Definisi

Apa itu kram otot?

Kram otot adalah kontraksi kuat atau mengencangnya otot, yang terasa sakit dan muncul tiba-tiba, berlangsung dari beberapa detik hingga hitungan menit. Sering kali kondisi ini terjadi di kaki.

Kram otot kaki pada malam hari biasanya merupakan kejang atau mengencangnya otot pada betis secara tiba-tiba. Kram otot kadang dapat terjadi di paha atau kaki. Seringkali kram muncul saat Anda sedang tidur atau bangun.

Periode olahraga atau kegiatan fisik yang berkepanjangan, terutama pada cuaca panas, dapat menyebabkan kram otot. Beberapa obat dan kondisi medis tertentu dapat juga menyebabkan kram otot. Anda biasanya dapat mengatasi kram otot di rumah dengan perawatan sendiri.

Seberapa umumkah kram otot?

Kondisi ini sangat umum ditemui dan dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Kram otot dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kram otot?

Kebanyakan kram otot muncul di otot kaki, terutama pada betis. Selain muncul dengan tiba-tiba, Anda juga dapat merasakan benjolan keras pada jaringan otot di bawah kulit.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Menyebabkan rasa tidak nyaman berlebih
  • Terkait dengan pembengkakan kaki, kemerahan atau perubahan kulit
  • Terkait dengan melemahnya otot
  • Sering terjadi
  • Tidak membaik dengan perawatan sendiri
  • Tidak terkait dengan penyebab yang jelas, seperti olahraga berat.

Penyebab

Apa penyebab kram otot?

  • Olahraga, cedera atau penggunaan otot dengan berlebih.
  • Kehamilan, kram dapat terjadi akibat penurunan jumlah mineral, seperti kalsium dan magnesium, terutama pada bulan-bulan terakhir kehamilan.
  • Paparan terhadap suhu dingin, terutama air dingin.
  • Kondisi medis lain, seperti masalah aliran darah (penyakit arteri periferal), penyakit ginjal, penyakit tiroid dan multiple sclerosis.
  • Berdiri di permukaan keras dalam waktu yang lama, atau meletakkan kaki di posisi yang tidak nyaman saat tidur.
  • Tidak memiliki kalium, kalsium dan mineral lain yang cukup pada darah.
  • Dehidrasi, yang berarti tubuh Anda kehilangan banyak cairan.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antipsikotik, pil KB, diuretik, statin dan steroid.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kram otot?

Ada banyak faktor yang menyebabkan Anda berisiko terkena kram otot, yaitu:

  • Usia: orang yang lebih tua kehilangan massa otot, sehingga otot yang tersisa lebih mudah stress.
  • Dehidrasi: atlet yang lelah dan dehidrasi saat berpartisipasi dalam olahraga cuaca panas seringkali mengalami kram otot.
  • Kehamilan: kram otot juga umum terjadi selama kehamilan.
  • Kondisi medis: Anda mungkin berisiko tinggi terhadap kram otot apabila memiliki diabetes, gangguan saraf, hati atau tiroid.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kram otot didiagnosis?

Dokter akan menanyakan tentang gejala dan memeriksa area yang terpengaruh. Dokter juga dapat menanyakan apakah Anda memiliki gejala lain, seperti mati rasa atau bengkak, yang dapat menjadi pertanda Anda memiliki kram otot sekunder yang disebabkan kondisi tertentu.

Pada kasus ini, Anda mungkin memerlukan tes lebih lanjut, seperti tes darah dan tes urin, untuk mengeliminasi kondisi lain.

Apa saja pengobatan untuk kram otot?

Kram biasanya berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit. Kebanyakan kasus kram kaki akan lebih ringan dengan melatih otot tersebut. Melatih otot dapat mengurangi frekuensi episode kram.

Untuk meregangkan otot betis Anda, berdirilah dengan bagian depan kaki Anda pada tangga, dengan tumit menggantung. Turunkan tumit perlahan hingga dibawah permukaan tangga. Tahan untuk beberapa detik sebelum kembali mengangkat tumit ke posisi semula. Ulangi beberapa kali.

Obat-obatan biasanya hanya diperlukan pada kasus yang tidak merespon pada olahraga. Apabila Anda memiliki kram kaki sekunder, mengatasi penyebab dapat meringankan gejala.

Kram pada kaki yang terjadi selama kehamilan akan menghilang begitu bayi lahir.

Mengatasi kram yang terjadi sebagai akibat penyakit hati serius dapat lebih sulit dilakukan. Perawatan Anda dapat meliputi obat-obatan seperti relaksan otot.

Namun, apabila kram sering kembali, mengganggu aktivitas dan tidur Anda, dokter dapat memberikan obat yang merilekskan otot. Apabila Anda menggunakan obat yang diketahui menyebabkan kram otot, dokter dapat memberikan obat lainnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kram otot?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kram otot:

  • Regangkan dan pijat otot.
  • Mandi dengan air hangat untuk merilekskan otot. Heating pad pada otot juga dapat membantu.
  • Cobalah gunakan es atau cold pack. Selalu bungkus es dengan kain.
  • Gunakan obat penawar rasa sakit, seperti acetaminophen (Tylenol), ibuprofen (Advil, Motrin), or naproxen (Aleve). Berhati-hatilah dengan obat. Baca dan ikuti petunjuk pada label.
  • Apabila dokter memberikan obat untuk kram otot, gunakan persis sesuai petunjuk. Hubungi dokter apabila Anda memiliki masalah dengan obat.
  • Minum banyak cairan. Minuman berenergi, seperti Gatorade, dapat membantu mengatasi kram kaki.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 9, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 9, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan