Definisi

Apa itu mallet finger?

Mallet finger adalah cedera pada tendon tipis yang meluruskan ujung sendi jari tangan. Cedera ini biasanya terjadi saat sebuah benda keras membentur jari bagian atas hingga sendinya membengkok. Akibatnya, Anda jadi tidak bisa meluruskan ujung jari sendiri.

Seberapa umumkah mallet finger?

Mallet finger adalah kondisi yang umum terjadi pada banyak orang, berapapun usianya.

Gejala

Apa ciri-ciri dan gejala mallet finger?

Salah satu jari tangan biasanya terasa sakit, bengkak, dan memar. Ujung jari akan membengkok ke bawah dan tidak bisa Anda luruskan. Jari hanya bisa diluruskan apabila Anda mendorongnya dengan tangan yang satunya.

Kapan harus diperiksakan ke dokter?

Segera ke dokter apabila ada darah di bawah kuku, atau jika kuku lepas. Ini bisa menjadi pertanda ada luka di bantalan kuku, atau tulang jari patah dan lukanya menembus ke bawah. Cedera semacam ini membuat Anda berisiko terkena infeksi.

Penyebab

Apa penyebab mallet finger?

Mallet finger terjadi saat objek yang keras membentur ujung jari tangan hingga merobek tendon dan membuatnya membengkok.

Diagnosis

Bagaimana mallet finger didiagnosis?

Dokter akan memeriksa jari yang sakit dan mengecek apakah Anda bisa meluruskan sendiri ujung jari yang bengkok tersebut. Dokter juga bisa mengorder rontgen jari untuk memastikan apakah cedera yang Anda alami menyebabkan tulang retak/patah/bergeser.

Pengobatan

Informasi di bawah ini tidak dapat dijadikan pengganti konsultasi medis. SELALU konsultasikan pada dokter untuk mendapat informasi tentang pengobatan.

Bagaimana cara mengatasi mallet finger?

Cedera mallet finger membutuhkan penanganan medis supaya jari bisa berfungsi seperti sedia kala. Dokter menyarankan supaya kondisi ini ditangani dokter paling lambat seminggu setelah cedera terjadu. Namun, terkadang jari masih bisa disembuhkan bahkan jika penderita baru berobat sebulan setelah cedera. Sebagian besar mallet finger bisa disembuhkan tanpa operasi.

Jika tidak ditangani, mallet finger bisa menyebabkan kekakuan dan kecacatan para jari tersebut.

Pada anak-anak, cedera mallet finger bisa memengaruhi tulang rawan yang mengendalikan pertumbuhan tulang. Sehingga, dokter harus berhati-hati dalam memeriksa dan memperbaiki mallet finger pada anak-anak, supaya jari tersebut tidak jadi cacat atau terganggung pertumbuhannya.

Mengatasi mallet finger tanpa operasi

Sebagian besar mallet finger bisa diatasi dengan membebat dengan penyangga. Ujung jari Anda akan diluruskan dan dibebat dengan sebuah alat untuk menjaganya tetap tegak lurus.

Supaya jari bisa berfungsi seperti sedia kala, bebat ini harus dipakai terus selama 8 minggu. Tetap gunakan bebat saat mandi, dan ganti dengan bebat baru yang kering setelah mandi. Pastikan ujung jadi Anda tetap lurus sepanjang proses ini, karena jika dibiarkan membengkok meski hanya sebentar, proses penyembuhan akan terganggu dan Anda harus menggunakan bebat lebih lama.

3-4  minggu setelah dibebat, Anda mungkin diperbolehkan untuk menggunakan bebat/penyangga hanya di malam hari saja.

Pembebatan ini biasanya bisa memperbaiki fungsi dan penampakan jari, namun banyak juga pasien yang jarinya tetap tidak bisa lurus sepenuhnya.

Bagi beberapa pasien yang tidak mau melakukan terapi pembebatan, dokter bisa memasukkan pin ke sendi jari selama 8 minggu untuk meluruskannya.

Pengobatan mallet finger dengan operasi

Dokter mungkin menyarankan operasi apabila ada ada fragmen tulang yang retak, atau apabila sendi bergeser. Pada kasus ini, operasi dilakukan untuk memperbaiki retakan tulang menggunakan pin untuk menahan tulang selama proses penyembuhan jari. Mallet finger biasanya tidak memerlukan operasi jika tidak ada retakan tulang.

Jika ada tendon yang rusak biasanya akan dilakukan tendon graft (jaringan tendon ditambal dengan jaringan dari bagian tubuh lain) atau dengan menyatukan sendi-sendi.

Konsultasikan dengan dokter spesialis bedah tulang untuk memperbaiki kondisi mallet finger yang membutuhkan operasi.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 7, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 7, 2017