home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ketahui Penyebab dan Ciri Gangguan Hormon Testosteron Pada Pria

Ketahui Penyebab dan Ciri Gangguan Hormon Testosteron Pada Pria

Seiring bertambahnya usia, kadar hormon testosteron pada pria juga semakin menurun. Hormon testosteron menurun bisa mengancam fungsi seksual. Namun, tidak menutup kemungkinan Anda mengalami kelebihan hormon testosteron. Hal ini lah yang disebut sebagai gangguan hormon. Simak penjelasan lengkap mengenai gangguan hormon testosteron yang bisa terjadi pada pria di bawah ini!

Penyebab gangguan hormon pada pria

gangguan hormon pria

Dikutip dari Urology Care Foundation, testosteron adalah hormon seks yang dihasilkan di testis pria.

Fungsi testosteron adalah membantu pembentukan organ seksual saat bayi laki-laki mengalami masa pertumbuhan.

Saat pubertas, hormon testosteron penting untuk meningkatkan perkembangan fisik dari laki-laki menjadi pria.

Mengapa? Karena, dengan hormon testosteron anak laki-laki bisa memiliki lebih banyak bulu di tubuh, otot, dan suara yang lebih berat.

Lalu, fungsi seksual pria juga dipengaruhi oleh hormon testosteron. Hal ini karena testosteron juga mempunyai fungsi untuk menghasilkan sperma di dalam tubuh.

Testosteron dihasilkan oleh kelenjar gonad pada testis. Kadar produksi testosteron yang dihasilkan oleh kelenjar tersebut mengalami puncaknya saat seorang laki-laki memasuki usia remaja akhir, atau berusia sekitar 18 tahun.

Dari awal masa puber hingga dewasa, hal yang bisa terjadi adalah gangguan hormon testosteron pada pria.

Berikut penjelasan mengenai penyebab gangguan hormon yang bisa terjadi, seperti:

1. Hormon testosteron kurang atau rendah

Saat usia bertambah, adalah hal normal ketika mengalami kekurangan hormon testosteron atau kadar testosteron rendah pada pria.

Selain itu, ada penyebab gangguan hormon atau berkurangnya testosteron pada pria. Ini termasuk cedera pada testis serta radiasi kemoterapi untuk mengobati kanker di area genital.

Testosteron rendah juga bisa disebabkan oleh penyakit kelenjar di bawah otak, dan obat-obatan yang memengaruhi kelenjar ini seperti steroid.

Hal ini bisa memberikan dampak yang besar, terutama pada kehidupan seksual yang menyangkut dengan masalah kesuburan atau infertilitas pria.

Gangguan hormon seperti kekurangan atau testosteron rendah bisa menyebabkan kesulitan ereksi.

Ereksi mungkin menjadi kurang sering terjadi atau menjadi lebih lemah daripada sebelumnya.

Ciri-ciri & gejala kekurangan hormon testosteron

Setelah usia 30 tahun, pria akan mengalami penurunan kadar testosteron secara berkala. Seharusnya tidak menimbulkan perubahan fisik maupun penurunan libido yang signifikan.

Akan tetapi, masih mungkin terjadi dan bisa menghambat apabila Anda sedang merencanakan kehamilan.

Berikut beberapa gejala dari gangguan atau kekurangan hormon testosteron pada pria, seperti:

  • Rendahnya dorongan seks.
  • Sulit mempertahankan ereksi atau impoten.
  • Volume air mani terlalu sedikit.
  • Lebih mudah lelah dan memengaruhi aktivitas fisik.
  • Pertumbuhan rambut di tubuh mulai berkurang atau kebotakan.
  • Kenaikan berat badan serta penumpukan lemak.
  • Hilangnya massa otot.
  • Lapisan tulang menipis sehingga memicu osteoporosis.
  • Mengalami perubahan suasana hati yang tidak menentu.

Ada pula ciri-ciri atau gejala yang tidak bisa langsung terlihat sehingga perlu berkonsultasi dengan dokter atau melakukan tes kesuburan. Hal ini untuk mengetahui kadar testosteron di tubuh Anda.

Bagaimana cara mengobati testosteron rendah?

Biasanya, cara mengobati gangguan hormon testosteron pada pria yang satu ini adalah melakukan terapi pengganti testosteron.

Lalu, kebanyakan pria dengan testosteron rendah akan diresepkan gel testosteron untuk digosokkan pada lengan atau bahunya.

Metode lainnya adalah dengan menerima suntik di otot atau perawatan lainnya yang secara perlahan melepaskan testosteron ke dalam darah.

Jika Anda menderita kanker prostat, ada kemungkinan tidak boleh menjalani terapi untuk menambah testosteron karena bisa meningkatkan pertumbuhan kanker.

Saat mencapai usia 40 tahun, sebaiknya Anda pergi ke dokter untuk diperiksa apakah testosteron rendah.

Selain itu, setiap gejala yang dicurigai sebagai gangguan hormon pada pria akibat testosteron rendah harus diwaspadai dan diobati sesegera mungkin.

Hubungan hormon testosteron rendah dengan hipogonadisme

Menjadi salah satu gangguan hormon, hipogonadisme merupakan kondisi ketika tubuh pria tidak menghasilkan hormon seksual yang cukup.

Hal ini bisa terjadi dapat dimulai selama perkembangan janin, sebelum pubertas, atau saat dewasa.

2. Kelebihan hormon testosteron

Perlu diketahui apabila pria tidak hanya mempunyai hormon testosteron. Tetapi juga hormon estrogen agar gairah seksual, kualitas sperma, serta kesuburan pria terkendali dengan baik.

Penyebab gangguan hormon pada pria lainnya yang bisa terjadi adalah ketika kelebihan hormon testosteron. Saat kondisi ini terjadi, anak laki-laki bisa mengalami pubertas dini.

Berikut beberapa efek yang bisa terjadi ketika pria mengalami kelebihan hormon testosteron, seperti:

Kulit berminyak dan jerawatan

Nyatanya, kelebihan hormon testosteron dapat menyebabkan kulit jadi berminyak dan berjerawat.

Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar DHT (dihidrotestosteron) sehingga meningkatkan produksi sebum minyak, zat kental yang bisa menyumbat pori-pori pada wajah.

Apabila pori-pori tertutup, bakteri akan menumpuk pada kulit dan menyebabkan peradangan seperti jerawat.

Rambut rontok

Salah satu hal yang dapat terjadi pada kelebihan hormon testosteron pada pria adalah gejala rambut rontok atau bahkan kebotakan.

Umumnya, gejala kerontokan rambut ini akan dimulai dari bagian simpul kulit kepala. Lalu akan berlanjut rontok apa rambut bagian pelipis dan akan berlanjut keseluruhan.

Buah zakar mengerut

Secara sederhana, saat otak menstimulasi kelebihan hormon testosteron dalam tubuh, otak akan menganggap semua itu berawal dari tempat produksi testosteron, yaitu pada buah zakar.

Selanjutnya, otak akan menutup produksi LH (Luteinizing Hormon), yang berguna memberi tahu testis untuk memproduksi testosteron.

Maka dari itu, gangguan hormon pada pria ini mengakibatkan buah zakar mengerut atau mengalami perubahan ukuran.

Kelebihan sel darah merah dan hemoglobin

Jika mengalami kelebihan testosteron dalam tubuh, salah satu efeknya adalah adanya peningkatan kadar sel darah merah dan kadar hemoglobin.

Pada pria yang lebih tua, peningkatan sel darah merah dapat menimbulkan adanya serangan jantung dan stroke.

Peningkatan sel darah merah dalam darah akibat kelebihan hormon testosteron dapat dikurangi dengan menurunkan dosis pengganti testosteron.

Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah donor darah yang tujuannya untuk menurunkan tingkat sel darah dalam tubuh.

Berapa kadar hormon testosteron yang normal pada pria?

hormon testosteron pada pria

Secara normal, pria memiliki 300-1000 nanogram/desiliter hormon testosteron di dalam tubuh. Sementara, nilai terendah yang masih bisa ditoleransi adalah 270 nanogram/desiliter.

Kisaran testosteron tersebut penting untuk mendiagnosis dan memberikan pengobatan yang efektif serta mencegah gangguan hormon pada pria.

Selain itu, banyak penyakit lainnya yang bisa dites dengan pengukuran hormon.

Anda perlu melakukan tes untuk mengetahui berapa kadar hormon testosteron di dalam tubuh. Tes akan dilakukan pada pagi hari antara jam 7 hingga 10.

Apabila Anda tidak mempunyai masalah kesehatan tertentu tetapi hasilnya tidak normal, diperlukan tes berikutnya. Hal ini karena kadar hormon bisa berubah dari hari ke hari.

Tes sederhana untuk mengetahui gangguan hormon pada pria

Coba lakukan tes sederhana ini pada pasangan. Tanyakan beberapa pertanyaan berikut ini.

  1. Apakah libido menurun akhir-akhir ini?
  2. Apakah merasa lemas dan lesu?
  3. Apakah daya tahan dan kekuatan fisik menurun?
  4. Apakah tinggi badan berkurang?
  5. Apakah merasa kenikmatan hidup menurun?
  6. Apakah cepat merasa kesal atau mudah marah?
  7. Apakah ereksi kurang kuat?
  8. Apakah ada penurunan kemampuan dalam berolahraga?
  9. Apakah sering mengantuk dan tertidur usai makan malam?
  10. Apakah ada perubahan atau penurunan prestasi kerja?

Bila jawaban nomor 1, 3, dan 7 adalah “ya”, maka sebaiknya Anda atau sarankan pasangan untuk melakukan pemeriksaan kadar hormon testosteron.

Hal ini diperlukan untuk mengetahui apakah mengalami gangguan hormon pada pria atau tidak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Low testosterone. (2020). Retrieved 24 August 2020, from https://www.healthdirect.gov.au/low-testosterone

testosterone?, C. (2020). Could you have low testosterone?: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 24 August 2020, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000722.htm

Low Testosterone: Symptoms, Diagnosis & Treatment – Urology Care Foundation. (2020). Retrieved 24 August 2020, from https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/low-testosterone

Low Testosterone (Low T): Causes, Symptoms, Diagnosis & Treatment. (2020). Retrieved 24 August 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15603-low-testosterone-male-hypogonadism

Testosterone deficiency. (2020). Retrieved 24 August 2020, from https://www.healthymale.org.au/mens-health/testosterone-deficiency#anchor-293

Testosterone, aging, and the mind. (2020). Retrieved 24 August 2020, from https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/testosterone_aging_and_the_mind

Testosterone | Hormone Health Network. (2020). Retrieved 24 August 2020, from https://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/testosterone

Testosterone. (2020). Retrieved 24 August 2020, from https://www.ucsfhealth.org/medical-tests/testosterone

What Every Man Needs To Know About Testosterone Replacement Therapy | Empoweryourhealth.org. (2020). Retrieved 24 August 2020, from https://www.empoweryourhealth.org/magazine/vol8_issue3/what-every-man-needs-to-know-about-testosterone-replacement-therapy

Testosterone therapy: Potential benefits and risks as you age. (2020). Retrieved 24 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/sexual-health/in-depth/testosterone-therapy/art-20045728

Testosterone — What It Does And Doesn’t Do – Harvard Health. (2020). Retrieved 24 August 2020, from https://www.health.harvard.edu/drugs-and-medications/testosterone–what-it-does-and-doesnt-do

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal diperbarui 10/03/2017
x