home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hati-hati, Penis Melengkung Saat Ereksi Bisa Menjadi Tanda Kanker

Hati-hati, Penis Melengkung Saat Ereksi Bisa Menjadi Tanda Kanker

Bentuk penis saat ereksi ternyata bisa menjadi gejala adanya masalah kesehatan tertentu. Ya, penelitian bahkan membuktikan penis melengkung bisa menjadi tanda awal penyakit kanker atau meningkatkan risiko Anda kena kanker. Berikut penjelasannya.

Penelitian buktikan penis melengkung bisa jadi tanda kanker

Penelitian yang dilakukan dari Baylor College of Medicine di Amerika Serikat menemukan bukti bahwa penis melengkung atau dalam istilah medis dikenal dengan penyakit Peyronie, meningkatkan risiko seseorang terkena kanker jenis tertentu. Penelitian tersebut mengumpulkan data dari total 1,7 juta orang. Hasilnya, pria dengan penyakit Peyronie 43 persen lebih berisiko terkena kanker perut, 19 persen lebih berisiko kena kanker kulit melanoma, dan 39 lebih berisiko terkena kanker testis.

Sumber: Peyronie’s Disease Advocates

Penyakit Peyronie adalah kondisi saat jaringan parut datar yang juga disebut plak fibrosa terbentuk di penis. Biasanya plak terbentuk pada bagian atas, bawah, atau di samping penis. Plak dapat menyebar ke seluruh penis dan membuat penis lama-kelamaan menjadi keras dan bengkok.

Jaringan parut ini nantinya bisa menyebabkan rasa sakit saat ereksi hingga impotensi. Lengkungan akibat penyakit Peyronie bisa membuat penetrasi seksual menjadi lebih sulit. Bahkan, lama-lama penis mengalami penyusutan ukuran dan bentuk hingga makin lama makin memendek.

Penelitian menemukan fakta bahwa gen WNT2 ternyata berperan dalam terjadinya penyakit Peyronie serta beberapa jenis kanker. Salah satu peneliti sekaligus ahli urologi di Baylor College of Medicine, dr. Alexander Pastuszak, Ph.D., menyatakan bahwa bukti penelitian pada ayah dan anak yang memiliki Peyronie semakin memperkuat asumsi bahwa ternyata ada mutasi gen pada penyakit ini yang meningkatkan seseorang pada jenis kanker tertentu.

Lakukan pemeriksaan kesehataan secara rutin

Jika Anda menyadari memiliki penis bengkok, jangan panik dulu. Tidak semua kasus penis bengkok pasti berujung pada penyakit Peyronie dan kanker. Umumnya penis sedikit melengkung merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dirisaukan. Jika bengkoknya terlihat parah dan tidak biasa, maka Anda bisa langsung segera memeriksakannya ke dokter.

Menurut American Urological Association, jika penis bengkok secara tiba-tiba dan semakin hari semakin terlihat lengkungannya saat ereksi, sebaiknya periksa ke dokter. Terlebih jika kondisi ini disertai dengan gejala lain seperti sakit saat berhubungan seks, penis memendek, terjadi disfungsi ereksi, dan juga penis mengeras.

Jika hasil diagnosis menyebutkan bahwa Anda terkena penyakit Peyronie, Anda juga perlu tetap tenang. Pasalnya, Anda belum tentu pasti akan terkena kanker jika mengidap kondisi yang satu ini. Penyakit ini bisa diobati dengan beberapa prosedur medis.

Akan tetapi, kabar baiknya bahwa kondisi ini bisa membaik dan menghilang dengan sendirinya. Maka dari itu, biasanya dokter akan meminta Anda untuk menunggu 1-2 tahun sebelum melakukan tindakan medis yang lebih serius seperti operasi.

Biasanya dokter hanya akan memberikan beberapa obat minum dan suntik jika penis bengkok hingga lebih dari 30 derajat selama ereksi. Obat suntik seperti interferon membantu menghancurkan jaringan parut yang menyerang penis.

Jika dokter menyatakan Anda mengidap Peyronie, maka lakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk melihat apakah ada sel kanker yang tumbuh di tubuh Anda. Anda perlu lebih peka terhadap kesehatan diri dan sinyal-sinyal yang diberikan tubuh.

Deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran kanker di tubuh Anda. Dr. Patuszak menyatakan bahwa penting untuk memeriksakan diri setahun atau dua tahun sekali untuk memastikan tubuh berada dalam kondisi sehat dan baik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Understanding ED: Peyronie’s Disease

https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction/peyronies-disease#treatment accessed on May 2nd 2018

The Curve in Your Penis Might be a Sign of Cancer

https://www.menshealth.com/health/a19540968/peyronies-disease-and-cancer/ accessed on May 2nd 2018

Curved Penis May Increase Cancer Risk

https://www.medicalnewstoday.com/articles/319960.php accessed on May 2nd 2018

Do I have Peyronie’s Disease?

http://www.peyroniesassociation.org/what-is-peyronies/do-i-have-peyronies/ accessed on May 2nd 2018

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 08/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x