Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Manfaat Ibadah Puasa untuk Kesehatan Paru-Paru

5 Manfaat Ibadah Puasa untuk Kesehatan Paru-Paru

Puasa tak hanya dilakukan sebagai bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Ada pula banyak manfaat puasa bagi kesehatan yang bisa Anda dapatkan. Selain membantu menjaga berat badan dan kadar gula dalam tubuh, puasa bisa memberikan manfaat untuk paru-paru Anda.

Apa saja manfaat tersebut?

Manfaat puasa untuk kesehatan paru-paru

manfaat puasa untuk paru-paru

Selama ini, puasa lebih sering dikaitkan dengan manfaatnya untuk pencernaan. Memang, ada sedikit perubahan metabolisme tubuh ketika puasa. Salah satunya yaitu proses penguraian lemak dalam tubuh cenderung meningkat.

Ini membuat kadar gula darah dan kolesterol jadi lebih terkendali sehingga baik bagi Anda yang sedang ingin menurunkan berat badan atau memiliki kondisi lain, seperti diabetes.

Nah, perubahan fungsi tubuh saat berpuasa ternyata juga berpengaruh baik terhadap kondisi paru-paru Anda. Tak hanya pada orang-orang yang sehat, bahkan manfaatnya juga bisa membantu orang-orang yang memiliki penyakit paru-paru.

1. Membantu meningkatkan kapasitas paru-paru

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Iran University of Medical Sciences pernah membuktikan bahwa berpuasa dapat meningkatkan kapasitas paru-paru.

Dalam penelitian tersebut, sebanyak 117 peserta menjalani tes spirometri. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai kerja paru-paru 10 hari sebelum bulan Ramadan, dua kali selama bulan Ramadaan, dan 10 hari setelah Ramadan.

Hasilnya, para peserta mengalami peningkatan fungsi paru-paru selama berpuasa bila dibandingkan sebelum dan sesudah bulan Ramadan. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh perbaikan berat badan saat puasa.

2. Mencegah infeksi pada paru-paru

Berpuasa dapat memberikan manfaat untuk sistem imun yang juga berpengaruh pada kesehatan paru-paru Anda.

Puasa secara rutin dapat mendukung peremajaan sel-sel sistem kekebalan Anda. Ini karena ketika kita mulai berpuasa, tubuh mulai menghemat energi.

Salah satu cara menghemat energi tersebut ialah dengan membunuh sel-sel kekebalan yang sudah tua atau rusak, lalu menggantinya dengan sel baru.

Selain itu, karena tidak ada asupan makanan selama berpuasa, sel-sel yang mendukung respons imun berpindah ke sumsum tulang yang padat nutrisi. Di sanalah sel kekebalan beregenerasi dan melindungi tubuh dengan lebih baik.

Dengan sistem imun yang lebih optimal, Anda juga lebih terlindungi dari risiko penyakit infeksi yang menyerang paru-paru.

3. Membantu membersihkan sel-sel yang rusak

manfaat autofagi puasa

Puasa menurunkan kadar glukosa dalam darah. Ketika tubuh tidak memiliki glukosa yang cukup untuk digunakan sebagai sumber energi, maka tubuh akan melakukan autofagi.

Autophagy merupakan mekanisme tubuh dalam membersihkan sel-sel tubuh yang rusak. Nantinya, tubuh juga akan memperbarui diri dengan sel-sel baru yang lebih sehat.

“Puing-puing” sel dan racun yang telah dihancurkan lewat autofagi kemudian dibakar menjadi energi. Sisanya, zat-zat yang bisa menyebabkan peradangan tersebut dikeluarkan dari tubuh.

Alhasil, peradangan pun berkurang. Manfaat puasa yang satu ini tentunya baik untuk orang-orang yang mengalami peradangan pada paru-parunya.

4. Mengurangi kelebihan lemak dalam tubuh

Seperti yang telah diketahui, kelebihan berat badan bisa memberikan tekanan pada paru-paru. Hal ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas, terutama pada pasien penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Untuk itu, dokter biasanya meminta pasien menurunkan berat badan. Berpuasa bisa membantu pasien mencapai target tersebut. Setelah tubuh menggunakan hasil autofagi, sumber energi yang bisa digunakan ialah simpanan lemak.

Penggunaan lemak sebagai sumber energi tentunya baik dalam proses penurunan berat badan. Inilah sebabnya pasien bisa bernapas lebih mudah.

5. Bantu mengurangi kebiasaan merokok

Puasa tidak hanya membuat Anda menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga merokok. Menurut penelitian yang dilakukan di Turki, menjalani ibadah puasa sedikit-banyak bisa membantu mengurangi kebiasaan merokok.

Dari 354 peserta, terdapat 285 peserta yang mengalami penurunan signifikan dalam konsumsi rokok selama Ramadan. Bahkan, sebanyak 14,7% peserta berhenti merokok sepenuhnya pada bulan Ramadan.

Lagi-lagi, manfaat ini bisa dicapai bila Anda bersungguh-sungguh untuk berhenti merokok. Akan lebih baik lagi jika perubahan ini terus Anda terapkan walau bulan puasa sudah usai.

Puasa memang menyehatkan. Namun, jangan sampai Anda memaksakan untuk tetap berpuasa saat tubuh sakit.

Bagi Anda yang memiliki penyakit paru-paru kronis, pastikan Anda berkonsultasi dahulu dengan dokter mengenai berbagai risikonya serta bila ada perubahan jam minum obat.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Moosavi, S. A., Kabir, A., Moghimi, A., Chehrei, A., & Rad, M. B. (2007). Evaluation of the effect of Islamic fasting on lung volumes and capacities in the healthy persons. Saudi medical journal, 28(11), 1666–1670. Retrieved March 28, 2022.

Fasting Effects on Body: Immune System. (2021). Cleveland Clinic Abu Dhabi. Retrieved March 28, 2022, from https://www.clevelandclinicabudhabi.ae/en/health-byte/pages/fasting-health-immunity-is-there-a-connection.aspx

Ünal, M., Öztürk, O., Öztürk, G., et al. (2021). Effect of Fasting on Smoking Addiction: A Multicentered Primary Care Research. Journal of addictions nursing, 10.1097/JAN.0000000000000414. Retrieved March 28, 2022.

Fasting. (2021). Asthma + Lung UK. Retrieved March 28, 2022, from https://www.asthma.org.uk/advice/living-with-asthma/fasting/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui Apr 04
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa