Benarkah Ada Cara Membesarkan Penis yang Efektif?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Ketika berbicara soal ukuran penis, mungkin hampir tidak ada satu pun pria yang tidak pernah mengkhawatirkan hal ini di satu titik dalam kehidupannya. Selain itu, mungkin juga hampir semua pria di planet ini setidaknya pernah memuaskan rasa penasarannya mengembara di dunia online mencari tahu cara-cara untuk membesarkan penis — dan benar-benar tergiur untuk mencobanya.

Banyak produk dan program yang mengklaim telah menemukan rahasia besar untuk penis besar. Namun tetap saja, Anda yang tergoda untuk menjajal cara-cara ini harus berhati-hati karena tidak ada metode ilmiah terbukti untuk meningkatkan ukuran penis Anda tanpa risiko nyata. Sembarangan mencoba meningkatkan ukuran penis, Anda berisiko kehilangan sensasi di saraf perifer Anda (membuat sulit ejakulasi), impotensi, luka jaringan parut, lesi, atau kerusakan permanen lainnya.

Dapatkan fakta tentang apa yang diharapkan dari beragam cara membesarkan penis, mulai dari pil pembesar penis, pompa, olahraga, hingga bedah plastik.

Apa saja metode pembesaran penis yang tersedia?

1. Pompa vakum

Untuk beberapa kasus tertentu, pompa vakum dapat membantu penderita kondisi medis masalah hambatan sirkulasi darah untuk mendapatkan dan menjaga ereksi. Pompa vakum sering digunakan pada pria lanjut usia, yang memiliki diabetes, atau disfungsi ereksi (walaupun tidak menyembuhkan; hanya mengelola gejalanya).

Pompa vakum menjanjikan peningkatan ukuran penis dengan memompa darah ke batang penis, hingga membengkak. Anda kemudian diharuskan menjepit penis dengan sebuah cincin ketat — seperti turniket — untuk menjaga darah tidak mengalir kembali ke tubuh atas.

Apakah metode ini efektif?

Metode ini mungkin terdengar masuk akal dan mudah untuk dilakukan, namun terbukti hanya memberikan efek sementara (selama cincin terus dipakai) dan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap performa Anda di tempat tidur. Menggunakannya terlalu sering atau terlalu lama dapat merusak jaringan elastis penis, menghasilkan ereksi yang kurang optimal (bahkan impotensi), mati rasa pada organ, hingga kerusakan jaringan dan pembuluh darah.

2. Suplemen dan krim topikal

Obat-obatan oral dan krim topikal pembesar penis mengklaim mengandung hormon, vitamin, mineral, atau rempah tradisional yang efektif membesarkan penis.

Apakah metode ini efektif?

Tidak ada bukti ilmiah yang dapat mendukung klaim ini benar bekerja efektif membantu Anda mendapatkan ukuran penis yang Anda impikan, dan beberapa produk dapat membahayakan Anda. Kebanyakan produk obat-obatan pembesar penis tidak disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Akibatnya, tidak ada jaminan seperti apa komposisi atau bahan kimia yang terkandung dalam obat-obatan pembesar penis ini; pil ‘ajaib’ dapat terkontaminasi dengan bahan beracun, seperti timah atau zat sisa kotoran. Beberapa produk atau metode pembesaran penis telah secara terbuka menjelaskan tentang potensi efek samping atau kerusakan permanen yang mungkin ditimbulkan. Belum lagi, pil dan krim ini mungkin merupakan produk placebo.

Beberapa produsen pil dan krim pembesar penis mengiklankan produk mereka dengan gambar-gambar “sebelum dan sesudah” dan testimonial dari klien-klien terdahulunya, tetapi ini tidak bisa dianggap sebagai bukti valid karena sangat mudah bagi para pengiklan untuk memanipulasi gambar dengan komputer atau menulis review produk palsu. Tidak ada obat yang diketahui yang dapat meningkatkan ukuran penis.

3. Menggantungkan beban pada penis

Beberapa percaya bahwa ukuran penis yang lebih besar dapat dicapai dengan menggunakan beban yang digantungkan dari ujung penis secara berulang dari waktu ke waktu. Terdengar menyakitkan, namun jangan salah, alternatif non-obat ini tercatat merupakan metode tertua dalam upaya memperbesar ukuran penis.

Apakah metode ini efektif?

Tergantung dari bobot beban yang digunakan akan memperpanjang penis yang ‘layu’, tetapi tidak akan meningkatkan ketebalan. Kekurangannya? Tidak ada dasar ilmiah yang dapat mendukung keamanannya, dan tidak ada laporan hasil positif dari beragam percobaan yang telah dilakukan menggunakan metode beban ini selama bertahun-tahun. Tidak ada bukti bahwa hasil penarikan akan tetap permanen bahkan setelah beban dilepaskan. Malah, ada banyak dokumentasi bukti bahwa memperbesar penis dengan bantuan beban menimbulkan stretch mark, lesi, penurunan sensitivitas pada penis, kerusakan jaringan, dan impotensi.

4. Perangkat fisik

Melihat peluang ini, kini banyak produsen penis extender atau stretcher yang mencuat di pasaran. Penis extender, sesuai namanya, menggunakan metode traksi: penis yang ‘layu’ diselipkan ke dalam tabung ekstender untuk kemudian ditarik, setiap hari.

Apakah metode ini efektif?

Dilansir dari Medical Daily, penis extender telah terbukti menggunakan proses alami tubuh guna merangsang regenerasi sel dalam jaringan penis, dan jurnal medis asal Italia yang khusus meneliti perangkat ini menyimpulkan bahwa pria secara permanen mendapatkan panjang tambahan, rata-rata, kurang dari 2,5 cm. Walaupun begitu, studi ini tidak berkualitas tinggi.

Dengan catatan, hasil yang cukup lumayan ini datang dengan risiko tersendiri. Selain memerlukan dedikasi tinggi — 8 jam dalam sehari dan dilakukan setiap hari selama enam bulan — metode ini juga membawa risiko kesehatan yang tidak main-main, seperti kerusakan jaringan dan pembuluh darah.

5. Jelqing

Beberapa orang merekomendasikan olahraga sebagai cara aman untuk memperbesar penis, misalnya dengan senam Kegel dan jelqing. Meski ada banyak bukti medis yang dapat menjamin manfaat kinerja seksual yang lebih baik berkat senam Kegel, sebenarnya tidak ada latihan yang khusus untuk meningkatkan ukuran penis.

Jelqing adalah metode olahraga yang dipercaya bisa memperbesar ukuran penis dengan menarik dan menampar penis Anda (tanpa masturbasi).

Apakah metode ini efektif?

Kedua metode ini terbukti hanya menawarkan efek sementara dan tidak efektif.

6. Bedah plastik

Ada dua prosedur medis yang tersedia untuk pembesaran penis. Pertama, bedah plastik untuk menambah panjang penis, yang melibatkan pemotongan ligamen suspensori. Ligamen ini menyambungkan penis ke area panggul dan menopang penis dalam keadaan tegak saat ereksi. Saat ligamen dipotong, posisi penis akan merosot turun ke bawah, yang memberikan ilusi tampak lebih panjang dan besar.

Apakah metode ini efektif?

Dilansir dari NHS, sebuah studi tahun 2008 menemukan bahwa prosedur ini menimbulkan tambahan panjang rata-rata sekitar 1,3 cm, namun hanya 35 persen pria yang puas akan hasilnya. Prosedur ini juga dapat menyebabkan penis menegang ke bawah saat ereksi.

Kedua, bedah plastik untuk menambah ketebalan penis saat ereksi. Prosedur ini melibatkan penyuntikkan lemak yang diambil dari bagian tubuh lain ke dalam penis. Risikonya, penis Anda mungkin terlihat tidak rata atau memiliki bejolan di sana-sini, dan mungkin timbul jaringan parut. Lemak yang disuntikkan lama-kelamaan juga bisa hilang.

Satu alternatif bedah plastik baru yang mungkin lebih rendah risiko dilaporkan berhasil pada sejumlah pria. Prosedur ini melibatkan penempatan ulang kedua buah zakar agak lebih ke atas guna memperlihatkan lebih banyak batang penis, sehingga menciptakan penampilan penis yang lebih panjang. Prosedur ini berlangsung selama 20 menit dan dapat dilakukan sambil rawat jalan.

