5 Tips Merawat Orang dengan PPOK di Rumah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Divonis memiliki penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) bisa jadi sulit untuk dihadapi. Bukan hanya bagi yang mengalaminya, melainkan juga orang terdekat mereka. Merawat pasien PPOK, terlebih jika itu orang tedekat Anda bisa jadi susah-susah gampang. Mereka mungkin mereka menolak bantuan Anda untuk menemui dokter bersama. Lantas, apa yang harus Anda lakukan untuk membantu merawat orang terdekat Anda yang terkena sakit PPOK?

Apa itu penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)?

PPOK adalah suatu masalah kesehatan kronis yang umum di mana paru-paru mengalami kerusakan secara perlahan dan tidak mampu memasok oksigen bagi darah. Penderita PPOK akan mengalami sesak napas dan masalah kesulitan bernapas yang terus memburuk dari waktu ke waktu. 

PPOK merupakan kondisi kronis. Kualitas hidup bisa saja terganggu apabila pemicunya tidak dihindari, dan penderitanya mungkin akan membutuhkan dukungan untuk membantunya menghindari segala larangan untuk orang PPOK. 

Tips merawat penderita PPOK di rumah

PPOK merupakan penyakit yang dapat terus memburuk dan tak bisa disembuhkan. Jika keluarga Anda ada yang mengalami kondisi ini, Anda mungkin harus turut serta dalam memastikan pengobatan PPOK yang dijalani berjalan dengan baik.

Terdapat beberapa hal yang perlu Anda dalam merawat pasien PPOK di rumah, antara lain:

1. Pastikan penderita PPOK mendapatkan pengobatan

Gejala paling umum dari penyakit ini adalah sesak napas (terutama saat beraktivitas), sering batuk berdahak, dan mengi. Penderita PPOK tahap awal mungkin hanya membutuhkan inhaler untuk bernapas. Namun, jika sudah mencapai tahap lanjut, mereka mungkin memerlukan terapi oksigen, rehabilitasi paru, atau strategi lainnya.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan dalam merawat orang dengan PPOK di rumah adalah dengan mengajaknya ke dokter secara rutin. Dokter akan membantu Anda merencanakan pengobatan terbaik.

Berikanlah dukungan untuknya agar terus mengonsumsi obat-obatan secara rutin dan pengobatan lainnya sesuai dengan yang telah direncanakan oleh dokter.

2. Mengatur tata letak barang

Ketika tinggal dan merawat keluarga terdekat karena PPOK, mengatur tata letak barang di rumah menjadi lebih terjangkau bisa jadi salah satu hal yang amat membantu. Ini bertujuan untuk mencegah mereka mengalami sesak napas karena terlalu banyak beraktivitas. Anda bisa meletakkan benda-benda yang dibutuhkan dalam jangkauannya.

3. Singkirkan polusi dan asap di lingkungan tempat tinggal Anda

PPOK dapat menyebabkan flare-up (perburukan gejala), yang bisa menjadi berbahaya. Ada banyak cara untuk mencegah PPOK kambuh alias flare-up atau eksaserbasi, seperti dengan mengurangi polusi dan asap di rumah.

Saat merawat orang dengan PPOK di rumah, Anda juga perlu mempelajari cara-cara untuk mencegah flare-up PPOK untuk mengurangi risiko kekambuhan bagi mereka.

4. Ajak penderita PPOK berhenti merokok

Salah satu pengobatan paling penting adalah menghentikan penyebab PPOK yang utama, yaitu merokok. Minta mereka berhenti merokok apabila mereka merupakan perokok aktif.

Merawat penderita PPOK yang masih merokok tentu membutuhkan trik dan kreativitas ekstra. Anda mungkin bisa melihat berbagai ide untuk membantu orang berhenti merokok. Bisa pula dengan melakukan konsultasi ke dokter, Jangan lupa, selalu ingatkan mereka soal pentingnya hidup sehat bagi penderita PPOK

5. Mendukung secara emosional 

Dikutip dari American Lung Association, penderita PPOK harus bisa mengatur emosi mereka. Pasalnya, sering kali penyakit ini membuat keadaan emosional mereka terpengaruh dan membuat mereka stres.

Ini tentu menjadi tantangan bagi Anda yang merawat orang dengan PPOK. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk membantunya secara emosional adalah dengan memberinya waktu untuk menerima situasi ini.

Pasti sulit jika kita divonis oleh penyakit yang “tak bisa disembuhkan”. Setelah beberapa saat, bicarakan dengannya mengenai apa yang mereka rasakan. Gunakan kesempatan ini untuk membahas pengobatan dan setiap perubahan yang mungkin harus dilakukan.

Jangan lupa ungkapkan bahwa Anda akan selalu ada untuk mendukungnya di sepanjang waktu. Jadilah seorang pendengar dan dengarkan apa yang mereka ungkapkan. Tujuan Anda adalah untuk membuat mereka merasa nyaman, dan ini berarti memenuhi apa yang beliau butuhkan.

Mengetahui gejala yang harus diperhatikan dan membantu penderita PPOK Anda mengatasi kondisi serta emosi yang dia rasakan dapat membuat upaya Anda membantunya untuk bangkit dari keterpurukan dengan lebih baik.

Tetaplah memperkaya informasi mengenai sakit PPOK karena obat-obatan dan pengobatan terbaru selalu dievaluasi sepanjang waktu. Ingatlah untuk tetap menjaga hubungan dengan penderita PPOK dan dokternya.

Jangan lupakan diri Anda saat merawat orang dengan PPOK 

Tak hanya penderita PPOK, diri Anda pun perlu mendapatkan perhatian. Terlebih, merawat pasien PPOK di rumah bisa menjadi tantangan yang cukup berat.

Anda tentu harus memperhatikan kondisi Anda sendiri. Jangan sampai, keasyikan merawat keluarga yang jadi penderita PPOK, membuat Anda mengabaikan kondisi kesehatan dan mental Anda.

Beberapa tips di bawah ini dapat membantu Anda dalam merawat penderita PPOK:

1. Jaga diri Anda sendiri

Banyak orang sering terlalu fokus pada kondisi penderita PPOK sehingga mereka melupakan kesehatannya sendiri. Ingatlah, kesehatan Anda adalah kesehatan pasien Anda. Luangkan sedikit waktu untuk rileks, berolahraga, dan makan dengan sehat. Luangkan waktu untuk diri Anda sendiri.

2. Kendalikan tingkat stres Anda

Merawat orang dengan penyakit kronis, seperti PPOK, bisa membuat Anda kelelahan dan stres. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk me time.

Biar bagaimanapun, kesehatan Anda tetap yang utama. Cobalah untuk melakukan olahraga, seperti berlari, yoga, atau meditasi untuk melepas stres. Dengan meluangkan waktu, Anda dapat memperbaiki mood Anda secara signifikan.

3. Jangan takut meminta bantuan

Merawat pasien PPOK seorang diri bisa menjadi beban yang amat berat. Namun, selalu ingatkan diri Anda bahwa Anda tak sendirian. Anda bisa menghubungi anggota keluarga, dokter, atau kelompok dukungan (support group). Ada juga banyak organisasi yang menawarkan saran bagi keluarga penderita.

Banyak orang yang merasa bersalah karena menyerahkan tanggung jawab pada orang lain. Ini mungkin karena mereka merasa bahwa itu adalah tanggung jawab mereka atau bahwa mereka tidak ingin membebani orang lain. Namun, Anda bukanlah manusia super dan sah-sah saja meminta bantuan.

4. Bergabunglah dengan komunitas

Mari kita tekankan sekali lagi: Anda tidaklah sendirian. Berbicara dengan orang lain yang melewati hal yang sama adalah cara yang bagus untuk mendapatkan dukungan emosional. Orang-orang di kelompok dukungan, yang pernah atau sedang menjalani rintangan yang sama persis seperti Anda, bisa menjadi bentuk dukungan emosional yang luar biasa.

Anda bahkan bisa menemukan dukungan di internet dan menemukan kelompok dukungan lokal di daerah Anda. Hanya dengan berbicara pada seseorang mengenai hari-hari Anda, Anda bisa mengurangi tingkat stres dan menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Seiring waktu, Anda mungkin akan mendapatkan teman baru.

5. Ingatlah, Anda adalah seorang pahlawan

Kita tahu bahwa merawat pasien PPOK adalah pekerjaan penuh waktu, dan ini mungkin lebih mudah untuk diucapkan daripada dilakukan. Satu hal yang selalu kita dengar berulang kali dari pasien adalah bahwa perawat mereka adalah pahlawan mereka.

Anda adalah orang yang cerdas, luar biasa kuat, penyayang dan pemberi. Tanpa Anda, orang tercinta Anda akan memiliki pilihan yang terbatas. Pujilah diri Anda sendiri dan berikan imbalan kepada diri Anda untuk apa yang telah Anda capai.

Menjalankan peran pengasuh bagi seseorang yang menderita PPOK atau penyakit paru lainnya, dan merawatnya setiap hari, bukanlah tugas yang mudah. Bisa jadi ada kesedihan besar, perasaan terisolasi, dan stres akibat kurangnya hiburan dan waktu pribadi.

Penting untuk mengambil inisiatif untuk meningkatkan kualitas hidup baik bagi orang yang Anda cintai maupun diri Anda sendiri. Dengan merasa lebih baik, Anda akan dapat membantu orang yang Anda cintai merasa lebih baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ada sejumlah pilihan obat cacing kremi yang bisa Anda coba, mulai dari obat kimia atau obat dari bahan alami. Baca selengkapnya dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit