4 Fakta Menarik yang Perlu Anda Tahu Seputar Obat Antivirus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/01/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Antivirus atau antiviral adalah obat yang digunakan untuk menangkal serangan virus. Obat ini akan bekerja dengan cara menghambat perkembangan virus sekaligus meredakan gejala suatu penyakit. Supaya lebih memahami seputar obat antivirus, simak berbagai fakta menarik di balik obat ini, yuk!

Beragam fakta unik mengenai obat antivirus

Masih banyak orang yang menganggap bahwa antibiotik bisa digunakan untuk penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Padahal, obat antibiotik hanya ampuh untuk melawan bakteri. Sementara, bagi Anda yang terserang virus, Anda akan diberikan obat antivirus. Lalu, seperti apa ya obat antivirus ini? Apakah cara kerjanya seperti antibiotik?

1. Obat antivirus bekerja secara spesifik di dalam tubuh

Ketika menyerang tubuh, virus pembawa penyakit akan masuk ke dalam sel-sel untuk berkembang dan memperbanyak diri. Selama proses tersebut, virus akan terus-menerus menghancurkan serta menginfeksi sel-sel sehat di dalam tubuh.

Itu sebabnya, dalam beberapa waktu kemudian Anda akan mulai merasakan berbagai gejala. Di sinilah obat antiviral atau antivirus diperlukan untuk menghambat perkembangan virus sehingga tidak menimbulkan gejala yang lebih parah.

Tak semua obat antiviral sama, hal ini tergantung dengan jenis penyakit yang diderita. Misalnya, obat untuk flu tentu akan berbeda dengan obat yang ditujukan bagi pasien hepatitis atau herpes.

2. Petunjuk penggunaan obat antivirus bisa berbeda-beda untuk setiap orang

Selain tergantung dengan jenis penyakitnya, setiap obat antiviral juga punya petunjuk konsumsi yang berbeda-beda. Bahkan meskipun sama-sama bertujuan untuk mengobati satu jenis penyakit yang sama.

Ambil contoh, obat antiviral khusus penyakit flu yang ada banyak jenisnya. Ternyata setiap jenis obat tersebut harus diminum dengan cara yang berbeda. Misalnya oseltamivir (Tamiflu®) yang biasanya tersedia dalam bentuk pil atau cairan, zanamivir (Relenza®) dalam bentuk bubuk, hingga peramivir (Rapivab®) yang diberikan melalui cairan infus atau intravena (IV)

Semua jenis obat antivirus atau antiviral tersebut juga akan diberikan dalam jangka waktu dan dosis minum yang berbeda, tergantung dari usia, jenis, serta tujuan konsumsi obat. Entah untuk sekadar pencegahan, atau sudah dalam tahap mengobati penyakit.

3. Semakin cepat diminum, semakin cepat sembuh

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kerja obat antivirus semakin baik jika diminum secepatnya, setelah Anda diketahui mengalami penyakit infeksi. Jadi, ketika Anda langsung mengonsumsi obat antivirus, obat tersebut akan langsung mencegah gejala penyakit semakin parah.

Selain itu, risiko komplikasi yang mungkin timbul dari penyakit tersebut setidaknya bisa dikurangi berkat obat antivirus.

Diazoxide adalah

4. Obat antivirus untuk flu itu aman bagi ibu hamil

Jika terserang flu saat hamil, mungkin Anda ragu untuk minum obat-obatan tertentu. Padahal nyatanya, sah-sah saja untuk minum obat antiviral atau antivirus saat hamil, karena obat tersebut dapat meredakan gejala.

Melansir dari laman Mayo Clinic, wanita yang sedang hamil berisiko lebih besar untuk mengalami komplikasi penyakit akibat flu ketimbang wanita lain yang tidak dalam kondisi hamil. Itulah mengapa minum obat antiviral bukan hanya mampu memulihkan kondisi tubuh Anda, tapi juga membantu mencegah munculnya komplikasi dari flu yang lebih serius.

Dengan catatan, Anda tetap berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait kondisi kesehatan Anda. Dokter nantinya akan memberikan resep obat antiviral yang aman untuk mengobati flu ketika sedang hamil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hewan Penyebab Novel Coronavirus Disinyalir Adalah Ular

Virus corona baru dari China kini menjadi pusat perhatian. Penelitian mengungkapkan bahwa penyebab novel coronavirus diduga berasal dari ular. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 24/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan SARS dan Coronavirus COVID-19

SARS dan coronavirus yang menyebabkan COVID-19 memang terlihat mirip. Pada kenyataannya, ada beberapa hal yang membuat keduanya berbeda, apa saj?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 23/01/2020 . Waktu baca 7 menit

Benarkah HPV Bisa Hilang dengan Sendirinya?

HPV merupakan infeksi menular seksual yang paling umum terjadi dan wajar jika orang bertanya apakah virus HPV bisa hilang dengan sendirinya. Cek di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Kenali HBcAg, Tes untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

Hepatitis B bisa merusak liver. Untuk mendeteksinya, orang yang berisiko perlu menjalani tes HBcAg. Apa itu HBcAg? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 06/08/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kucing tertular covid-19

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . Waktu baca 4 menit
penanganan COVID-19 di Indonesia

Cerita Dokter IGD, Garis Depan Penanganan COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020 . Waktu baca 10 menit
covid-19 tubuh manusia

Bagaimana COVID-19 Menyerang Organ Vital di Tubuh Manusia?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 03/03/2020 . Waktu baca 7 menit
yaravirus

Virus Baru Ditemukan di Brasil, Dipastikan Tidak Menginfeksi Manusia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/02/2020 . Waktu baca 6 menit