana, ada orang-orang yang justru menghindari air. Ini karena orang-orang tersebut menderita alergi air.

Alergi air merupakan sebuah kondisi sangat langka yang bisa terjadi pada siapa saja, terutama wanita. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 30 sampai 40 orang di dunia yang mengidap kondisi ini.

Alergi ini akan kumat kalau kulit pengidapnya berkeringat, kehujanan, bersentuhan dengan air waktu mandi, atau ketika pengidapnya sedang menangis. Namun, ada juga yang alerginya akan kumat ketika minum air dalam jumlah yang cukup banyak. Pada kasus-kasus yang dilaporkan, pengidapnya baru akan mengalami berbagai gejala alergi air setelah melewati masa puber. Sebelumnya, mereka tak menunjukkan reaksi apa pun terhadap air. Penasaran seperti apa hidup yang harus dijalani pengidap alergi air? Simak informasi lengkap berikut ini.

BACA JUGA: 8 Jenis Alergi Aneh Yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Bagaimana bisa seseorang alergi air?

Dalam dunia medis, alergi air dikenal dengan istilah aquagenic urticaria. Para ahli dan spesialis kulit sendiri masih berusaha mempelajari kondisi ini lebih lanjut. Pasalnya, hingga saat ini belum ditemukan apa penyebab alergi air. Karena kasus alergi terhadap air sangat langka di seluruh dunia, dokter dan ilmuwan percaya bahwa kondisi ini tidak diturunkan melalui gen dalam keluarga.

Alergi sendiri dibagi menjadi banyak jenis. Alergi air masuk dalam kategori dermatitis kontak. Dermatitis kontak adalah reaksi pada kulit seperti ruam, gatal, dan perih. Reaksi ini terjadi ketika ada kontak atau sentuhan antara tubuh dengan zat tertentu. Zat yang menimbulkan reaksi ini disebut sebagai alergen.

Air akan menimbulkan reaksi ketika bersentuhan dengan partikel atau zat yang berbeda-beda pada kulit pengidapnya. Pada seorang pengidap alergi ini, air akan menimbulkan reaksi ketika bersentuhan dengan sebum atau minyak alami yang dihasilkan oleh tubuh. Sementara pada orang lain zat yang menimbulkan reaksi dengan air adalah sel kulit mati.

BACA JUGA: 8 Mitos Tentang Alergi yang Masih Dipertanyakan

Sistem kekebalan tubuh akan bereaksi ketika air bertemu dengan minyak atau sel kulit mati. Hal ini disebabkan oleh racun yang dihasilkan alergen tersebut. Sayangnya, belum ada penjelasan medis mengapa reaksi antara air dengan partikel atau zat alami tubuh bisa menghasilkan racun.  

Gejala alergi air

Jika Anda mengidap alergi air, gejala yang tampak paling jelas adalah munculnya ruam atau bentol pada kulit yang kena air. Kulit juga akan terasa panas, perih, dan gatal. Jika sudah parah, kulit akan tampak kemerahan seperti melepuh. Gejala ini biasanya berlangsung selama setengah jam hinga satu jam setelah Anda mengeringkan diri.

Pada kebanyakan kasus, alergi air hanya akan muncul kalau Anda terpapar air dalam waktu yang cukup lama dan airnya cukup banyak. Jika hanya beberapa menit saja dan airnya tak terlalu banyak, kulit tidak akan bereaksi.

Alergi air juga bisa muncul ketika Anda minum. Meski sangat jarang terjadi, ada orang yang akan merasa tenggorokannya perih, gatal, dan seperti terbakar kalau minum air putih banyak-banyak. Namun, ketika minum minuman bersoda, teh, atau jus buah, alerginya tidak akan separah itu atau tidak terjadi sama sekali.  

Yang bisa dilakukan pengidap alergi air

Para ahli masih mengembangkan berbagai obat dan perawatan untuk menyembuhkan kondisi ini sepenuhnya. Sementara itu, pengidap alergi air biasanya diberikan obat alergi dengan dosis tinggi yang harus diminum setiap hari. Obat antihistamin tersebut berfungsi untuk mengendalikan dan meredakan gejala-gejala yang muncul.

BACA JUGA: Anda Punya Alergi? Imunoterapi Bisa Menyembuhkannya

Orang yang alergi air biasanya hanya akan mandi beberapa kali dalam seminggu. Saat mandi pun harus dengan air dingin dan tidak boleh lebih dari 5 menit. Untuk cuci muka dan cuci tangan, biasanya mereka hanya menggunakan tisu basah atau hand sanitizer. Orang yang alergi air juga tidak disarankan untuk memanjangkan rambut. Pasalnya, kalau rambut lembap, berkeringat, atau basah, kulit kepala akan langsung gatal-gatal dan perih.

BACA JUGA: 5 Cara Sehat Merawat Rambut untuk Pria Berambut Panjang

Karena keringat juga bisa menimbulkan reaksi alergi, batasi waktu berolahraga dan beraktivitas fisik supaya tidak terlalu berkeringat. Beberapa pilihan olahraga yang cukup aman adalah tai chi dan yoga. Setelah berolahraga juga sebaiknya Anda langsung mengeringkan diri dan ganti baju.

Komplikasi yang mungkin terjadi adalah serangan kecemasan atau depresi. Saat kumat di tempat umum, alergi air juga bisa membuat pengidapnya tidak percaya diri. Sebaiknya konsultasikan dengan psikolog atau psikiater jika Anda mengalami komplikasi tersebut.    

Sumber
Yang juga perlu Anda baca