Definisi

Apa itu ebola?

Ebola adalah penyakit mematikan yang disebabkan virus. Terdapat 5 strain virus Ebola, 4 di antaranya diketahui menyerang manusia. Ketika menyerang tubuh, virus ini dapat mengganggu sistem imun dan organ lainnya. Sel pembeku darah akan menurun, yang menyebabkan perdarahan yang serius dan tidak terkendali.

Ebola sangat menular dan mengancam nyawa. Sekitar 90% dari pasien yang terinfeksi penyakit ini tidak dapat bertahan hidup. Penting untuk segera mencari penanganan medis apabila Anda menduga terkena penyakit ini.

Seberapa umumkah ebola?

Ebola adalah penyakit yang jarang ditemui namun tergolong sangat serius. Penyakit ini paling banyak terjadi di Afrika. Meski begitu, bisa juga ditemui di negara-negara lainnya. Jika Anda berencana untuk bepergian ke daerah yang berisiko terkena Ebola, pastikan Anda mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga diri Anda. Penyakit dapat mempengaruhi pria dan wanita pada usia berapa saja.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala ebola?

Tanda-tanda dan gejala biasanya mulai secara tiba-tiba dalam 5 hingga 10 hari sejak tubuh terinfeksi virus Ebola atau Marburg. Tanda-tanda dan gejala awal meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala parah
  • Menggigil
  • Lemah

Dengan berjalannya waktu, gejala bisa berkembang menjadi semakin parah, meliputi:

  • Mual dan muntah
  • Diare (mungkin berdarah)
  • Mata merah
  • Ruam yang timbul
  • Nyeri dada dan batuk
  • Penurunan berat badan yang parah
  • Perdarahan internal
  • Perdarahan, biasanya dari mata, dan memar (pasien tingkat parah dapat berdarah dari lubang lainnya, seperti telinga, hidung, dan anus).

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki gejala penyakit ini, sebaiknya hubungi pihak rumah sakit terlebih dahulu. Cara ini dapat membantu tim medis untuk mempermudah penanganan Anda, sekaligus melindungi orang lain agar tak tertular penyakit ini.

Segera hubungi dokter jika:

  • Anda memiliki gejala seperti flu dan Anda mungkin telah terekspos pada virus.
  • Anda pernah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi virus tersebut. Anda perlu memperhatikan gejala dan hindari mengekspos virus ke orang sekitar.

Penyebab

Apa penyebab Ebola?

Virus Ebola bisa ditemukan pada monyet, simpanse, dan primata lainnya. Strain Ebola yang lebih ringan telah ditemukan pada monyet dan babi di Filipina.

Penularan dari hewan ke manusia

Para ahli menduga bahwa virus berpindah ke manusia melalui cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti:

  • Darah. Memotong atau mengonsumsi hewan yang terinfeksi dapat menyebarkan virus. Para ilmuwan yang pernah mengoperasi hewan yang terinfeksi untuk penelitian juga terkena virus ini.
  • Produk pembuangan. Turis di beberapa gua di Afrika serta beberapa pekerja tambang bawah tanah telah terinfeksi dengan virus ini. Kemungkinan dikarenakan adanya kontak dengan kotoran atau urin kelelawar yang terinfeksi.

Penularan dari orang ke orang

Orang-orang yang terinfeksi biasanya tidak menularkan penyakit ini sampai nantinya mereka mengalami gejala-gejalanya. Anggota keluarga sering kali tertular karena biasanya mereka merawat kerabat yang sakit atau mempersiapkan jasad untuk penguburan.

Personel medis juga dapat tertular jika tidak menggunakan perlengkapan pelindung, seperti masker dan sarung tangan saat menangani pasien. Beberapa penularan Ebola juga bisa terjadi akibat pemakaian ulang jarum dan alat suntik yang tidak steril karena sudah terkontaminasi.

Tidak ditemukan bukti bahwa virus Ebola dapat disebarkan oleh gigitan serangga.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk ebola?

Risiko penularan penyakit ini dapat meningkat jika Anda:

  • Berpergian ke Afrika, atau negara-negara yang berisiko. Anda berada dalam risiko yang tinggi jika Anda mengunjungi atau bekerja di daerah di mana virus Ebola atau Marburg tersebar.
  • Melakukan penelitian pada hewan. Manusia lebih mudah terkena virus Ebola atau Marburg jika melakukan penelitian hewan seperti monyet dari Afrika atau Filipina.
  • Memberikan perawatan medis atau personal. Anggota keluarga sering kali tertular karena merawat kerabat yang sakit. Personel medis juga dapat tertular jika tidak menggunakan peralatan pelindung, seperti masker dan sarung tangan.
  • Mempersiapkan jasad untuk penguburan. Jasad pasien Ebola atau Marburg hemorrhagic fever masih menularkan virus. Membantu menyiapkan jasad untuk menguburan meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis ebola?

Penyakit ini cukup sulit didiagnosis karena tanda-tanda dan gejala awal menyerupai penyakit lain, seperti tifoid dan malaria. Jika dokter menduga Anda memiliki virus Ebola, akan dilakukan tes darah untuk mengidentifikasi virus, termasuk:

  • Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA)
  • Reverse transcriptase polymerase chain reaction (PCR)

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk ebola?

Sejauh ini, obat untuk menyembuhkan penyakit ini belum ditemukan. Namun, para peneliti masih terus berusaha untuk mencari pengobatan yang tepat. Pengobatan meliputi serum percobaan yang menghancurkan sel yang terinfeksi.

Dokter bisa membantu mengatasi gejala Ebola dengan cara:

  • Cairan dan elektrolit
  • Oksigen
  • Pengobatan tekanan darah
  • Transfusi darah
  • Penanganan infeksi lainnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi ebola?

Satu-satunya cara untuk bertahan dari penyakit Ebola adalah dengan segera mencari pertolongan medis begitu Anda terkena kontak dengan virus atau ketika gejala mulai muncul. Segera cari pertolongan medis pada situasi berikut:

  • Jika Anda berpergian ke tempat yang diketahui memiliki virus Ebola seperti negara-negara Afrika.
  • Jika Anda memiliki kontak dengan penderita Ebola.
  • Jika Anda memiliki gejala yang menyerupai penyakit Ebola.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 17, 2019 | Terakhir Diedit: Maret 17, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan