Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Berbagai Penyebab Batuk Berdahak dari Kondisi Ringan hingga Parah

    Berbagai Penyebab Batuk Berdahak dari Kondisi Ringan hingga Parah

    Penyebab munculnya batuk berdahak bisa jadi kondisi yang membahayakan bila tidak segera diobati. Oleh karena itu, sebaiknya Anda perlu memahami apa saja gangguan kesehatan yang menimbulkan batuk berdahak. Bukan hanya satu, simak penjelasan lengkap mengenai berbagai penyebab batuk berdahak berikut ini.

    Apa saja penyebab batuk berdahak?

    Batuk berdahak, disebut juga dengan istilah batuk basah atau produktif, menghasilkan dahak atau lendir dari paru-paru atau sinus.

    Ketika Anda mengalami kondisi ini, batuk terdengar pekat dan mungkin disertai suara mengi atau berderak serta sesak di dada.

    Situs Harvard Medical School menyebutkan bahwa ada berbagai penyebab batuk berdahak, dari yang ringan hingga butuh penanganan serius.

    Penyebab batuk berdahak mungkin merupakan kondisi yang akut sehingga bisa sembuh dengan pengobatan tertentu.

    Namun, batuk berdahak juga bisa menjadi salah satu gejala penyakit kronis, yaitu kondisi kesehatan yang terus berkembang dan sulit disembuhkan.

    1. Flu biasa

    telinga tersumbat karena flu

    Flu biasa merupakan salah satu penyebab batuk berdahak yang paling umum terjadi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh rhinovirus.

    Selain batuk berdahak, Anda mungkin juga akan mengalami gejala flu biasa lainnya, seperti:

    • hidung berair atau tersumbat,
    • sakit tenggorokan,
    • badan terasa sakit ringan atau sakit kepala ringan,
    • bersin,
    • demam ringan, hingga
    • merasa tidak enak badan (malaise).

    2. Bronkitis

    Bronkitis adalah peradangan saluran bronkial yang membawa udara dari dan ke paru-paru Anda.

    Kondisi ini sering kali menyebabkan gejala berupa batuk dengan lendir yang kental dan bisa berubah warna.

    Salah satu penyebab batuk berdahak ini mungkin muncul dengan gejala lainnya, seperti:

    • kelelahan,
    • sesak napas,
    • demam ringan dan menggigil, serta
    • rasa tidak nyaman pada dada.

    3. Pneumonia

    obat alami radang paru-paru atau pneumonia

    Pneumonia merupakan infeksi yang menyerang kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru.

    Kantung udara tersebut bisa berisi cairan atau nanah sehingga menyebabkan batuk berdahak.

    Gejala pneumonia dapat bervariasi dari yang ringan hingga parah. Selain batuk berdahak, beberapa gejala yang ditimbulkan dari pneumonia adalah:

    • sakit dada ketika bernapas atau batuk,
    • kelelahan,
    • demam, berkeringat, dan menggigil,
    • mual, muntah, atau diare, hingga
    • napas pendek.

    4. Bronkiektasis

    mencegah bronkiektasis

    Penyebab lainnya batuk berdahak adalah kondisi jangka panjang atau kronis bernama bronkiektasis.

    Ini adalah kondisi ketika saluran udara paru-paru melebar secara tidak normal.

    Ketika saluran udara melebar, lendir bisa menumpuk sehingga dapat membuat paru-paru lebih rentah terhadap infeksi.

    Gejala paling umum dari penyakit ini adalah batuk berdahak dan sesak napas. Selain itu, bronkiektasis bisa menunjukkan tanda dan gejala berupa:

    • mengi,
    • batuk berdarah atau dahak mengandung darah,
    • nyeri dada, hingga
    • nyeri sendi.

    5. Penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK)

    dampak merokok pada sakit PPOK

    PPOK adalah peradangan paru-paru kronis yang menyebabkan penyumbatan aliran udara dari paru-paru.

    Kondisi ini paling umum disebabkan oleh paparan asap rokok dalam jangka panjang.

    Salah satu gejala khas dari PPOK adalah batuk berdahak. Di sisi lain, PPOK yang terdiri dari penyakit bronkitis kronis dan emfisema ini juga menimbulkan tanda dan gejala berupa:

    • sesak napas, terutama saat melakukan aktivitas fisik,
    • desah,
    • sesak dada,
    • batuk kronis dengan lendir (dahak) yang mungkin bening, putih, kuning atau kehijauan,
    • kekurangan energi,
    • penurunan berat badan yang tidak disengaja (pada tahap selanjutnya), hingga
    • bengkak di pergelangan kaki.

    6. Asma

    penyakit asma

    Penyebab batuk berdahak selanjutnya adalah asma, yaitu sebuah kondisi ketika saluran udara menyempit, membengkak, dan menghasilkan lendir berlebih.

    Mayo Clinic menyebutkan bahwa asma tidak bisa disembuhkan, tetapi gejalanya bisa dikontrol. Selain batuk berdahak, beberapa tanda dan gejala asma di antaranya:

    • sesak napas,
    • sesak atau nyeri dada,
    • mengi saat mengembuskan napas,
    • sulit tidur akibat sesak napas, batuk, atau mengi, dan
    • serangan batuk atau mengi yang diperburuk oleh virus pernapasan.

    7. Postnasal drip

    mengatasi batuk berdahak

    Postnasal drop terjadi ketika lendir dari saluran hidung dan sinus mengalir ke tenggorokan. Kondisi ini terjadi akibat alergi, polusi udara, pilek, atau infeksi sinus.

    Selain batuk berdahak, postnasal drip juga dapat menimbulkan gejala, seperti:

    • sakit tenggorokan,
    • laringitis,
    • bau mulut,
    • suara serak, serta
    • mengi.

    Batuk berdahak dapat diatasi sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Segera hubungi dokter jika batuk berdahak begitu mengganggu Anda.

    Sebagian kasus batuk berdahak dapat diatasi dengan pengobatan rumahan, sedangkan sebagian lainnya mungkin memerlukan perawatan serius.


    Lawan COVID-19 bersama!

    Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Publishing, H. (2021). Cracking the cough code – Harvard Health. Retrieved 20 April 2021, from https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/cracking-the-cough-code

    Productive Coughs | Michigan Medicine. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/sig56243

    Martin, M., & Harrison, T. (2015). Causes of chronic productive cough: An approach to management. Respiratory Medicine, 109(9), 1105-1113. doi: 10.1016/j.rmed.2015.05.020

    Cough Causes. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/cough/basics/causes/sym-20050846

    Common cold – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/symptoms-causes/syc-20351605

    Bronchitis – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bronchitis/symptoms-causes/syc-20355566#

    Pneumonia – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204

    Bronchiectasis . (2017). Retrieved 20 April 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/bronchiectasis/

    Asthma – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/symptoms-causes/syc-20369653#

    Postnasal drip | Michigan Medicine. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/stp1812#stp1812-sec

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui Jun 30, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
    Next article: