4 Fakta Menarik yang Perlu Anda Tahu Seputar Obat Antivirus

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Antivirus atau antiviral adalah obat yang digunakan untuk menangkal serangan virus. Obat ini akan bekerja dengan cara menghambat perkembangan virus sekaligus meredakan gejala suatu penyakit. Supaya lebih memahami seputar obat antivirus, simak berbagai fakta menarik di balik obat ini, yuk!

Beragam fakta unik mengenai obat antivirus

Masih banyak orang yang menganggap bahwa antibiotik bisa digunakan untuk penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Padahal, obat antibiotik hanya ampuh untuk melawan bakteri. Sementara, bagi Anda yang terserang virus, Anda akan diberikan obat antivirus. Lalu, seperti apa ya obat antivirus ini? Apakah cara kerjanya seperti antibiotik?

1. Obat antivirus bekerja secara spesifik di dalam tubuh

Ketika menyerang tubuh, virus pembawa penyakit akan masuk ke dalam sel-sel untuk berkembang dan memperbanyak diri. Selama proses tersebut, virus akan terus-menerus menghancurkan serta menginfeksi sel-sel sehat di dalam tubuh.

Itu sebabnya, dalam beberapa waktu kemudian Anda akan mulai merasakan berbagai gejala. Di sinilah obat antiviral atau antivirus diperlukan untuk menghambat perkembangan virus sehingga tidak menimbulkan gejala yang lebih parah.

Tak semua obat antiviral sama, hal ini tergantung dengan jenis penyakit yang diderita. Misalnya, obat untuk flu tentu akan berbeda dengan obat yang ditujukan bagi pasien hepatitis atau herpes.

2. Petunjuk penggunaan obat antivirus bisa berbeda-beda untuk setiap orang

Selain tergantung dengan jenis penyakitnya, setiap obat antiviral juga punya petunjuk konsumsi yang berbeda-beda. Bahkan meskipun sama-sama bertujuan untuk mengobati satu jenis penyakit yang sama.

Ambil contoh, obat antiviral khusus penyakit flu yang ada banyak jenisnya. Ternyata setiap jenis obat tersebut harus diminum dengan cara yang berbeda. Misalnya oseltamivir (Tamiflu®) yang biasanya tersedia dalam bentuk pil atau cairan, zanamivir (Relenza®) dalam bentuk bubuk, hingga peramivir (Rapivab®) yang diberikan melalui cairan infus atau intravena (IV)

Semua jenis obat antivirus atau antiviral tersebut juga akan diberikan dalam jangka waktu dan dosis minum yang berbeda, tergantung dari usia, jenis, serta tujuan konsumsi obat. Entah untuk sekadar pencegahan, atau sudah dalam tahap mengobati penyakit.

3. Semakin cepat diminum, semakin cepat sembuh

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kerja obat antivirus semakin baik jika diminum secepatnya, setelah Anda diketahui mengalami penyakit infeksi. Jadi, ketika Anda langsung mengonsumsi obat antivirus, obat tersebut akan langsung mencegah gejala penyakit semakin parah.

Selain itu, risiko komplikasi yang mungkin timbul dari penyakit tersebut setidaknya bisa dikurangi berkat obat antivirus.

Diazoxide adalah

4. Obat antivirus untuk flu itu aman bagi ibu hamil

Jika terserang flu saat hamil, mungkin Anda ragu untuk minum obat-obatan tertentu. Padahal nyatanya, sah-sah saja untuk minum obat antiviral atau antivirus saat hamil, karena obat tersebut dapat meredakan gejala.

Melansir dari laman Mayo Clinic, wanita yang sedang hamil berisiko lebih besar untuk mengalami komplikasi penyakit akibat flu ketimbang wanita lain yang tidak dalam kondisi hamil. Itulah mengapa minum obat antiviral bukan hanya mampu memulihkan kondisi tubuh Anda, tapi juga membantu mencegah munculnya komplikasi dari flu yang lebih serius.

Dengan catatan, Anda tetap berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait kondisi kesehatan Anda. Dokter nantinya akan memberikan resep obat antiviral yang aman untuk mengobati flu ketika sedang hamil.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca