Dampak Merokok pada Penderita PPOK

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/06/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Banyak yang mengamini bahwa merokok adalah suatu kebiasaan buruk. Meski begitu, banyak pula tak tak dapat meninggalkan kebiasaan ini, sekalipun sudah memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). PPOK adalah penyakit paru serius yang secara bertahap akan semakin membuat penderitanya kesulitan bernapas. Seberapa bahaya dampak merokok pada penderita PPOK?

Apa dampak merokok pada penderita PPOK?

Penyebab utama penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah asap tembakau, baik mereka yang merokok aktif maupun pasif. WHO memperkirakan bahwa pada tahun 2005, terdapat 5,4 juta orang yang meninggal akibat penggunaan tembakau. Kematian terkait tembakau diperkirakan akan meningkat menjadi 8,3 juta kematian per tahun pada 2030.

Kebiasaan merokok dituding sebagai penyebab kematian 9 dari 10 orang karena PPOK. Penyakit ini paling sering terjadi pada orang di atas usia 40 tahun yang punya riwayat merokok, baik merokok aktif maupun mantan perokok. Ini menunjukkan bahwa salah satu dampak merokok ternyata berkontribusi pada kondisi kesehatan seperti PPOK.

Meski merupakan salah satu dampak dari merokok, penyakit PPOK juga bisa diderita oleh orang tak pernah merokok. Namun, persentasenya jauh lebih kecil. Hanya sekitar satu dari enam orang penderita PPOK yang tidak pernah merokok. Dampak merokok sejak kanak-kanak dan remaja juga dapat memperlambat pertumbuhan dan perkembangan paru-paru. Hal itu dapat meningkatkan risiko terkena PPOK di usia dewasa.

Bagaimana caranya rokok merusak paru-paru orang PPOK?

dampak merokok

Udara yang Anda hirup akan bergerak turun melalui batang tenggorok dan mencapai saluran bronkus (pernapasan). Saluran bronkus bercabang menjadi saluran yang lebih kecil yang disebut bronkiolus, yang masing-masing berakhir pada kantung-kantung atau gelembung udara yang dikenal dengan  alveolus.

Di dalam kantung-kantung udara ini terdapat pembuluh darah kecil, yaitu pembuluh darah kapiler. Ketika Anda menarik napas, oksigen akan bergerak ke kantung udara menuju ke darah dalam kapiler yang terletak di dinding alveolus. Secara bersamaan, karbondioksida dipindahkan dari pembuluh darah ke kantung udara. Proses ini disebut dengan pertukaran udara.

Tubuh, atau dalam hal ini peran utama paru-paru, dapat melakukan pertukaran udara karena sifat elastisitas yang dimiliki oleh alveolus.

Nah, perokok biasanya memiliki kerusakan paru yang membuat tubuh sulit mengalirkan dan mengeluarkan udara dalam saluran napas. Beberapa dampak merokok pada penderita PPOK yang menyumbang kerusakan paru, antara lain:

  • Kekakuan kantung udara (alveolus kehilangan elastisitasnya)
  • Degradasi dinding di antara kantung udara
  • Penebalan dan peradangan dinding saluran udara
  • Peningkatan produksi lendir di saluran udara, yang menyebabkan penumpukan lendir dan menyumbat jalan masuk udara

Asap rokok mengandung racun berbahaya yang memengaruhi fungsi paru. Racun yang dihirup langsung ke paru-paru untuk jangka waktu lama dapat menyebabkan tingginya tingkat iritasi paru abnormal. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya PPOK. Dengan berlanjutnya paparan jangka panjang terhadap asap rokok, paru-paru mengalami lebih banyak kerusakan, termasuk peradangan dan kerusakan sistem penyaringan paru.

Sayangnya, PPOK tidak bisa disembuhkan. Apabila paru-paru Anda telah mengalami kerusakan, kerusakan yang terjadi akan bersifat permanen. Usaha yang dapat Anda lakukan hanyalah mencegah kerusakan terjadi lebih parah melalui obat-obatan, gaya hidup sehat, serta menjauhi faktor pemicunya.

Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat adalah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan paru-paru meluas. Berhenti merokok adalah cara utama untuk menghilangkan dampak merokok pada tubuh penderita PPOK jika Anda merokok. Menghindari asap rokok juga dapat membantu Anda untuk mencegah memburuknya kondisi Anda akibat PPOK.

Bagaimana mencegah dampak merokok pada penderita PPOK?

Berikut cara yang dapat Anda lakukan untuk terhindari dari dampak merokok jika Anda seorang penderita PPOK:

1. Berhenti merokok

Berhenti merokok jelas merupakan hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk melindungi paru-paru dan menghindari dampak merokok yang membuat gejala PPOK semakin memburuk.

Berhenti merokok bukan hanya menjadi salah satu pengobatan untuk PPOK, melainkan merupakan langkah pencegahan agar kondisi tidak semakin parahLangkah ini dapat membantu Anda menjadi lebih aktif dan menikmati hidup. 

Umumkan kepada teman dan keluarga bahwa Anda hendak berhenti merokok sehingga mereka juga bisa membantu mengawasi dan mengingatkan.

Jika Anda merasa amat kesulitan, konsultasikanlah ke dokter mengenai cara untuk berhenti merokok. Dokter mungkin akan menyaran beberapa hal, seperti:

  • Obat-obatan
  • Terapi pengganti nikotin
  • Kelompok dukungan, konseling, atau kelas berhenti merokok (tatap muka atau online)

Tentu ini tidak mudah, tapi keinginan kuat akan membuat Anda berhasil menjalankannya. Obat-obatan dan program yang baru bisa sangat membantu. Menghitung biaya yang Anda habiskan untuk merokok juga bisa menjadi pertimbangan Anda berhenti melakukan kebiasaan buruk tersebut. 

2. Hindari asap rokok

paru-paru pulih setelah berhenti merokok

Dampak asap dari orang yang merokok adalah memicu lebih banyak flare-up alias perburukan gejala pada penderita PPOK dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada paru-paru. Jadi, Anda harus menghindari asap rokok.

Beberapa cara yang bisa Anda ikuti untuk mencegah dampak merokok pasif, antara lain:

  • Buat rumah dan mobil Anda menjadi zona bebas asap rokok. Beri tahu orang lain untuk mengikuti aturan ini. Buang asbak dari rumah Anda.
  • Pilihlah restoran, bar, dan tempat kerja (jika mungkin) yang bebas asap rokok.
  • Hindari tempat umum yang memperbolehkan merokok.

Jika ada perokok di tempat kerja Anda, beberapa tips untuk mengatasinya adalah:

  • Pastikan bahwa ada area merokok yang tepat untuk para perokok
  • Mintalah rekan kerja yang merokok untuk menyimpan jaket mereka jauh dari area kerja, terutama area kerja Anda.
  • Gunakan kipas angin dan biarkan jendela terbuka, jika memungkinkan.
  • Gunakan jalan keluar lainnya untuk menghindari perokok di luar gedung.

Ketika melakukan beberapa hal di atas, mungkin saja orang akan menganggap Anda menyebalkan. Untuk itu, menjelaskan kondisi Anda yang memiliki PPOK merupakan sebuah langkah yang baik agar tercipta kesepahaman antara Anda dan rekan kerja Anda. Dengan begitu, Anda bisa berusaha menghindari dampak merokok yang dapat memperburuk kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Banyak mitos membuat infeksi cacing menjadi hal sepele. Cek fakta seputar cacingan yang berbahaya jika dibiarkan, seperti menghambat pertumbuhan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Waspada Komplikasi Akibat Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 8 menit
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit