Berbagai Pilihan Obat Herbal untuk Atasi Penyakit Paru-Paru Obstruksi Kronis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan kondisi yang dapat terus berkembang dan tidak bisa sembuh. Pengobatan untuk PPOK bertujuan untuk menekan perkembangan penyakit, mencegah PPOK kambuh, dan menghindari munculnya komplikasi PPOK. Tak hanya obat medis, beberapa orang juga mengandalkan bahan alami atau herbal untuk meredakan gejala akibat penyakit paru-paru kronis ini. Apa saja bahan alami yang bisa digunakan? Seberapa ampuh bahan herbal ini? 

Apa saja obat herbal untuk penyakit paru-paru obstruktif kronis? 

Pengobatan PPOK umumnya didominasi dengan penggunaan bronkodilator dan kortikosteroid. Pengobatan tersebut dapat meningkatkan fungsi paru-paru, kualitas hidup, dan meredakan gejala PPOK. Namun, efek samping yang ditimbulkan akibat pengobatan itu sering kali membuat orang khawatir.

Atas latar belakang tersebut, banyak orang yang mencari pengobatan alternatif, seperti herbal, untuk mengendalikan penyakit paru-paru obstruktif kronis.

Penelitian yang dipublikasikan oleh Queen’s University Belfast menunjukkan bahwa obat-obatan alami dan herbal, berkhasiat untuk mengendalikan penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK). Penelitian tersebut juga mengklaim bahwa bahan-bahan ini tidak menimbulkan efek samping berbahaya.

Dirangkum dari berbagai jurnal, berikut ini adalah obat-obatan herbal yang dapat membantu Anda hidup dengan penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK):

1. Ginseng (Panax ginseng) 

Ginseng (Panax ginseng) telah digunakan sebagai obat herbal penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK). Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ginseng dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan kualitas hidup penderitanya. 

Dalam pembukaannya, jurnal yang dipublikasikan oleh National Center for Biotechnology Information menyatakan bahwa panax ginseng yang dikonsumsi dua kali sehari selama 12 minggu dapat meningkatkan fungsi paru dan daya tahan pernapasan pada penderita COPD. 

Penelitian yang dilakukan di China tersebut memperlihatkan efek positif dari terapi kombinasi, termasuk ginseng dan herbal lain sebagai obat-obatan tradisional di Asia untuk mengatasi penyakit paru kronis. Penelitian tersebut membandingkan dengan penderita PPOK yang sama sekali tidak melakukan pengobatan. 

Hasilnya, campuran herbal dengan bahan dasar ginseng menunjukkan peningkatan yang berarti dalam fungsi paru-paru, dibandingkan dengan mereka yang tidak menerima pengobatan. 

2. Thyme 

Thyme merupakan obat herbal yang memiliki sifat ekspektoran, mukolitik, antitusif, dan antispasmodik. Penelitian dalam jurnal Biomedicine and Pharmacotherapy  menunjukkan hasil yang mendukung penggunaan thyme secara tradisional dalam pengobatan penyakit pernapasan.  

Ekstrak thyme mungkin merupakan pengobatan yang efektif untuk penyakit paru kronis yang menyebabkan batuk berdahak, yang dapat menghambat udara. Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa ekstrak thyme dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel kanker paru-paru yang merupakan penyakit komplikasi dari PPOK.  

3. Kurkumin

Kurkumin adalah herbal yang ditemukan dalam kunyit, bumbu yang biasanya digunakan dalam berbagai masakan, termasuk masakan Indonesia. Kurkumin bermanfaat sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Kurkumin dalam dosis rendah juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh. 

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Carcinogenesis menyatakan bahwa kurkumin dapat digunakan sebagai obat herbal untuk perokok atau mantan perokok yang mengidap atau ingin mencegah penyakit paru-paru obstruktif kronis. 

Masih dalam penelitian yang sama, kurkumin juga disebut efektif sebagai obat herbal tunggal atau dikombinasikan dengan bahan lain untuk kanker paru-paru. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan apakah kurkumin bisa disebut sebagai antikanker atau tidak. 

4. Echinacea 

Echinacea dikenal sebagai tanaman herbal yang bisa mengatasi infeksi saluran pernapasan atas yang terkait dengan flu dan pilek. 

Sebuah penelitian dalam Journal of Clinical Pharmacy and Therapeutics menunjukkan bahwa obat herbal berupa echinacea yang dikombinasikan bersama selenium, seng, dan vitamin C dapat mengurangi perburukan gejala penyakit paru-paru obstruktif kronis. 

5. Daun ivy

Beberapa studi yang disebutkan dalam Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine menyimpulkan bahwa herbal berupa ekstrak daun ivy efektif untuk sebagai obat infeksi saluran pernapasan yang bisa menjadi penyebab penyakit paru-paru obstruktif kronis. Gejala-gejala, seperti batuk berdahak terbukti membaik setelah 7-10 hari perawatan. 

Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa penggunaan ekstrak daun ivy sebagai obat herbal tidak menimbulkan efek samping serius.

6. Sage merah

Penelitian yang dipublikasikan Chinese Journal of Biochemical Pharmaceutics menyebutkan bahwa obat herbal berupa kombinasi antara Atorvastatin dan senyawa aktif (polifenol) sage merah dapat meningkatkan toleransi olahraga pada orang PPOK. Obat herbal ini juga diketahui mengurangi tekanan arteri pulmonalis (pada paru) pada orang dengan penyakit paru-paru obstruktif kronis. 

7. Jahe

Jahe terkenal sebagai herbal dengan segudang manfaat. Dikutip dari Turkish Journal of Medical Sciences, jahe pun terbukti mengandung banyak kegunaan untuk melindungi kesehatan paru-paru dari berbagai kerusakan, termasuk peradangan. 

Jahe diakui oleh badan POM Amerika Serikat, FDA, sebagai zat tambahan makanan yang secara umum diakui aman. Konsumsi jahe sangat aman dan tidak menyebabkan efek samping berbahaya.

Amankah penggunaan obat herbal untuk penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK)?

Meski banyak yang meyakini bahwa penggunaan bahan alami tidak menimbulkan efek samping, para ahli sepakat bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk meneliti seberapa ampuh herbal ini untuk mengatasi penyakit paru-paru kronis, seperti PPOK. Sebaiknya, Anda tidak menggantikan obat medis yang dokter berikan dengan obat-obatan herbal.

Obat medis yang diresepkan harus tetap dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter. Pastikan juga Anda berdiskusi terlebih dulu dengan dokter sebelum meminum obat herbal lantaran beberapa bahan mungkin saja berinteraksi dengan obat yang dokter berikan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Merawat Orang dengan PPOK di Rumah

Merawat penderita PPOK bisa jadi tantangan karena ini penyakit kronis yang tak bisa sembuh. Jangan patah arang, simak tipsnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, PPOK 2 Januari 2019 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Sering Merokok Dapat Membuat Penyumbatan Pada Paru Anda

Apakah Anda perokok aktif? Sebaiknya, kenali dan pahami dulu apa saja dampak negatif rokok pada paru, supaya Anda dapat menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 29 November 2018 . Waktu baca 4 menit

Punya PPOK Bukan Berarti Tidak Bisa Traveling, Yuk, Ikuti Tips Berikut!

Punya PPOK bukan berarti tak bisa menikmati hidup dengan jalan-jalan. Yuk, coba ikuti tips traveling dengan PPOK berikut agar perjalanan Anda menyenangkan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pernapasan, PPOK 23 November 2018 . Waktu baca 5 menit

9 Gejala PPOK yang Harus Anda Waspadai

PPOK sering kali tak memunculkan gejala pada awalnya. Padahal, deteksi dini membantu mencegah kerusakannya meluas. Berikut gejala PPOK yang perlu Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, PPOK 8 November 2018 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Waspada Komplikasi Akibat Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 7 Juli 2020 . Waktu baca 8 menit
membersihkan ruangan untuk PPOK

Pentingnya Membersihkan Ruangan untuk Penderita Sakit Paru Kronis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 30 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
memilih inhaler untuk anak

Jangan Asal Pilih, Ikuti 3 Langkah Ini dalam Memilih Inhaler untuk Anak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 November 2019 . Waktu baca 4 menit
bronkodilator adalah

Mengenal Bronkodilator, Obat Sesak Napas untuk PPOK dan Asma

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2019 . Waktu baca 7 menit