Penyakit Osteoporosis pada Pria: Obat, Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu osteoporosis pada pria?

Osteoporosis adalah gangguan yang menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh. Tulang bisa menjadi sangat rapuh sehingga jatuh atau bahkan tekanan ringan sekalipun, seperti membungkuk atau batuk, dapat menyebabkan patah tulang. Fraktur karena osteoporosis paling sering terjadi pada pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang.

Tulang merupakan jaringan hidup yang terus-menerus mengalami pengeroposan dan regenerasi. Artinya, akan selalu ada tulang baru yang tumbuh untuk menggantikan tulang yang telah mengeropos. Osteoporosis terjadi ketika pembentukan tulang baru tidak secepat pengeroposan tulang yang lama.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita. Namun, bukan berarti laki-laki tidak bisa terkena penyakit ini. Osteoporosis pada pria sering kali tidak disadari. Banyak alasan mengapa kondisi ini tidak sering didiagnosis pada pria. Untuk itu, mengidentifikasi faktor yang meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit ini adalah hal yang penting sebab osteoporosis dan patah tulang dapat dicegah dan diobati. Selain itu, pria memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi karena patah tulang pinggul, tulang belakang, dan fraktur besar lainnya.

Seberapa umumkah osteoporosis pada pria?

Kondisi kesehatan ini sangatlah umum terjadi dan dapat mengenai pasien pada usia berapa pun. Ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala osteoporosis pada pria?

Biasanya tidak muncul gejala pada tahap awal pengeroposan tulang. Namun, ketika tulang menjadi lemah karena osteoporosis, Anda dapat mengalami tanda-tanda dan gejala yang berupa:

  • Nyeri punggung, disebabkan oleh tulang belakang yang retak atau patah
  • Kehilangan tinggi badan dari waktu ke waktu
  • Postur tubuh yang membungkuk
  • Patah atau keretakan tulang yang jauh lebih mudah terjadi dari yang diperkirakan

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apa pun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter sebelum mengambil inisiatif pengobatan sendiri.

Penyebab

Apa penyebab osteoporosis pada pria?

Tulang memiliki kemampuan untuk memperbarui diri. Ketika tulang lama keropos, tubuh akan selalu membentuk tulang baru untuk menggantikan tulang lama tadi. Saat masih dalam usia muda, tubuh membentuk tulang dengan lebih cepat dibandingkan pengeroposan yang terjadi dan kepadatan tulang meningkat. Kebanyakan orang mencapai puncak kepadatan tulang mereka pada awal usia 20-an. Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang menurun dengan lebih cepat daripada terbentuknya.

Perkembangan osteoporosis tiap orang sebagian bergantung pada berapa banyak kepadatan tulang yang diraih pada masa muda. Semakin tinggi kepadatan tulang Anda, semakin banyak persediaan tulang yang Anda miliki “di bank”. Dengan begitu, semakin kecil pula kemungkinan Anda untuk mengalami osteoporosis seiring bertambahnya usia Anda.

Faktor Pemicu

Apa yang meningkatkan risiko osteoporosis pada pria?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko osteoporosis pada pria, seperti:

  • Obat-obatan tertentu (kortikosteroid, antikonvulsan, heparin, pengganti tiroid yang berlebihan, terapi kanker tertentu)
  • Penyakit kronis yang memengaruhi ginjal, paru-paru, lambung, sendi, dan usus serta yang mengubah kadar hormon
  • Rendahnya kadar hormon seks testosteron yang tidak didiagnosis
  • Kerangka tubuh kecil
  • Kebiasaan gaya hidup
  • Merokok
  • Alkohol
  • Rendahnya asupan kalsium dan vitamin D
  • Kurangnya latihan fisik
  • Penuaan
  • Keturunan
  • Ras (dari semua pria, pria berkulit putih tampaknya paling berisiko untuk osteoporosis, namun pria dari seluruh kelompok etnis dapat mengalami osteoporosis)

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana osteoporosis pada pria didiagnosis?

Kepadatan tulang dapat diukur dengan mesin yang menggunakan X-ray alias foto rontgen tingkat rendah untuk menentukan proporsi mineral dalam tulang.

Dalam tes ini, Anda akan diminta berbaring di atas meja dengan scanner melewati tubuh Anda. Dalam kebanyakan kasus, hanya beberapa tulang yang akan diperiksa, seperti pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang.

Apa saja pengobatan untuk osteoporosis pada pria?

Jenis pengobatan yang diberikan biasanya bergamtung pada perkiraan risiko Anda untuk mengalami patah tulang dalam 10 tahun ke depan. Perkiraan ini dapat diketahui melalui tes kepadatan tulang. Jika risiko Anda tidak tinggi, mungkin Anda tidak membutuhkan obat-obatan. Upaya pencegahan yang dilakukan mungkin hanya berkonsentrasi pada mengubah atau menghindari faktor yang meningkatkan risiko pengeroposan tulang dan menghindari jatuh.

Bagi pria dan wanita yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami fraktur, obat yang paling sering diresepkan adalah bifosfonat.

Terapi yang berhubungan dengan hormon juga mungkin diberikan. Pada pria, osteoporosis dapat berkaitan dengan usia. Semakin tua pasien, semakin rendah kadar testosteron yang mereka miliki. Terapi penggantian testosteron dapat membantu memperbaiki gejala rendahnya testosteron yang menjadi penyebab osteoporosis. Namun, obat-obatan untuk osteoporosis pada pria telah terbukti mampu menangani osteoporosis. Itu sebabnya, obat-obatan dianjurkan sebagai pengobatan tunggal atau tambahan dalam terapi hormon.

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi osteoporosis pada pria?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi osteoporosis pada pria:

  • Jangan merokok. Merokok meningkatkan laju pengeroposan tulang dan kemungkinan mengalami patah tulang.
  • Hindari alkohol yang berlebihan.
  • Cegah jatuh. Gunakan sepatu berhak rendah dengan sol non-slip dan periksa rumah Anda untuk kabel listrik, area karpet dan permukaan licin yang dapat membuat Anda tersandung atau jatuh. Buat ruangan mendapat penerangan yang terang, pasang bar pegangan di dalam dan luar pintu kamar mandi, dan pastikan pula jalur Anda pergi ke dan dari tempat tidur dapat dilalui dengan mudah.
  • Nutrisi yang baik. Memiliki nutrisi yang baik sangat penting untuk mempertahankan kesehatan tulang di sepanjang hidup Anda. Misalnya: protein, kalsium, vitamin D
  • Olahraga teratur. Olahraga dapat membantu Anda membentuk tulang yang kuat dan memperlambat pengeroposan tulang. Olahraga akan memberikan manfaat bagi tulang, kapan pun Anda memulai latihan, meskipun Anda akan mendapat manfaat terbaiknya jika Anda mulai berolahraga secara melakukannya secara teratur sejak muda dan terus berolahraga di sepanjang hidup Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: November 28, 2018 | Terakhir Diedit: November 28, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan