Peran Komunitas Pendamping bagi Pasien TB Resistan Obat dalam Pengobatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Berdasarkan laporan organisasi kesehatan dunia (WHO) tahun  2020, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan beban tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia setelah India. Estimasi beban kasus yang ditanggung per tahun 2019 mencapai 854.000. Sedangkan untuk kasus TB resistan obat (TB RO), Indonesia merupakan 1 dari 10 negara yang berkontribusi terhadap 77% kasus TB RO secara global.

Sayangnya, dari keseluruhan estimasi tersebut masih banyak yang terlambat memulai pengobatan atau tidak mematuhi aturan minum obat dengan benar.

Program-program komunitas sangat penting untuk membantu mereka menjangkau dan memulai pengobatan lebih dini sehingga penyakitnya bisa ditangani sejak awal. 

Komunitas pendamping bagi pasien TB resistan obat di Indonesia

Hasil rontgen paru TBC

Tuberkulosis resistan obat (TB RO) adalah kondisi ketika obat-obatan antibiotik untuk TB lini pertama sudah tidak mempan dalam menyembuhkan infeksi TB dalam tubuh pasien.

Saat pasien TB mengalami resistan obat maka penanganannya menjadi lebih kompleks dan membutuhkan waktu yang lebih lama. 

Tingginya jumlah penderita TB resistan obat dipicu oleh berbagai macam faktor. Beberapa fakor pemicu TB RO adalah metode pengobatan yang kurang memadai dan pasien yang lalai menjalani pengobatan. Karena itu peran 

Organisasi dan komunitas bisa menjadi pendorong lebih banyaknya pasien TB RO yang terdiagnosis dan memastikan mereka melakukan pengobatan dengan tekun. 

Peran komunitas sangat penting dalam mendukung upaya diagnosis pasien TB dan pengobatan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan. Komunitas menjadi aspek penting dalam mewujudkan Indonesia bebas TB di tahun 2030 yang dicanangkan Kementerian Kesehatan dan organisasi kesehatan dunia (WHO).

Program MANDIRI-TB dari komunitas dan organisasi

Pentingnya Komunitas Pendampingan Pasien TB Resistan Obat

Dalam mendukung eliminasi TB 2030, Yayasan KNCV Indonesia (YKI) menjalankan proyek bernama Mandiri-TB (Mobilisasi Jejaring untuk Kemandirian Melawan  TBC). Program ini akan dijalankan di 4 kota yaitu Medan (Sumatera Utara), Jakarta Utara (DKI Jakarta), Surabaya  (Jawa Timur), dan Makassar (Sulawesi Selatan). 

Proyek Mandiri-TB dirancang untuk mendorong dan memperkuat kapasitas organisasi masyarakat dan organisasi pasien dalam melakukan advokasi. Organisasi masyarakat sipil diharapkan aktif dalam melakukan pendampingan terhadap pasien TB resistan obat dalam pengobatan termasuk pendampingan psikososial pasien TB RO. 

Program Mandiri-TB akan membantu komunitas dan organisasi masyarakat pendamping TB untuk mendapatkan pendanaan baik dari pemerintah (APBD) maupun swasta (CSR dan filantropi). Program ini juga memberikan pengawasan dan pemantauan secara  berkelanjutan untuk alokasi pendanaan.

Selain itu Mandiri-TB bertujuan untuk memperkuat kapasitas organisasi masyarakat sipil dan komunitas pasien dalam melakukan konseling perubahan perilaku pasien. Termasuk dalam mewujudkan pelayanan TB berkualitas dan berpusat pada kesembuhan pasien.

‘’Dalam implementasinya, proyek MANDIRI-TB akan melakukan dua strategi utama. Pertama melalui pendekatan multisektoral untuk meningkatkan komitmen pemerintah daerah dan sektor swasta terkait anggaran kegiatan TBC. Kedua, meningkatkan akses layanan TBC RO yang berkualitas  dan berpusat pada komunitas,” terang dr. Jhon Sugiharto, MPH, Direktur Yayasan KNCV  Indonesia. 

Proyek ini juga turut berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian program penanggulangan TB melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, penyedia layanan kesehatan, organisasi masyarakat, serta sektor swasta.

Mandiri-TB akan dilaksanakan dari awal tahun ini hingga September 2022. Targetnya yakni 100% pasien TB RO di 4 wilayah intervensi dapat memulai pengobatan dan 80% di antaranya dapat menyelesaikan pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Macam Pengobatan Alami untuk Mengatasi Gejala TBC

Beberapa bahan alami dapat digunakan sebagai obat herbal yang membantu mengatasi gejala TBC atau bahkan melengkapi pengobatan tuberkulosis.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Pernapasan, TBC 10 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Hal Yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tuberkulosis (TB) Ekstra Paru

Saat bakteri tuberkulosis menyerang organ di luar paru, kondisi ini dinamakan dengan TB ekstra paru. Samakah pengobatannya dengan TBC biasa?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Pernapasan, TBC 28 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit

Bantu Masa Penyembuhan, Berikut Pilihan Olahraga Aman untuk Pasien TBC

TBC akan memengaruhi kemampuan Anda dalam bernapas. Namun, penderita TBC tetap boleh olahraga, bahkan dianjurkan. Ini dia pilihannya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Pernapasan, TBC 24 April 2020 . Waktu baca 7 menit

Mewaspadai TB Laten, Perlukah Melakukan Pengobatan?

Dalam penularan penyakit tuberkulosis ada yang disebut infeksi TB laten. Apa itu infeksi TB laten? Apakah hal ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Pernapasan, TBC 31 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tbc tb usus, tb perut adalah

Tuberkulosis (TBC) Usus

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
makanan untuk penderita tbc

Daftar Makanan yang Dianjurkan Beserta Pantangannya untuk Penderita TBC

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
stadium kanker kelenjar getah bening

Mengenal Perbedaan Kanker Getah Bening dan TB Kelenjar

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Penyakit meningitis TB tuberkulosis

Meningitis TB, Infeksi Tuberkulosis yang Menyerang Selaput Otak

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit