Apa itu vaginitis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu vaginitis?

Vaginitis adalah peradangan vagina yang menyebabkan pembengkakan, gatal, perih, atau infeksi pada vagina. Vaginitis dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, parasit, atau virus. Penyebab paling umum dari vaginitis adalah bacterial vaginosis, infeksi jamur, trichomoniasis, dan vaginitis non infeksius. Anda perlu mengonsultasikan dengan dokter untuk menemukan penyebab pasti dari infeksi dan memilih perawatan yang tepat.

Seberapa umumkah vaginitis?

Vaginitis sangat umum terjadi. Kebanyakan wanita pernah mengalami vaginitis setidaknya sekali dalam hidup. Kondisi ini dapat terjadi pada wanita dengan usia berapapun. Vaginitis paling sering terjadi pada wanita muda yang aktif secara seksual. Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala vaginitis?

Gejala-gejala umum dari vaginitis dapat meliputi:

  • Cairan dari vagina yang berwarna aneh dan berbau tidak sedap
  • Kadar cairan yang abnormal
  • Gatal, iritasi, dan rasa tidak nyaman pada area yang terinfeksi
  • Rasa sakit saat berhubungan intim
  • Rasa sakit saat buang air kecil
  • Perdarahan vagina ringan atau bercak-bercak.

Tergantung jenis vaginitis, ciri-ciri cairan vagina dapat bervariasi:

  • Bacterial vaginosis: Anda dapat mengeluarkan cairan yang berwarna putih keabuan dan berbau busuk. Vagina Anda mungkin berbau amis dan lebih jelas setelah hubungan seksual.
  • Infeksi jamur: gejala utama adalah gatal-gatal, namun Anda dapat memiliki cairan putih dan kental.
  • Trichomoniasis: jenis peradangan ini dapat menyebabkan cairan berwarna kuning kehijauan, kadang berbusa.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Cairan vagina Anda bertambah banyak, memiliki warna yang tidak normal, dan berbau berbeda dari biasanya.
  • Anda merasa gatal, perih, bengkak, atau nyeri pada sekitar atau di luar vagina.
  • Anda merasa sakit saat buang air kecil.
  • Anda merasa tidak nyaman atau sakit setelah berhubungan seksual.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab vaginitis?

Berikut ini hal-hal yang dapat memicu atau memperparah kondisi Anda:

  • Bacterial vaginosis terjadi apabila keseimbangan vagina terganggu, dimana bakteri jahat lebih banyak dibanding dengan bakteri baik. Namun jika bakteri anaerobik terlalu banyak dan mengganggu keseimbangan, ini akan menyebabkan bacterial vaginosis. Jenis vaginitis ini sepertinya terkait dengan hubungan seksual, terutama jika Anda memiliki beberapa pasangan seksual. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi pada wanita yang tidak aktif secara seksual.
  • Infeksi jamur terjadi apabila organisme jamur (terutama Candida albicans) tumbuh pada vagina. Bukan hanya menyebabkan infeksi jamur pada vagina, C. albicans juga adalah penyebab utama dari infeksi pada bagian tubuh lainnya yang lembap, seperti mulut (thrush), lipatan kulit, dan bantalan kuku. Jamur ini dapat menyebabkan ruam popok pada bayi.
  • Trichomoniasis, merupakan vaginitis ketiga tersering yang diakibatkan oleh trikomonas. Bakteri ini menular melalui hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi. Pada pria, kuman ini menginfeksi saluran kencing, namun sering kali tidak menunjukkan gejala. Maka dari itu, ketika hubungan seksual, pria yang terinfeksi menularkan kuman tersebut pada pasangannya.
  • Vaginitis yang tidak menular: gatal-gatal, perih, dan cairan kadang dapat terjadi tanpa infeksi. Sering kali, hal tersebut merupakan reaksi alergi atau iritasi dari produk seperti deterjen, pembersih vagina, sabun dengan pewangi, spray vagina, spermisida, dll. Hal ini juga dapat terjadi akibat rendahnya kadar hormon akibat menopause atau pengangkatan indung telur yang menyebabkan gatal dan perih pada vagina.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk vaginitis?

Ada banyak faktor risiko untuk vaginitis, yaitu:

  • Perubahan hormon akibat kehamilan, pil KB, atau menopause
  • Infeksi akibat aktivitas seksual yang tidak terproteksi
  • Penggunaan obat-obatan, seperti antibiotik dan steroid
  • Diabetes yang tidak terkendali
  • Penggunaan produk kebersihan seperti sabun busa, semprotan vagina, atau deodoran vagina
  • Kebersihan yang buruk
  • Mengenakan pakaian yang lembap atau terlalu ketat
  • Penggunaan intrauterine device (IUD) untuk kontrasepsi.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana vaginitis didiagnosis?

Untuk mendiagnosis vaginitis, dokter dapat memeriksa tanda-tanda pada vagina dan riwayat medis Anda. Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan pelvis yang meliputi pengambilan sampel cairan vagina. Sampel akan diperiksa di laboratorium untuk mengidentifikasi organisme yang menginfeksi.

Apa saja pengobatan untuk vaginitis?

Kunci untuk pengobatan vaginitis adalah mencari penyebab yang tepat. Tergantung pada jenis infeksi, dokter akan menyarankan solusi yang paling efektif.

  • Bacterial vaginosis: dokter akan memberikan tablet oral metronidazole (Flagyl) dan troical metronidazole gel (MetroGel) atau clindamycin cream (Cleocin) yang dioleskan pada vagina. Pengobatan biasanya diberikan 1-2 kali sehari selama 5-7 hari.
  • Infeksi jamur: krim antijamur atau supositoria, seperti miconazole (Monistat), clotrimazole (Gyne-Lotrimin) atau tioconazole (Vagistat) biasanya diberikan untuk infeksi jamur. Selain itu, dokter akan memberikan pengobatan minum antijamur, seperti fluconazole┬ádiflucan. Keuntungan dari pengobatan bebas adalah kemudahan, biaya, dan tidak perlu menunggu bertemu dengan dokter. Menggunakan pengobatan yang salah dapat memperlambat diagnosis yang akurat serta perawatan yang tepat. Selain itu, tanyakan dokter sebelum mengonsumsi obat.
  • Trichomoniasis:┬átablet metronidazole (Flagyl) or tinidazole (Tindamax) dapat digunakan untuk infeksi ini.
  • Vaginitis yang tidak menular: untuk mengatasi jenis vaginitis ini, kunci utamanya adalah mencari sumber dan mencegahnya. Kemungkinan sumber dapat meliputi sabun, deterjen, pembalut, atau tampon. Dokter dapat memberikan estrogen topikal, seperti krim untuk meringankan gejala

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi vaginitis?

Pada setiap jenis infeksi vaginitis, infeksi jamur adalah peradangan yang paling mudah diatasi jika Anda dapat mendiagnosis dengan tepat. Anda dapat melakukan perawatan sendiri, dengan cara:

  • Menggunakan pengobatan yang dikhususkan untuk infeksi jamur
  • Menempelkan kompres dingin, seperti handuk, pada area labial untuk meredakan rasa tidak nyaman hingga pengobatan antijamur bekerja.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 24, 2017

Yang juga perlu Anda baca