Apa itu ejakulasi dini?

Oleh    Data medis direview oleh Hello Sehat Editorial Team.

Definisi

Definisi

Apa itu ejakulasi dini?

Ejakulasi dini adalah kondisi di mana pria berejakulasi lebih cepat dari yang diinginkan saat berhubungan seksual. Ejakulasi dini dapat terjadi sebelum atau pada saat berhubungan. Ejakulasi dini merupakan keluhan seksual yang umum terjadi. Menurut laporan, 1 dari 3 responden mengatakan bahwa mereka biasa mengalami situasi serupa. Apabila situasi seperti ini sering terjadi, ini akan menjadi halangan seksual yang menjengkelkan bagi para pria dan juga mengecewakan bagi pasangan mereka.

Seberapa umumkah ejakulasi dini?

Ejakulasi dini adalah kondisi yang umum bagi para pria, khususnya yang mengalami stres atau disfungsi ereksi. Anda dapat mengunjungi dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala ejakulasi dini?

Gejala dari ejakulasi dini adalah ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi lebih dari satu menit setelah penetrasi. Namun, kondisi ini dapat terjadi pada situasi seksual apapun, termasuk masturbasi.

Ejakulasi dini dapat membuat para pria dan pasangannya tertekan. Apabila kondisi ini sering terjadi, kehidupan seksual menjadi mengecewakan dan akan berdampak negatif juga pada kebahagiaan.

Mungkin ada gejala-gejala dan tanda-tanda lain yang belum disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai pertanyaan lebih lanjut mengenai gejala dan tanda-tanda ejakulasi dini, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Temui dokter Anda apabila ejakulasi dini sering terjadi saat Anda berhubungan seksual. Hampir semua pria malu untuk mengutarakan masalah kesehatan seksual mereka, namun akan lebih baik bila Anda beritahu dokter Anda. Ejakulasi dini adalah kondisi yang umum dan dapat ditangani.

Penyebab

Penyebab

Apa penyebab ejakulasi dini?

Menurut banyak ahli, ejakulasi dini adalah hasil dari masalah psikologis seperti kecemasan berlebihan akan kemampuan seksual, atau perasaan bersalah, dan sebagainya.

Di samping itu, ejakulasi dini dapat terjadi karena hal-hal fisiologis seperti:

  • Tingkat hormon yang abnormal
  • Tingkat neurotransmitter yang abnormal di otak
  • Aktivitas refleks yang abnormal dari sistem ejakulasi
  • Masalah-masalah pada tiroid
  • Peradangan dan infeksi pada pada prostat atau uretra
  • Genetik
  • Kerusakan pada saraf karena operasi atau cedera (sangat jarang terjadi)
Faktor-faktor risiko

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk ejakulasi dini?

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko ejakulasi dini Anda, seperti:

  • Disfungsi ereksi: ejakulasi dini dapat menjadi lebih parah apabila Anda sering mengalami masalah dalam mempertahankan ereksi. Ketakutan akan ketidakmampuan mempertahankan ereksi dapat membuat Anda ingin menyelesaikan hubungan secara sengaja ataupun tidak
  • Kondisi kesehatan: penyakit kronis seperti penyakit jantung akan membuat Anda cemas dan secara tidak disengaja memaksa Anda untuk segera berejakulasi
  • Stres: stres dapat menjengkelkan dan mengalihkan pikiran Anda dari hubungan seksual
Obat & Pengobatan

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk ejakulasi dini?

Pilihan-pilihan pengobatan untuk ejakulasi dini antara lain teknik behavioral, anastesi, terapi, dan konseling.

Teknik Behavioral:

Teknik-teknik behavioral untuk ejakulasi dini termasuk langkah-langkah sederhana seperti masturbasi satu atau dua jam sebelum berhubungan seksual. Dokter Anda mungkin akan menyarankan untuk tidak berhubungan seksual untuk sementara dan menggunakan mainan seksual untuk mengurangi tekanan.

Teknik Berhenti-Remas:

Dokter Anda mungkin menginstruksikan Anda dan pasangan Anda untuk menggunakan metode yang dikenal sebagai teknik berhenti dan remas. Cara kerja metode ini yaitu:

Mulailah aktivitas seks seperti biasa, termasuk stimulasi penis, sampai sekiranya Anda merasa akan berejakulasi.

Minta pasangan Anda untuk meremas pangkal dari penis Anda, tetap meremas selama beberapa detik lalu kembalilah ke foreplay. Bila Anda perhatikan, meremas penis akan mengurangi ereksi namun saat stimulasi seksual diteruskan, ereksi akan kembali.

Setelah beberapa sesi latihan, kondisi Anda mungkin akan membaik dan tidak lagi memerlukan teknik ini.

Anastesi Topikal:

Krim anastesi dan spray yang mengandung bahan yang membuat mati rasa, seperti lidocaine atau prilocaine, terkadang digunakan untuk mengobati ejakulasi dini. Produk-produk ini digunakan pada penis sesaat sebelum berhubungan seksual untuk mengurangi sensasi dan membantu menunda ejakulasi.

Meskipun anastesi topikal efektif dan diterima dengan baik, namun kemungkinan memiliki potensi efek-efek samping. Misalnya, beberapa pria melaporkan kehilangan sensitivitas sementara dan kurangnya kenikmatan seksual.

Obat Minum:

Banyak obat-obatan yang mungkin akan menunda orgasme, termasuk antidepresan, analgesik, dan inhibitor phosphodiesterase-5.

Efek-efek samping termasuk mual, gangguan penglihatan sementara, pusing, mulut kering, dan penurunan libido.

Konseling:

Berkonsultasi dengan terapis mengenai hubungan dan pengalaman Anda dapat membantu untuk mengurangi kecemasan kinerja dan juga untuk membantu Anda mengatasi stres.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk ejakulasi dini

Dokter Anda akan menanyakan tentang riwayat kesehatan Anda, kehidupan seksual dan mungkin akan melakukan tes fisik umum. Lebih lagi, dokter Anda mungkin akan melakukan tes urin untuk mengetahui adanya infeksi atau tes darah untuk mengecek level hormon pria (testosterone) ataupun tes-tes lainnya.

Pengobatan di rumah

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini?

Ejakulasi dini dapat dikurangi dengan kebiasaan dan gaya hidup sebagai berikut:

  • Anda harus mempertahankan gaya hidup sehat dan tingkatkan olahraga
  • Hindari rokok dan alkohol
  • Temukan cara untuk atasi stres dalam hidup Anda
  • Perbaiki hubungan Anda dan pasangan, jaga diri Anda sendiri
  • Penggunaan kondom dapat mengurangi stimulasi penis dan membantu hubungan seksual bertahan lebih lama

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Artikel Terkait