Hati-hati, Penis Melengkung Saat Ereksi Bisa Menjadi Tanda Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bentuk penis saat ereksi ternyata bisa menjadi gejala adanya masalah kesehatan tertentu. Ya, penelitian bahkan membuktikan penis melengkung bisa menjadi tanda awal penyakit kanker atau meningkatkan risiko Anda kena kanker. Berikut penjelasannya.

Penelitian buktikan penis melengkung bisa jadi tanda kanker

Penelitian yang dilakukan dari Baylor College of Medicine di Amerika Serikat menemukan bukti bahwa penis melengkung atau dalam istilah medis dikenal dengan penyakit Peyronie, meningkatkan risiko seseorang terkena kanker jenis tertentu. Penelitian tersebut mengumpulkan data dari total 1,7 juta orang. Hasilnya, pria dengan penyakit Peyronie 43 persen lebih berisiko terkena kanker perut, 19 persen lebih berisiko kena kanker kulit melanoma, dan 39 lebih berisiko terkena kanker testis.

Sumber: Peyronie’s Disease Advocates

Penyakit Peyronie adalah kondisi saat jaringan parut datar yang juga disebut plak fibrosa terbentuk di penis. Biasanya plak terbentuk pada bagian atas, bawah, atau di samping penis. Plak dapat menyebar ke seluruh penis dan membuat penis lama-kelamaan menjadi  keras dan bengkok.

Jaringan parut ini nantinya bisa menyebabkan rasa sakit saat ereksi hingga impotensi. Lengkungan akibat penyakit Peyronie bisa membuat penetrasi seksual menjadi lebih sulit. Bahkan, lama-lama penis mengalami penyusutan ukuran dan bentuk hingga makin lama makin memendek.

Penelitian menemukan fakta bahwa gen WNT2 ternyata berperan dalam terjadinya penyakit Peyronie serta beberapa jenis kanker. Salah satu peneliti sekaligus ahli urologi di Baylor College of Medicine, dr. Alexander Pastuszak, Ph.D.,  menyatakan bahwa bukti penelitian pada ayah dan anak yang memiliki Peyronie semakin memperkuat asumsi bahwa ternyata ada mutasi gen pada penyakit ini yang meningkatkan seseorang pada jenis kanker tertentu.

Lakukan pemeriksaan kesehataan secara rutin

Jika Anda menyadari memiliki penis bengkok, jangan panik dulu. Tidak semua kasus penis bengkok pasti berujung pada penyakit Peyronie dan kanker. Umumnya penis sedikit melengkung merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dirisaukan. Jika bengkoknya terlihat parah dan tidak biasa, maka Anda bisa langsung segera memeriksakannya ke dokter.

Menurut American Urological Association, jika penis bengkok secara tiba-tiba dan semakin hari semakin terlihat lengkungannya saat ereksi, sebaiknya periksa ke dokter. Terlebih jika kondisi ini disertai dengan gejala lain seperti sakit saat berhubungan seks, penis memendek, terjadi disfungsi ereksi, dan juga penis mengeras.

Jika hasil diagnosis menyebutkan bahwa Anda terkena penyakit Peyronie, Anda juga perlu tetap tenang. Pasalnya, Anda belum tentu pasti akan terkena kanker jika mengidap kondisi yang satu ini. Penyakit ini bisa diobati dengan beberapa prosedur medis.

Akan tetapi, kabar baiknya bahwa kondisi ini bisa membaik dan menghilang dengan sendirinya. Maka dari itu, biasanya dokter akan meminta Anda untuk menunggu 1-2 tahun sebelum melakukan tindakan medis yang lebih serius seperti operasi.

Biasanya dokter hanya akan memberikan beberapa obat minum dan suntik jika penis bengkok hingga lebih dari 30 derajat selama ereksi. Obat suntik seperti interferon membantu menghancurkan jaringan parut yang menyerang penis.

Jika dokter menyatakan Anda mengidap Peyronie, maka lakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk melihat apakah ada sel kanker yang tumbuh di tubuh Anda. Anda perlu lebih peka terhadap kesehatan diri dan sinyal-sinyal yang diberikan tubuh.

Deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran kanker di tubuh Anda. Dr. Patuszak menyatakan bahwa penting untuk memeriksakan diri setahun atau dua tahun sekali untuk memastikan tubuh berada dalam kondisi sehat dan baik.

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Awas, Pria yang Kecanduan Pornografi Malah Berisiko Alami Impotensi

Berapa kali Anda menonton pornografi dalam seminggu? Hati-hati, lho. Para ahli menguak kalau kecanduan pornografi berdampak pada risiko disfungsi ereksi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 11 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Penyakit Penyebab Disfungsi Ereksi Pada Pria

Ereksi sering disebut simbol kejantanan pria, namun tak semua pria bisa ereksi dengan baik. Berikut ini penyakit yang bisa jadi penyebab disfungsi ereksi.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Impotensi 19 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Ukuran Penis Berpengaruh Terhadap Kepuasan Seksual?

Dalam hubungan seks, ukuran penis terkadang menajdi salah satu faktor tercapainya kepuasan. Namun, benarkah ukuran penis mempengaruhi kepuasan pasangan?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 11 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
impotensi

Impotensi (Disfungsi Ereksi)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
posisi penis bengkok parafimosis tidak disunat

Mana Posisi Penis di Celana Dalam yang Lebih Sehat: Ke Atas Atau Bawah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 6 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 4 menit