Perawatan bedah, menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan di University of Turin, Italia,ditandai dengan risiko tinggi komplikasi dan hasil yang tidak diinginkan. American Urology Association, dikutip dari WebMD, menyatakan bahwa prosedur ini belum terbukti aman atau efektif untuk memperbesar penis pada orang dewasa.

Mengapa tidak ada cara yang benar-benar efektif untuk membesarkan penis?

Entah itu suplemen atau perangkat fisik, tidak ada cara yang terbukti efektif untuk membesarkan penis. Alasannya, penis terdiri dari pasangan corpora cavernosa dan corpus spongiosum tunggal, sehingga ukuran penis sedikit banyak lebih ditentukan secara genetik. Tidak seperti payudara atau hidung, penis bukanlah organ statis, tetap perlu untuk bergerak, sehingga prosedur operasi pun tidak akan berhasil karena tidak ada material cangkokan yang cocok untuk kebutuhan spesifik seperti ini.

Selain itu, penis merupakan salah satu organ tubuh manusia yang tidak memiliki otot, sehingga karena itulah segala olahraga fisik dan latihan apapun yang difokuskan pada penis tidak akan membuahkan hasil yang diinginkan.

Upaya membesarkan penis adalah sia-sia, karena ukuran penis beragam untuk setiap pria

Anda berpikiran bahwa penis Anda lebih kecil daripada orang lain? Tidak selalu.

Ketakutan bahwa penis Anda terlihat terlalu kecil, bahkan untuk memuaskan pasangan Anda saat berhubungan seks adalah hal yang umum. Tetapi, penelitian telah menunjukkan bahwa kebanyakan pria yang berpikiran bahwa alat kelaminnya terlalu kecil sebenarnya memiliki ukuran penis yang normal. Demikian pula, penelitian menunjukkan banyak pria memiliki bayangan berlebihan dari patokan ukuran penis yang “normal”. Teknisnya, menurut Mayo Clinic, penis tidak akan dianggap kecil kecuali memiliki panjang kurang dari 7,5 cm saat ereksi.

Dilansir dari Science Base, ginekolog Edwin Bowman menjelaskan dalam jurnal Archives of Sexual Behavior bahwa manusia berevolusi untuk memiliki penis yang lebih besar secara proposional paralel dengan evolusi evolusi besar pelebaran jalur lahir di saat bersamaan otak kita juga berkembang lebih besar daripada nenek moyang kita ratusan juta tahun yang lalu dan saudara primata lainnya. Jadi, satu-satunya cara pasti dan terjamin untuk mendapatkan penis besar alami adalah manusia diharuskan berkembang lebih jauh lagi secara biologis. Tetapi, melihat bahwa pria dan wanita berkembang secara paralel, rasanya hal ini juga tidak akan membawa banyak keuntungan.

Bagi Anda yang bersikeras menginginkan beberapa centimeter tambahan, ada satu pilihan yang terbukti murah, aman, dan sehat: Kurangi berat badan dengan pola makan sehat dan olahraga. Penis memang terlihat lebih kecil jika Anda melihatnya dari atas. Saat seseorang memiliki perut buncit, kelebihan lemak ini bukan hanya akan semakin membatasi pandangan Anda ke penis, namun juga “menghisap” sebagian penis ke dalam perut sehingga terlihat lebih pendek. Aturan umumnya, setiap 15 kg ekstra lemak dalam tubuh pria akan menutupi 2,5 cm penisnya.

Jadi, jika Anda benar-benar khawatir, nge-gym sekarang juga!

BACA JUGA:

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Anda bisa mencium bau badan atau wangi parfum yang dipakai orang lain dengan mudah. Tapi kenapa, ya, kita tidak bisa mencium bau badan sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kuku, mulai dari penampakannya yang aneh atau sekadar mudah patah, bisa berarti ada masalah juga pada kesehatan Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Sering mencium bau kentang atau bau busuk padahal tidak ada wujudnya? Tenang, ini bukan pertanda mistis, kok! Bisa jadi Anda mengalami hal ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat minyak kutus kutus

Benarkah Minyak Kutus Kutus Baik untuk Kesehatan? Cek Faktanya di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit