Sering Mengigau Saat Tidur Bisa Jadi Tanda Penyakit Demensia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sering mengigau saat tidur? Atau tanpa Anda sadari di setiap malam Anda tidak dapat diam dalam tidur karena memperagakan mimpi? Jika iya, Anda harus berhati-hati. Kondisi ini bisa saja tanda bahwa Anda mengalami gangguan fungsi otak dan sistem saraf. Kok bisa? Simak penjelasannya berikut ini.

Normalkah sering mengigau saat tidur?

Mengigau saat tidur sebenarnya adalah yang wajar. Namun, mengigau terlalu sering merupakan gangguan mimpi saat tidur yang disebabkan karena adanya masalah pada fungsi otak Anda. Kondisi ini disebut dengan Rapid Eye Movemenet (REM) sleep behaviour disorder. Gangguan ini ditandai dengan beberapa tanda seperti:

  • Mengigau, berbicara, mengoceh dalam tidur
  • Tidur sambil berjalan
  • Loncat dari tidur
  • Melakukan berbagai gerakan seperti menendang, meninju, atau gerakan berlari
  • Anda dapat melanjutkan mimpi yang terputus ketika tertidur kembali

Semua tanda tersebut sebenarnya biasa terjadi pada setiap orang, namun pada orang yang memiliki gangguan tidur ini, tanda yang mereka alami cukup sering, bahkan setiap bermimpi mereka akan melakukan salah satu dari tanda tersebut.

Apa penyebab sering mengigau saat tidur?

Pada keadaan normal, mimpi akan muncul ketika seseorang memasuki rapid eye movement (REM), yaitu tahapan tidur yang biasanya terjadi setiap 1,5 sampai 2 jam sekali selama waktu tidur sepanjang malam.

Saat REM terjadi juga, tubuh Anda akan melakukan beberapa respon seperti tekanan darah meningkat, pernapasan menjadi tidak teratur, dan otot kehilangan kekuatannya untuk bergerak (paralisis). Tetapi, tenang saja hal ini tidak berbahaya kok. Justru, saat tersebut otak Anda sedang dalam posisi sangat aktif.

Sementara, pada orang yang memiliki gangguan mimpi, otot tubuh tetap tidak menjadi kaku (paralisis) sehingga dapat digerakkan dengan mudah. Jadi, ketika orang tersebut melihat suatu kejadian di dalam mimpinya, ia akan memeragakan gerakan yang ada di mimpinya tersebut.

Penyebab pasti dari gangguan sering mengigau sebenarnya belum diketahui dengan pasti, namun para ahli mengungkapkan kalau kondisi tersebut berhubungan dengan berbagai penyakit sistem saraf, seperti penyakit ParkinsonSebuah studi yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Neurology, menyatakan jika sering mengigau ketika bermimpi adalah tanda awal risiko terbentuknya penyakit demensia.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi sering mengigau saat tidur?

Meski dikaitkan dengan penyakit sistem saraf, namun bila Anda tidak mengalami gejala lain yang menunjukkan gejala penyakit tersebut maka Anda tak perlu khawatir. Jika ingin mengetahui kondisi Anda dengan pasti, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter.

Sementara, gangguan mimpi seperti ini biasanya ditangani dengan cara memberikan beberapa obat seperti Clonazepam, yaitu obat penenang yang dapat membuat pasien merasa rileks saat tidur. Sebanyak 90% kasus yang ada dapat diobati dengan obat ini.

Namun memang obat yang diberikan tergantung dengan masing-masing gejala yang Anda alami. Oleh karena itu, bila Anda mengalami gangguan tidur seperti ini maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit