Apa itu ejakulasi dini?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu ejakulasi dini?

Ejakulasi adalah pelepasan sperma dan cairan semen melalui penis. Idealnya, seorang pria memerlukan proses dari rangsangan seksual hingga mengalami ejakulasi. Ejakulasi dini merupakan kondisi ketika seorang pria berejakulasi lebih cepat dari yang diinginkan saat berhubungan seksual.

Pengeluaran sperma dan cairan semen dapat terjadi sebelum berhubungan seksual, misalnya saat baru memulai foreplay. Ada pula pria yang mengalaminya ketika baru melakukan penetrasi ke vagina atau beberapa saat setelah penetrasi dilakukan. Persamaan dari ketiganya adalah hilangnya kontrol terhadap orgasme.

Kehilangan kontrol terhadap ejakulasi seharusnya tidak menjadi masalah jika hanya sesekali terjadi. Pria yang sudah lama tidak mengalami ejakulasi khususnya, sangat mungkin mengalami orgasme lebih cepat dibandingkan perkiraannya. Keluhan ini baru menjadi masalah seksual jika terjadi setiap kali berhubungan seksual.

Gangguan saat ejakulasi juga bukanlah sesuatu yang membahayakan kesehatan pria. Namun, masalah ejakulasi yang terjadi secara berulang akan menjadi halangan seksual yang menjengkelkan bagi para pria dan menimbulkan rasa kecewa pada pasangan mereka. Lambat laun, masalah ini dapat mengakibatkan stres dalam hubungan.

Apa saja jenis-jenis ejakulasi dini?

Berdasarkan saat terjadinya, ejakulasi dini terbagi menjadi dua kategori berikut:

  • Gangguan ejakulasi primer, yaitu masalah ejakulasi yang muncul begitu Anda mulai aktif berhubungan seksual. Kondisi ini dapat terjadi dalam frekuensi yang cukup sering atau bahkan setiap kali Anda melakukan hubungan intim.
  • Gangguan ejakulasi sekunder, yaitu masalah ejakulasi yang baru muncul setelah sebelumnya tidak terdapat gangguan apa pun.

Seberapa umumkah ejakulasi dini?

Di antara banyaknya gangguan fungsi seksual, ejakulasi dini merupakan salah satu keluhan yang paling umum dialami pria segala usia. Terutama bagi mereka yang rentan mengalami stres, disfungsi ereksi, serta memiliki faktor lain yang seringkali luput dari perhatian. Jumlah pria yang mengalaminya bervariasi pada setiap negara, tapi setidaknya 1 dari 3 orang pria pernah memiliki keluhan yang sama dan menghadapi kesulitan saat mengatasinya.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala ejakulasi dini?

Gejala utama dari ejakulasi dini adalah ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi lebih dari satu menit setelah penetrasi. Akan tetapi, kondisi ini juga dapat terjadi pada situasi seksual apapun, termasuk masturbasi. Pria yang memiliki masalah seksual ini umumnya mengalami ejakulasi hanya dengan sedikit rangsangan seksual dan tidak memiliki kontrol terhadapnya.

Gangguan terkait ejakulasi juga dapat menimbulkan gejala yang berkaitan dengan perilaku. Pria yang bermasalah dengan ejakulasi sangat mungkin mengalami penurunan gairah seksual akibat tidak adanya kontrol terhadap fungsi seksual tubuhnya sendiri. Akibatnya, Anda juga akan kerap merasa bersalah, malu, bahkan frustrasi.

Kendati demikian, orgasme yang terjadi lebih cepat tidak secara otomatis menandakan bahwa Anda memiliki masalah ejakulasi awal. Anda perlu mengamati terlebih dulu apakah kondisi tersebut hanya terjadi sesekali atau kerap berulang. Bila Anda hanya sesekali mengalaminya, maka Anda mungkin tidak mengalami gangguan ini.

Mengingat setiap pria memiliki kondisi yang berbeda, mungkin terdapat gejala dan tanda lain yang belum disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai pertanyaan lebih lanjut mengenai gejala dan tanda-tanda gangguan ejakulasi, jangan ragu untuk bertanya pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Berkonsultasilah dengan dokter terkait bila Anda kerap mengalami masalah ejakulasi setiap kali berhubungan seksual. Hampir semua pria malu untuk mengutarakan masalah kesehatan seksual mereka, tapi akan lebih baik bila Anda mendiskusikan hal ini dengan tenaga medis yang memahami keluhan Anda. Gangguan pada ejakulasi adalah kondisi yang dapat ditangani dan dokter dapat membantu Anda mengatasinya.

Penyebab

Apa penyebab ejakulasi dini?

Penyebab masalah ejakulasi dini sebenarnya belum diketahui secara pasti. Dahulu, pemicunya diduga hanya berasal dari faktor psikologis penderita. Kini, banyak ahli yang sepakat bahwa ejakulasi yang terjadi di luar kendali adalah dampak dari masalah psikologis dan biologis sekaligus.

Faktor-faktor psikologis yang dapat menyebabkan gangguan ejakulasi di antaranya adalah:

  • pengalaman seksual sebelumnya, termasuk trauma akan kekerasan seksual
  • kepercayaan diri yang rendah
  • citra tubuh yang buruk sehingga menurunkan kepercayaan diri
  • harapan yang tidak realistis terkait performa seksual
  • kekhawatiran akan mengalami ejakulasi yang lebih awal dibandingkan keinginan
  • gangguan psikologis seperti depresi, gangguan kecemasan, atau stres berkepanjangan
  • rasa bersalah yang menimbulkan kecenderungan untuk terburu-buru saat berhubungan seksual
  • masalah pribadi dengan pasangan
  • rangsangan seksual yang berlebihan

Sementara itu, faktor biologis yang dapat memicu kondisi ini di antaranya:

  • tingkat hormon yang abnormal, termasuk rendahnya jumlah serotonin dalam tubuh
  • tingkat neurotransmiter yang abnormal di otak
  • aktivitas refleks yang abnormal dari sistem ejakulasi
  • masalah pada tiroid
  • peradangan dan infeksi pada pada prostat atau uretra
  • genetik
  • kerusakan pada saraf karena operasi atau cedera (sangat jarang terjadi)

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk ejakulasi dini?

Faktor risiko adalah sekumpulan kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya suatu gangguan kesehatan. Sama seperti kondisi kesehatan lainnya, masalah ejakulasi awal juga memiliki sejumlah faktor risiko.

Ejakulasi dini lebih banyak terjadi pada pria yang mengalami disfungsi ereksi atau disebut juga sebagai impotensi. Saat menerima rangsangan seksual, tubuh Anda meresponsnya dengan ereksi pada penis. Namun, impotensi membuat Anda kesulitan atau bahkan sama sekali tidak bisa mengalami ereksi. Rasa cemas akan ketidakmampuan mempertahankan ereksi pun dapat membuat Anda ingin segera menyelesaikan hubungan seksual, baik secara sengaja ataupun tidak.

Beberapa penyakit kronis berkaitan erat dengan gangguan pada ereksi dan ejakulasi, sebab keduanya dipengaruhi oleh sistem saraf dan peredaran darah menuju penis. Diabetes, multiple sclerosis, dan penyakit jantung adalah beberapa contoh penyakit yang dapat mengganggu kedua sistem ini. Bila sumber masalahnya tidak ditangani, organ reproduksi Anda pun akan terkena imbasnya.

Selain kedua faktor tersebut, stres juga memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hubungan seksual berikut ejakulasi. Stres yang berkelanjutan dapat mengalihkan pikiran Anda dari hubungan intim, menimbulkan rasa bersalah terhadap pasangan, serta memengaruhi kondisi fisiologis tubuh Anda. Ditambah dengan penyebab psikologis yang Anda alami, ejakulasi dini menjadi masalah yang sulit dihindari.

Diagnosis

Bagaimana cara dokter mendiagnosis ejakulasi dini?

Diagnosis terhadap masalah ejakulasi ditentukan berdasarkan gejala yang Anda alami. Oleh karena itu, dokter yang menangani kondisi Anda perlu mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan gambaran mengenai gangguan ejakulasi dan kaitannya dengan kehidupan seksual Anda. Pertanyaan yang diajukan oleh dokter biasanya meliputi:

  • Sudah berapa lama Anda mengalami masalah ejakulasi?
  • Seberapa sering Anda mengalami masalah ejakulasi?
  • Seberapa besar rangsangan seksual yang dibutuhkan untuk membuat Anda mengalami ejakulasi?
  • Apakah masalah ejakulasi hanya terjadi sesekali atau setiap kali berhubungan seksual?
  • Apakah Anda mampu menahan ejakulasi hingga akhir penetrasi?
  • Apakah pasangan Anda merasa tidak nyaman atau frustrasi?
  • Bagaimana dampak masalah ejakulasi terhadap aktivitas seksual Anda?
  • Bagaimana dampak masalah ejakulasi terhadap kualitas hidup Anda?

Jika riwayat seksual Anda dianggap belum cukup untuk menggambarkan faktor-faktor penyebabnya, maka dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik umum. Pemeriksaan tersebut mencakup pemeriksaan saraf, prostat, atau tes urine untuk mengetahui adanya infeksi. Dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan darah maupun pemeriksaan lainnya untuk mengetahui level hormon dan aspek lain yang berkaitan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk ejakulasi dini?

Sebagian besar kasus orgasme dini disebabkan oleh faktor psikologis dan dapat ditangani dengan baik. Pilihan-pilihan penanganan yang digunakan untuk mengatasi masalah ini dilakukan melalui terapi psikologis dan pengobatan medis.

Berikut adalah berbagai metode untuk mengatasi masalah ejakulasi menggunakan pengobatan.

Anestesi topikal

Krim anastesi dan semprotan yang mengandung bahan yang menimbulkan sensasi kebas seperti lidocaine atau prilocaine terkadang digunakan untuk mengatasi masalah ejakulasi. Produk-produk ini digunakan pada penis sesaat sebelum berhubungan seksual untuk mengurangi sensasi dan membantu menunda ejakulasi.

Meskipun anestesi topikal terbilang efektif dan diterima dengan baik, metode ini juga berpotensi menimbulkan sejumlah efek samping. Misalnya, beberapa pria mengeluhkan kehilangan sensitivitas sementara dan penurunan gairah seksual.

Obat yang dikonsumsi langsung

Terdapat berbagai jenis obat-obatan yang dapat menunda orgasme. Obat-obatan tersebut umumnya termasuk dalam golongan antidepresan, analgesik, dan inhibitor phosphodiesterase-5. Beberapa jenis obat dari golongan serotonin reuptake inhibitors (SSRI) juga dapat digunakan, tentunya dengan resep dokter.

Dokter biasanya tidak akan merekomendasikan penggunaan obat sebelum benar-benar yakin bahwa penyebabnya berasal dari faktor psikologis. Metode ini baru disarankan bila terdapat kondisi berikut:

  • ejakulasi terjadi kurang dari dua menit setelah penetrasi
  • Anda tidak memiliki kendali terhadap ejakulasi
  • terdapat tanda-tanda frustrasi atau stres akibat ejakulasi dini
  • ejakulasi selalu terjadi setelah Anda menerima rangsangan seksual yang amat kecil sebelum, selama, atau sesaat setelah penetrasi
  • masalah ejakulasi selalu terjadi setiap kali berhubungan seksual selama 6 bulan terakhir

Penggunaan obat-obatan berpotensi menimbulkan efek samping sehingga Anda harus banyak berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan metode ini. Efek samping yang sering dihadapi oleh pasien bisa bervariasi, mulai dari mual, gangguan penglihatan sementara, pusing, diare, sakit kepala, mulut kering, hingga penurunan libido.

Terapi psikologis dan perilaku

Tanpa harus selalu menggunakan obat, gangguan ejakulasi yang Anda alami dapat hilang seiring perkembangan hubungan bila gejalanya muncul saat Anda mulai aktif berhubungan seksual. Pada kasus ejakulasi dini yang telah berlangsung lama, dokter dapat menyarankan terapi khusus untuk pasangan.

Berikut adalah berbagai teknik psikologis dan perilaku yang umum digunakan untuk mengatasi gangguan ejakulasi:

Teknik perilaku

Teknik-teknik perilaku untuk mengatasi masalah ejakulasi terdiri dari langkah-langkah sederhana seperti masturbasi satu atau dua jam sebelum berhubungan seksual. Dokter Anda mungkin akan menyarankan untuk berhenti berhubungan seksual selama sementara dan menggunakan mainan seksual sebagai alternatif.

Metode ini cukup efektif mengatasi 60-90% kasus orgasme dini. Namun, diperlukan kerja sama yang baik antara Anda dan pasangan untuk mendapatkan hasil optimal. Masalah ejakulasi dini juga dapat kembali sewaktu-waktu, jadi Anda mungkin perlu menerapkannya kembali saat diperlukan.

Teknik berhenti-remas

Dokter dapat menginstruksikan Anda dan pasangan untuk menggunakan metode yang dikenal sebagai teknik berhenti dan remas. Cara kerja metode ini yaitu:

  • Mulailah aktivitas seks seperti biasa, termasuk stimulasi penis, sampai sekiranya Anda merasa akan berejakulasi.
  • Minta pasangan Anda untuk meremas bagian pangkal penis Anda. Lakukan selama beberapa detik, lalu kembalilah melakukan foreplay. Bila Anda perhatikan, meremas penis akan mencegah ereksi. Saat stimulasi seksual diteruskan, ereksi akan kembali.

Setelah beberapa sesi latihan, kondisi Anda mungkin akan membaik dan tidak lagi memerlukan teknik ini.

Konseling

Berkonsultasi dengan terapis mengenai hubungan dan pengalaman seksual Anda bermanfaat agar Anda dapat mengatasi stres dan mengurangi kecemasan saat berhubungan seksual.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini?

Ejakulasi dini dapat dikurangi dengan kebiasaan dan gaya hidup sebagai berikut:

  • Anda harus mempertahankan gaya hidup sehat dan meningkatkan aktivitas olahraga
  • hindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol
  • temukan cara untuk mengelola stres dalam hidup Anda
  • perbaiki hubungan Anda dan pasangan, serta jaga diri Anda sendiri
  • penggunaan kondom dapat mengurangi stimulasi penis dan membantu hubungan seksual bertahan lebih lama
  • masturbasi saat satu atau jam sebelum berhubungan seksual
  • menarik napas dalam-dalam untuk mencegah refleks ejakulasi sebelum orgasme terjadi
  • memberi jeda saat berhubungan seksual dan mengalihkan pikiran Anda dengan memikirkan hal lain selama sesaat

Anda juga dapat melakukan teknik penguatan otot dasar panggul untuk mengembalikan kontrol terhadap ejakulasi. Cara ini bermanfaat untuk memperpanjang waktu sebelum Anda mengalami orgasme.

Teknik penguatan otot dasar panggul terdiri dari empat langkah berikut:

  1. Saat Anda buang air kecil, coba temukan otot tertentu pada panggul yang dapat Anda kendalikan. Anda dapat mengeceknya dengan berhenti mengeluarkan urine selama beberapa saat.
  2. Saat berbaring, buatlah otot dasar panggul Anda berkontraksi selama tiga detik, lalu biarkan otot Anda berelaksasi selama tiga detik. Lakukan ini sebanyak 10 kali berturut-turut, paling sedikit tiga kali sehari.
  3. Perlahan tapi pasti, tambahkan durasi kontraksi dan relaksasi otot dasar panggul Anda hingga menjadi semakin kuat. Cobalah melakukannya dalam posisi atau gerakan lain seperti berdiri, duduk, atau berjalan.
  4. Atur napas Anda saat melakukan latihan ini dan fokuslah hanya pada otot dasar panggul Anda. Jangan menegangkan otot perut, paha, atau bokong.

Ejakulasi dini adalah masalah umum yang bisa ditangani melalui terapi, obat-obatan, serta perbaikan gaya hidup. Bila masalah ejakulasi masih berlanjut atau Anda memiliki banyak pertanyaan yang belum terjawab, konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan solusinya.

Merasa malu karena memiliki masalah seksual adalah hal yang wajar, tapi ingatlah bahwa menjadi terbuka adalah kunci penting dalam konsultasi yang efektif. Hal ini berguna untuk membantu dokter memahami masalah kesehatan Anda dan menemukan solusi terbaik untuk mengatasinya.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: April 5, 2019

Yang juga perlu Anda baca