home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Penyebab Batuk Berdahak dari Kondisi Ringan hingga Parah

Berbagai Penyebab Batuk Berdahak dari Kondisi Ringan hingga Parah

Penyebab munculnya batuk berdahak bisa jadi kondisi yang membahayakan bila tidak segera diobati. Oleh karena itu, sebaiknya Anda perlu memahami apa saja gangguan kesehatan yang menimbulkan batuk berdahak. Bukan hanya satu, simak penjelasan lengkap mengenai berbagai penyebab batuk berdahak berikut ini.

Apa saja penyebab batuk berdahak?

Batuk berdahak, disebut juga dengan istilah batuk basah atau produktif, menghasilkan dahak atau lendir dari paru-paru atau sinus.

Ketika Anda mengalami kondisi ini, batuk terdengar pekat dan mungkin disertai suara mengi atau berderak serta sesak di dada.

Situs Harvard Medical School menyebutkan bahwa ada berbagai penyebab batuk berdahak, dari yang ringan hingga butuh penanganan serius.

Penyebab batuk berdahak mungkin merupakan kondisi yang akut sehingga bisa sembuh dengan pengobatan tertentu.

Namun, batuk berdahak juga bisa menjadi salah satu gejala penyakit kronis, yaitu kondisi kesehatan yang terus berkembang dan sulit disembuhkan.

1. Flu biasa

telinga tersumbat karena flu

Flu biasa merupakan salah satu penyebab batuk berdahak yang paling umum terjadi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh rhinovirus.

Selain batuk berdahak, Anda mungkin juga akan mengalami gejala flu biasa lainnya, seperti:

  • hidung berair atau tersumbat,
  • sakit tenggorokan,
  • badan terasa sakit ringan atau sakit kepala ringan,
  • bersin,
  • demam ringan, hingga
  • merasa tidak enak badan (malaise).

2. Bronkitis

Bronkitis adalah peradangan saluran bronkial yang membawa udara dari dan ke paru-paru Anda.

Kondisi ini sering kali menyebabkan gejala berupa batuk dengan lendir yang kental dan bisa berubah warna.

Salah satu penyebab batuk berdahak ini mungkin muncul dengan gejala lainnya, seperti:

  • kelelahan,
  • sesak napas,
  • demam ringan dan menggigil, serta
  • rasa tidak nyaman pada dada.

3. Pneumonia

obat alami radang paru-paru atau pneumonia

Pneumonia merupakan infeksi yang menyerang kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru.

Kantung udara tersebut bisa berisi cairan atau nanah sehingga menyebabkan batuk berdahak.

Gejala pneumonia dapat bervariasi dari yang ringan hingga parah. Selain batuk berdahak, beberapa gejala yang ditimbulkan dari pneumonia adalah:

  • sakit dada ketika bernapas atau batuk,
  • kelelahan,
  • demam, berkeringat, dan menggigil,
  • mual, muntah, atau diare, hingga
  • napas pendek.

4. Bronkiektasis

mencegah bronkiektasis

Penyebab lainnya batuk berdahak adalah kondisi jangka panjang atau kronis bernama bronkiektasis.

Ini adalah kondisi ketika saluran udara paru-paru melebar secara tidak normal.

Ketika saluran udara melebar, lendir bisa menumpuk sehingga dapat membuat paru-paru lebih rentah terhadap infeksi.

Gejala paling umum dari penyakit ini adalah batuk berdahak dan sesak napas. Selain itu, bronkiektasis bisa menunjukkan tanda dan gejala berupa:

  • mengi,
  • batuk berdarah atau dahak mengandung darah,
  • nyeri dada, hingga
  • nyeri sendi.

5. Penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK)

dampak merokok pada sakit PPOK

PPOK adalah peradangan paru-paru kronis yang menyebabkan penyumbatan aliran udara dari paru-paru.

Kondisi ini paling umum disebabkan oleh paparan asap rokok dalam jangka panjang.

Salah satu gejala khas dari PPOK adalah batuk berdahak. Di sisi lain, PPOK yang terdiri dari penyakit bronkitis kronis dan emfisema ini juga menimbulkan tanda dan gejala berupa:

  • sesak napas, terutama saat melakukan aktivitas fisik,
  • desah,
  • sesak dada,
  • batuk kronis dengan lendir (dahak) yang mungkin bening, putih, kuning atau kehijauan,
  • kekurangan energi,
  • penurunan berat badan yang tidak disengaja (pada tahap selanjutnya), hingga
  • bengkak di pergelangan kaki.

6. Asma

penyakit asma

Penyebab batuk berdahak selanjutnya adalah asma, yaitu sebuah kondisi ketika saluran udara menyempit, membengkak, dan menghasilkan lendir berlebih.

Mayo Clinic menyebutkan bahwa asma tidak bisa disembuhkan, tetapi gejalanya bisa dikontrol. Selain batuk berdahak, beberapa tanda dan gejala asma di antaranya:

  • sesak napas,
  • sesak atau nyeri dada,
  • mengi saat mengembuskan napas,
  • sulit tidur akibat sesak napas, batuk, atau mengi, dan
  • serangan batuk atau mengi yang diperburuk oleh virus pernapasan.

7. Postnasal drip

mengatasi batuk berdahak

Postnasal drop terjadi ketika lendir dari saluran hidung dan sinus mengalir ke tenggorokan. Kondisi ini terjadi akibat alergi, polusi udara, pilek, atau infeksi sinus.

Selain batuk berdahak, postnasal drip juga dapat menimbulkan gejala, seperti:

  • sakit tenggorokan,
  • laringitis,
  • bau mulut,
  • suara serak, serta
  • mengi.

Batuk berdahak dapat diatasi sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Segera hubungi dokter jika batuk berdahak begitu mengganggu Anda.

Sebagian kasus batuk berdahak dapat diatasi dengan pengobatan rumahan, sedangkan sebagian lainnya mungkin memerlukan perawatan serius.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Publishing, H. (2021). Cracking the cough code – Harvard Health. Retrieved 20 April 2021, from https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/cracking-the-cough-code

Productive Coughs | Michigan Medicine. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/sig56243

Martin, M., & Harrison, T. (2015). Causes of chronic productive cough: An approach to management. Respiratory Medicine, 109(9), 1105-1113. doi: 10.1016/j.rmed.2015.05.020

Cough Causes. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/cough/basics/causes/sym-20050846

Common cold – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/symptoms-causes/syc-20351605

Bronchitis – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bronchitis/symptoms-causes/syc-20355566#

Pneumonia – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204

Bronchiectasis . (2017). Retrieved 20 April 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/bronchiectasis/

Asthma – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/symptoms-causes/syc-20369653#

Postnasal drip | Michigan Medicine. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/stp1812#stp1812-sec

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 30/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x